Tampilkan postingan dengan label Robert W Hefner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robert W Hefner. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 September 2014

Jual Buku Politik Multikulturalisme, Menggugat Realitas Kebangsaan / Robert W. Hefner

Jual Buku Politik Multikulturalisme, Menggugat Realitas Kebangsaan, Pengarang : Robert W. Hefner Penerbit : KanisiusBuku Politik Multikulturalisme, Menggugat Realitas Kebangsaan
Harga Buku : Rp 72.000 off

Pengarang : Robert W. Hefner
Penerbit : Kanisius
Terbit :
Halaman : 500
Berat Buku: 592gram
Dimensi (mm) : 148x210
Kondisi : stok lama, bagus, 1buah
Sinopsis
Merupakan bunga rampai hasil penelitian dan pelatihan kolaborasi antara Ford Foundation dan Institute for the Study of Economic Culture (ISEC) di Boston University. Tujuan yang sangat penting adalah mendorong kaum intelektual di Malaysia, Singapura, dan Indonesia untuk merenungkan tantangan pluralisme etnis, religius, dan gender di masyarakat masing-masing. Hanya segelintir dari tantangan-tantangan terhadap impian modern mengenai kewarganegaraan demokratis yang terasa lebih menakutkan daripada terjadinya perpecahan-perpecahan etnis, religius, dan linguistis yang tajam dalam masyarakat. Sejak awal era modern, para teoris liberal Barat merasa pesimis terhadap prospek-prospek tata pemerintahan demokratis di negara-negara yang sangat majemuk. Kita bisa meyakini satu hal: banyak warga negara akhirnya akan menganggap ideal tentang kewarganegaraan yang setara dan inklusif itu bukanlah sebuah ciptaan Barat, melainkan ciptaan mereka sendiri. 

Kamis, 17 Juli 2014

Jual Buku Islam Pasar Keadilan /Robert W. Hefner

Jual Buku Islam Pasar Keadilan  Penulis : Robert W. Hefner
Judul : Islam Pasar Keadilan
Penulis : Robert W. Hefner
Harga Rp 85.000
Tebal : xxviii + 328 halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : 679-8966-79-x
Penerbit : LKiS
Terbit : Cet I, Maret 2000
Kondisi Stok lama, bagus, tersedia 1 buah

Sinopsis
Tidak ada penjelasan tunggal yang dapat menerangkan Islam, Orde Baru, Soeharto,tentara, dan sebagainya. Juga tidak ada skenario tunggal untuk tumbuhnya kapitalisme, masyarakat sipil, demokrasi dan seterusnya. Itulah kea-rifan metodologis buku ini untuk menghindari stereo-typing terhadap satu fenomena. Perkembangan demokrasi liberal di Amerika Serikat bersama kapitalismenya, ha-nyalah satu fenomena, dan di dunia ini begitu banyak fenomena yang tidak tunggal. Sehingga kompatibilitas de-mokrasi bukanlah sebuah harga mati. Begitu pula dalam melihat Islam.

Senin, 14 April 2014

Jual Buku BUDAYA PASAR / Robert W Hefner

Jual Buku BUDAYA PASAR Masyarakat dan Moralitas dalam Kapitalisme Asia Baru Robert W Hefner
Judul Buku BUDAYA PASAR,
Masyarakat dan Moralitas dalam Kapitalisme Asia Baru,
Harga Rp 110.000
Penulis ROBERT W HEFNER.
Penerbit LP3ES
Tahun 2000
Tebal
Ukuran 16 x 23
Kertas Hvs
Kondisi Stok lama, Bagus

Senin, 31 Maret 2014

Jual Buku Civil Islam ,Islam dan Demokratisasi di Indonesia./ Robert W Hefner

Buku Civil Islam ,Islam dan Demokratisasi di Indonesia. Penulis Robert W Hefner
Judul: Civil Islam: Islam dan Demokratisasi di Indonesia
Penulis: Robert W. Hefner
Harga Rp 95.000 TERJUAL
Penerbit: Institut Studi Arus Informasi, 2001
Tebal: 387 halaman
Kondisi: Bekas ,Bagus
Minat please sms.wa. 0896-6116-2026  BBM 3300A029



Demokratisasi muslim Indonesia tidak eksklusif. Sejak awal fleksibel terhadap hal-hal berbeda yang datangnya dari luar Islam. Di kalangan masyarakat Barat, sudah lama tertanam keyakinan bahwa demokratisasi tak bakal ada di dunia Islam. Ketidakpercayaan ini makin terlihat setelah berakhirnya Perang Dingin, sehingga Barat tak lagi punya pesaing, dan karena itu sedang memperhitungkan pesaing baru. Dan Huntington datang dengan tesis yang sangat merendahkan penganut Islam, Konfusionisme, kepercayaan Jepang, Hindu, Budha, serta budaya tua lainnya.

Menurut dia, prinsip-prinsip demokrasi -seperti individualisme, liberalisme, konstitusionalisme, hak asasi manusia, kesetaraan, kebebasan, pasar bebas, dan penegakan hukum- tak bakal bisa diterima oleh selain Barat. Lewat buku Civil Islam ini, Hefner ingin membuktikan hal sebaliknya dari yang diasumsikan Huntington.

Hefner mengajukan hasil penelitiannya selama kurang lebih 10 tahun di lingkungan masyarakat muslim Indonesia. Demokratisasi di Indonesia menjadi penting karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia saat ini, dengan penduduk sekitar 210 juta dan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Bagi Hefner, krisis ekonomi yang mengakibatkan kerusakan pada semua sistem kehidupan masyarakat belum menjadi pertanda kekabutan akan optimisme demokratisasi di Indonesia, sebagaimana yang dilansir beberapa pengamat politik tentang Indonesia. Menurut Hefner, Indonesia sudah berperadaban sebagaimana juga yang dimiliki oleh negara-negara besar lainnya untuk proses demokratisasi dan pluralisme.

Hal ini ditunjukkan oleh upaya yang sungguh-sungguh dari pelbagai kalangan intelektual muslim Indonesia, terutama untuk mengidentikkan diri kepada ideal-ideal demokrasi. Pengalaman ini dirasakan Hefner melalui perbincangan-perbincangan informal dengan kalangan intelektual muslim di Indonesia. Mereka meyakini proses yang sungguh-sungguh untuk memperjuangkan demokratisasi di Indonesia.

Kegairahan kalangan intelektual muslim mengadopsi demokratisasi di Indonesia itu sekaligus menyakinkan Hefner bahwa demokratisasi tidak terbatas di kalangan Barat saja. Bagi Hefner, pandangan muslim Indonesia, yang menganggap prinsip-prinsip demokratisasi Barat tidak selalu berkompromi dengan kepercayaan mereka, merupakan cara pandang dialogis dan transkulturalis yang akan menjadi titik masuk ke dalam makna demokrasi modern.

Hefner memaparkan jalan panjang demokratisasi di masyarakat muslim Indonesia, yang tidak hanya dimulai dari masa Indonesia kontemporer. Melainkan jauh ke belakang menelusuri peradaban demokrasi yang sudah berkembang sejak wilayah ini diakui menjadi bagian dari carrefour (persimpangan) peradaban -meminjam istilah Denys Lombard.

Artinya, demokratisasi muslim Indonesia sesungguhnya bukan locus eksklusif hanya bagi muslim di Indonesia, melainkan juga menyangkut wilayah-wilayah lainnya yang terhimpun dalam wilayah Asia Tenggara. Sejak awal, wilayah ini memang dikenal sangat fleksibel terhadap penyatuan hal-hal yang berbeda yang datang dari luar, seperti Hinduisme, Budhisme, ajaran Cina, dan mistisisme Islam.

Kondisi demikian juga berlanjut sampai era modern, ketika kapitalisme kolonial, birokrasi negara, budaya cetak, reformasi Islam, dan gerakan kemerdekaan ditransformasikan ke dalam diri mereka. Yang menjadi pertanyaan, apakah keyakinan demokratisasi muslim di Indonesia yang dikemukakan Hefner itu menjadi kenyataan yang terus berlangsung setelah buku ini selesai? Sebab, demokratisasi di Indonesia justru dimatikan oleh pelaku-pelaku yang mengaku sebagai orang yang duduk pada beacon of democracy, seperti badan eksekutif, legislatif, dan juga yudikatif.



Kamis, 27 Maret 2014

Jual Buku Islam di Era Negara Bangsa / Robert W Hefner


Jual Buku Islam di Era Negara Bangsa  Penulis : Robert W. Hefner ,Tiara WacanaJudul Buku Islam di Era Negara Bangsa
Penulis : Robert W. Hefner dan Patricia Horvatich (editor)
Harga Rp 29.000 OFF
Penerbit : Tiara WacanaTahun : 2001
Ukuran : 14,5 x 21 cm, Isi BookPaper
Tebal : xii + 425 hlm
ISBN : 979-9340-24-1
Berat 0,5kg
Kondisi Bagus, Mulus, stok lama gudang.

Minat? sms.wa.089661162026 bbm 3300A029

Deskripsi
SEBAGIAN ulasan dari beberapa tema dalam kumpulan esai ini mungkin mengesankan beberapa hal untuk menolak semacam asumsi yang telah menyebar luas dalam masyarakat kita (Barat).

Pertama,solidaritas horizontal Muslim, etnis atau nasionalis Islam, adalah semodern seperti negara-bangsa, tempat Muslim tertanam. Bila sebagai sebuah cara hidup yang sempurna,kita harus mengakui nsebagai suatu jebakan kontemporer, lalu memperhatikan keberagaman posisi-posisi Islam mulai dari mereka yang mempertimbangkan komunitas-komunitas utopian hingga mereka yang menegaskan sakralisasi negara adalahsyirik.

Kedua, penggunaan publik atas simbol-simbol dan tempaan solidaritas-solidaritas sering merupakan bagian utama dari projek modern yang dijalankan seluruh negara. Kita telah melihat dalam kasus luasnya solidaritas Muslim Filipina yang digunakan sebagai basis partisipasi di negara modern, sebanyak seperti solidaritas etnis lain dimanapun.

Dengan begitu, buku ini lebih bersifat mendekonstruksi prsangka ilmiah (Barat) dalam melihat dan mengkaji fenomena Islam di Asia Tenggara.
Daftar Isi

Pendahuluan
Bagian I.Negara dan Identitas-Identitas Warga Negara
Bagian II.Kaum Reformis dan Reformisme
Bagian III.Muslim Awam
Penutup
Bibliografi
Indeks