Tampilkan postingan dengan label Posmodern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posmodern. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Jual Buku Sosiologi Ekonomi Pengarang : Dr. Bagong Suyanto

Jual Buku Sosiologi Ekonomi, Pengarang : Dr. Bagong Suyanto
Judul Buku Sosiologi Ekonomi
Pengarang : Dr. Bagong Suyanto
Harga Rp 63.000
Penerbit : Prenada Media
Halaman : 304
Cetakan : I
Ukuran : 13,5X20,5 cm
Kondisi Baru

Deskripsi
Berbeda dengan sosiologi ekonomi klasik yang fokus pada studi aspek produksi dan relasi budaya dengan perilaku ekonomi masyarakat, sosiologi ekonomi kontemporer lebih meletakkan titik tekan perhatiannya pada kekuatan industri budaya dalam memengaruhi konsumerisme. Karena itu, sosiologi ekonomi kontemporer juga mempelajari perubahan sosial-budaya yang terjadi di era masyarakat pasca-industri


Daftar Isi
Bab I Sosiologi Ekonomi Kontemporer di Era Masyarakat Post-Modernisme
Bab II Teori Kritis: Pijakan Kajian Sosiologi Ekonomi di Era Post-Modernisme
Bab III Kapitalisme, Neoliberalisme dan Globalisasi
Bab IV Masyarakat Konsumen
Bab V Gaya Hidup (Life Style) dan Budaya Konsumen
Bab VI Globalisasi, Mcdonalisasi, dan Glokalisasi
Bab VII Komoditas dan Komodifikasi
Bab VIII Hiper-Realitas, Simulakra, dan Konsumsi dan Masyarakat Post-Modern
Bab IX Iklan, Gaya Hidup dan Perilaku Konsumsi
Bab X Waktu Senggang dan Konsumsi Berlebih
Bab XI Memahami Perubahan Perilaku Ekonomi Masyarakat Post-Indistrial: Catatn Penutup

Jumat, 22 Mei 2015

Jual Novel Metamorfosis (kumpulan cerpen) Penulis: Franz Kafka


Jual Novel Metamorfosis (kumpulan cerpen), Penulis: Franz Kafka, Promethea, Judul: Metamorfosis (kumpulan cerpen)
Penulis: Franz Kafka
Harga: Rp. 80.000
Penerbit: Narasi
Tahun 2015
ISBN :978 979168 430 9
Tebal : xii+420hlm
Ukuran : 14x21
Kondisi: Baru

Metamorfosa merupakan salah satu cerpen terbaik Franz Kafka, mengisahkan suatu alienasi dengan gaya surealisme yang liar. Kisah mengenai pedagang keliling yang karena beban pekerjaannya begitu berat, di suatu pagi berubah menjadi seekor kecoa. Kafka dan karyanya memang patut dibaca
dan dikenang.
**
Pembacaan pertama membingungkan, kedua sedikit mengerti, ketiga geleng-geleng kepala. Seperti itukah kemauan Kafka? Novelet ini dibuka dengan kalimat menghentak yang legendaris:
Ketika Gregor Samsa pada suatu pagi terbangun dari mimpi buruknya, didapati dirinya di ranjang sudah berubah menjadi seekor kecoak raksasa.

Teks aslinya bahasa Jerman:
Als Gregor Samsa eines Morgen aus unruhigen Träumen erwachte, fand er sich in seinem Bett zu einem ungeheuren Ungeziefer Verwandelt.

Teks bahasa Inggris:
As Gregor Samsa awoke one morning from a troubled dream, he found himself transformed in his bed into a gigantic insekt.

Keterangan:
*ungeheure: makhluk raksasa, menakutkan.
*ungeziefer: binatang kecil yang mengganggu, menjijikan, (kumbang, kecoak, lalat)
*Nabakov membuat sketsa/lukisan binatang mirip kumbang atau kecoak.

Kejadian ini bukan dalam mimpi, melainkan sungguh diceritakan dalam hidup sang tokoh. Tapi mungkinkah realitas hidup manusia sehari-hari seperti itu?

Jual Metamorfosis (kumpulan cerpen), Penulis: Franz KafkaSetelah novelet usai ditulis, Kafka mengirim surat pada pacarnya Felice Bauer, ”Saya barusan menulis cerita yang menakutkan, judulnya `Die Verwandlung` kamu pasti akan takut. Tapi toh kamu akan berterima kasih, karena surat-surat saya sehari-harinya untukmu juga berisi ketakutan.” Belakangan Kafka menyesali profesi Samsa sedang melakukan perjalanan bisnis. Dia menyebut, karyanya bukan menggambarkan saat dalam mimpi, juga tidak menggambarkan pada saat manusia sudah sadar di alam nyata. Namun karyanya dia bayangkan pada masa “transisi” antara mimpi dan sadar.

Apa yang menjadi motif Kafka menulis dengan cara senekat itu? Dia ungkapkan pada kawannya Gustav Janouch (Gustav Janouch: Gespräche mit Kafka), “...binatang dengan kita sebagai manusia itu hubungannya lebih dekat. Inilah terali penjara. Justru hubungan dengan sesama manusia menjauh, sebaliknya hubungan dengan binatang lebih mudah. Setiap manusia hidup dalam penjara. Dia harus paham lingkungannya, sebab itu sekarang banyak orang menulis tentang binatang. Ini sebagai bukti ada semacam kerinduan pada kehidupan yang bebas dan kehidupan di alam. Manusia terlalu banyak mengeluh, sehingga fantasinya perlu pembebasan diri.”

Fabel seperti ini mengingatkan kita pada George Orwell dengan novelet satirnya berjudul Animal Farm. Bedanya Orwell menghidupkan binatang piaran bisa berbicara satu sama lainnya dan memberontak tuannya sendiri. Mungkin ini satir yang ditujukan untuk menyindir Stalin kala itu. Sebaliknya Kafka mengubah tubuh Samsa menjadi serangga dan tubuh serangga itu masih bisa berdialog layaknya manusia biasa.

Kalau Nabakov menganalisis, bahwa Kafka terpengaruh pandangan psikoanalisis Freud, atas problem kompleksitas keluarga, utamanya dengan ayahnya. Saya tertarik mengaitkan dengan Zarathustra-nya Nietzsche. Judul novelet ini dalam bahasa aslinya, Jerman “Die Verwandlung", dan diterbitkan tahun 1912. Jauh sebelumnya Nietzsche pada tahun 1883 sudah menulis dalam buku Also Sprach Zarathustra ada bab yang mirip, berjudul “Von Den Drei Verwandlungen“ (Dari Tiga Kali Metamorfosis). Hanya saja pada buku Zarathustra ini, Nietzsche menceritakan tiga periode metamorfosis. Pertama, dari jiwa menjadi onta. Kedua, dari onta menjadi singa. Ketiga, dari singa menjadi anak-anak. Nietzsche menggambarkan kehidupan jiwa itu bebas, kemudian kehidupan onta itu penuh beban mengangkut barang, serta kehidupan singa itu perkasa dan buas, terakhir kehidupan anak-anak itu kembali ke awal yang tak bersalah dan terlupakan.

Selain kemiripan judul di atas, saya masih tertarik dengan tokoh bernama Zarathustra yang berusia 30 tahun untuk mengembara ke alam pegunungan dan hutan. Ada semacam kesamaan objek pelarian antara Metamorfosis dan Zarathustra. Menurut Kafka proses perubahan tokoh Samsa menjadi serangga, sebagai sebuah bentuk pelarian ke kehidupan alam atau binatang. Nietzsche juga membawa tokoh Zarathustra ke alam pegunungan dan hutan. Dari dua contoh di atas terlihat objek alam sebagai tempat pencarian inspirasi proses kreatif pengarang.

Selanjutnya Nietzsche yang sudah pernah belajar ajaran Buddha menghasilkan fantasi kritis, menurutnya manusia berasal dari cacing. Dan seharusnya manusia itu menjadi Übermensch. Tapi masih ada manusia yang tetap jadi cacing. Atau awalnya manusia itu dari kera, tapi sekarang manusia hidupnya melebihi kera dari kera manapun. Sosok manusia perkasa atau Übermensch yang diimpikan Nietzsche, semata-mata untuk meneguhkan kembali jiwa manusia supaya lebih kuat dan tegar. Berseberangan dengan itu, Kafka membuat tokoh Samsa justru terpuruk rapuh. Samsa bangun saja tidak mampu. Batok keras di pundaknya sangat berat. Samsa yang sudah berubah menjadi seekor serangga itu hanya berani menengok keluarganya, di saat malam hari. Singkat kata, Nietzsche menghendaki manusia itu kuat, sebaliknya Kafka menggambarkan betapa lemah hidup manusia mengikuti gejolak zaman. Tak heran, bila dua diktator fasis Mussolini dan Hitler, bukan mengidelokan Kafka, namun Nietzsche. Kedua diktator ini telah membiayai pemugaran rumah sekaligus museum Nietzsche di kota Weimar, Jerman. Mungkin kedua diktator itu menginginkan bangsanya menjadi Übermensch. Bangsa kelas unggul di antara bangsa-bangsa lain. James Joyce dalam Ulysses memelesetkan Übermensch menjadi Superman.

Kembali ke kisah tragis pada Metamorfosis. Nasib Samsa sungguh tersiksa dan makin tak berdaya. Samsa yang berubah wujud menjadi serangga ini tak mampu lagi berjalan. Kedua antena di kepala basah kena lendir. Punggungnya sakit luar biasa. Ketika jadwal kereta api mendekati berangkat, Samsa masih terus menyanggupi, ”sebentar, sebentar akan datang.”

Grete, adik perempuan Samsa, identik dengan adik perempuan Kafka bernama Ottla. Kafka sangat suka dengan adiknya, juga suka dengan ibunya. Tapi Kafka dalam hidupnya takut dengan ayahnya. Sebab itu pada cerita ini, ketika ayahnya Samsa mendekat kamar yang masih terkunci dari dalam, Samsa ketakutan. Sebaliknya, ketika Grete, adiknya atau ibunya mendekat, Samsa senang. Bukankah Kafka mengaku menulis berdasar buku harian? Niscaya kisahnya berangkat dari keluarga di buku harian.

Perasaan konyol yang dialami Samsa terus berkecamuk. Pada akhirnya Samsa sembunyi di bawah kolong sofa, karena kamarnya akan dibersihkan pembantu. Bahkan ketika para penghuni rumah tidur malam, Samsa yang sudah menjadi serangga itu keluar mencari makan roti di kamar lain.

Menariknya Kafka dalam cerita ini sama sekali tidak menghubungkan dengan dunia mistik, melainkan sampai akhir cerita, tetap bertahan, bila serangga itu tetap ada di kamar, sehingga semua keluarganya memahami akan peristiwa naas itu. Selama dua bulan makannya tak teratur dan tubuhnya terluka kena pecahan botol. Di sela-sela kisah yang mencekam, Kafka masih bisa membuat lelucon. Suatu saat datanglah pembantu membawa sapu menyodok tubuh Samsa yang terbungkus selimut. Tapi Samsa tak bergerak. Ternyata dia telah mati.

Ritme cerita sangat rapat dan dinamis. Bahkan seperti catatan perjalanan yang dikisahkan dari hitungan menit ke menit. Tak ada lompatan cerita yang besar dan jauh. Nuansa dibangun dengan konsentrasi satu arah ke sosok Samsa yang lemah. Lokasi tetap berada di rumah sendiri. Untuk membantu pemahaman novelet ini, ada baiknya membaca buku yang lain, utamanya berjudul Brief an den Vater (Surat untuk Ayah). Di buku itu akan terasa sekali, betapa Kafka sangat takut pada ayahnya.

Metamorfosis ini tercatat sebagai satu-satunya karya Kafka yang paling banyak mendapat sambutan publik. Tak sampai di situ, bahkan banyak penulis dunia terinspirasi oleh novelet ini. Salah satu karya yang benar-benar diakui meniru Metamorfosis berjudul “Salto Mortale” (Lompatan Kematian) karya Milo Dor, sastrawan Yugoslavia yang tinggal di Jerman. Milo Dor mengisahkan seorang pimpinan redaksi media, di suatu pagi bangun tidur, ruhnya lepas dari tubuhnya. Alhasil ruh itu terus berangkat kerja, namun kawan sekantor tak ada yang melihatnya.

Lepas dari pengaruh ketenaran Kafka. Saya merasakan, untaian kata per kata hampir tak ada yang sia-sia. Beberapa kalimat yang meninggalkan kesan lembut sebagai berikut:
Ibu bicara sangat pelan sekali, seperti orang berbisik.
Malam hari ibu menjahit pakaian untuk dijual di toko, dan adik belajar steno untuk keperluan kerjanya, sedang ayah bangun dan mengajak tertawa, tapi ibu dan adik capai untuk tertawa.
Mulutnya disumbat tangannya.
(Sigit Susanto)

Jual Novel Kitab Lupa Gelak Tawa, Milan Kundera

Jual Buku Kitab Lupa dan Gelak Tawa, Penulis: Milan KunderaJudul: Kitab Lupa dan Gelak Tawa
Penulis: Milan Kundera
Harga: Rp. 75.000
Penerbit: NARASI -Promethea,
Tahun 2015
Tebal: 404hlmn
Kondisi: Baru

"Sebuah buku yang sangat menarik dan sangat penting, yang mengajarkan pada kita bahwa jika kita mati, maka yang akan hilang dari kita bukanlah masa depan, tetapi masa lalu. Menurut saya Kundera adalah salah satu penerus Gogol dan Kafka pada zaman modern."
(Carlos Fuentes)

Milan Kundera lahir di Brno, Cekoslowakia tahun 1929. Masuk Partai Komunis Ceko tepat setelah perang dunia II, kemudian keluar dari partai setelah insiden Februari 1948 (Pengambil alihan Praha). Menjadi Profesor di Prague Institute for advanced cinematographic studies. Kumpulan ceritanya Laughable Loves dicetak di praha, 1968, juga Novel pertamanya The Joke.

Setelah invasi Rusia pada agustus 1968, dia kehilangan pekerjaannya dan buku-bukunya dicekal. Tahun 1975 bersama istrinyaia menetap di prancis. Menanggapi terbitnya novel Kitab Lupa dan Gelak Tawa, pemerintah ceko mencabut kewarganegaraannya. Novel-novel lainnya yang dilarang terbit adalah Life is Elsewhere dan The Farewell Party.

Selasa, 24 Maret 2015

Jual Buku Globalisasi Budaya / Francois Chaubet

Jual Buku Globalisasi Budaya, Francois Chaubet
Globalisasi Budaya, Seri Panduan
(Judul Asli : Que Sais-Je? La mondialisation culturelle)
Penulis : Franois Chaubet,
Harga Rp 50.000 dari  Rp 60.000
Penerbit : Jalasutra
Terbit : Januari 2015
Tebal : xvi + 136 hlm.
Ukuran 12 x 19 cm
Berat : 350gram

Selasa, 16 Desember 2014

Jual Buku MALE ORDER, Menguak Maskulinitas / Rowena Chapman dan Jonathan Rutherford

Jual Buku MALE ORDER Menguak Maskulinitas Rowena Chapman dan Jonathan Rutherford, Jalasutra,
Buku MALE ORDER Harga Rp 133.000

Menguak Maskulinitas
Rowena Chapman dan Jonathan Rutherford
Penerbit Jalasutra Terbit Nopember 2014
Ukuran 15x23
Kertas Paperback
978-602-8252-88-1

Male Order, Menguak Maskulinitas
Editor: Rowena Chapman dan Jonathan Rutherford

Kumpulan esai dalam buku ini mengeksplorasi perubahan makna dari konsep maskulinitas dalam pelbagai ranah maupun domain: rumah, tempat kerja, politik, dan hubungan. Buku ini berupaya untuk menanggalkan mitos seputar isu maskulinitas dan kuasa laki-laki; mengemukakan pentingnya pemahaman terhadap isu maskulinitas untuk bisa memahami politik dan perubahan yang terjadi. Beragam tema seputar laki-laki dan maskulinitas dibahas dari perspektif analisis kiri termasuk  keraguan yang berkembang mengenai apa makna menjadi laki-laki hari ini, dan  juga konsep  ‘Laki-laki Baru.’ Male Order menyumbang sebuah kontribusi yang berpengaruh dalam perdebatan dalam domain politik seksual.

“Sebuah eksplorasi perseptif terhadap teritori maskulinitas kontemporer beserta beragam bentuk penyangkalannya”—Stuart Hall

DAFTAR ISI

Ucapan Terima Kasih vii

Jonathan Rutherford dan Rowena Chapman
Pengantar: Derap Maju Laki-laki yang Terhenti ix

Jonathan Rutherford
Siapakah Laki-laki Itu? 1

Lynne Segal
Menoleh Penuh Amarah: Laki-laki Tahun 1950-an 55

Kobena Mercer dan Isaac Julien
Ras, Politik Seksual, dan Maskulinitas Kulit Hitam: Sebuah Catatan 89

Suzanne Moore
Memanfaatkan Liyan: Mucikari Postmodernisme 163

Frank Mort
Laki-laki Petualang? Maskulinitas, Gaya, dan Budaya Populer 195

Rowena Chapman
Penipu Ulung: Variasi Tema Laki-laki Baru 231

Diskusi Meja Bundar
Mengobati Sakit Hati Sosialisme 259

Victor J. Seidler
Fathering, Otoritas, dan Maskulinitas 285

Cynthia Cockburn
Maskulinitas, Kiri dan Feminisme 319

Tentang Kontributor 351


Ucapan Terima Kasih
Dorongan untuk menulis buku ini muncul pada konferensi ‘Men. Breaking Out – a Sexual Politics for the 90s’ tahun 1987, yang diselenggarakan di bawah naungan Marxism Today. Semua esai dalam buku ini ditulis oleh orang-orang yang dengan caranya masing-masing turut berpartisipasi dalam konferensi itu.

Buku ini adalah bagian dari sebuah proses – penulisan esai-esai ini sendiri telah menimbulkan perbincangan dan perdebatan di antara sebagian penulis: buku ini tidak bermaksud mewakili semacam konsensus atas hubungan antara maskulinitas dan proyek sosialis. Bagaimanapun juga, kami berharap buku ini akan berkontribusi pada meluasnya perdebatan dan diskusi mengenai politik seksual.

Kami ingin berterima kasih kepada semua kawan dari Breaking Out Collective, karena tanpa mereka, meski ini mungkin terdengar berlebihan, buku ini tidak mungkin dapat ditulis: Sioned-Mair Richards, Greg Clarke, Dave Kitson, Mary Braithwaite, Graham Sutton, dan John Tosh. Terima kasih kepada Komite Penasehat Perempuan Communist Party yang telah meminjamkan dana untuk membiayai agenda ini. Buku ini telah menjadi bagian dari kehidupan kami sehari-hari di rumah, dan kami ingin berterimakasih kepada teman-teman dan orang-orang yang tinggal dengan kami. Kami ingin berterimakasih kepada Jilly Greaves, Mark Perryman, Frances Angela and Dick Holti, yang telah mendengarkan kisah-kisah krisis personal dan intelektual kami, juga mengenai gagasan-gagasan kami. Dan untuk Keir yang akan berusia enam tahun ketika buku ini diterbitkan.

Minggu, 19 Oktober 2014

Jual Buku Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer / Stevi Jackson dan Jackie Jones

Jual Buku Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer, Stevi Jackson dan Jackie Jones
Judul : Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer
Harga Rp 86.000 TERJUAL JKT 21/11/14
Penulis : Stevi Jackson dan Jackie Jones (ed.)
Cetakan : I, 2010
Tebal : 460 halaman
Ukuran : 15 x 21 cm
ISBN : 978-602-8252-13-3

Deskripsi:
Peta multidisipliner pemikiran feminis ini merupakan teks yang ideal untuk bahan diskusi di ruang kelas. Buku ini membahas: teori sosial feminis, teori feminis dan perubahan ekonomi, teori politik feminis, yurisprudensi feminis, feminisme dan antropologi, feminisme kulit hitam, teori feminis postkolonial, teori lesbian, Membentuk teori gender dan seksualitas, teori bahasa feminis, teori feminis psikoanalisis, Postmodernisme dan feminisme, teori sastra feminis, teori media dan feminis, teorisasi personal dengan penggunaan autobiografi dalam penulisan akademis, kajian perempuan.

Daftar Isi
Bab 1
Berpikir untuk Diri Sendiri:
Sebuah Pengantar Menuju Teoresasi Feminis 1
Stevi Jackson dan Jackie Jones
Konteks Historis 5
Tema-tema Umum dan Perdebatan Penting 12
Rujukan 17

Bab 2
Teori Sosial Feminis 21
Stevi Jackson
Feminisme dan Marxisme 22
Hubungan Produksi: Kapitalis atau Patriarkal? 26
Hubungan Reproduksi dan Kontrol terhadap
Seksualitas Perempuan 32
Ideologi, Wacana, dan Pembalikan ke Arah Budaya 37
Teoresasi Keberagaman dan Kompleksitas 41
Teori Sosial Feminis pada 1990-an 43
Rujukan 49
Bacaan Lebih Lanjut 55

Bab 3
Teori Feminis dan Perubahan Ekonomi 57
Lisa Adkins
Pengantar 57 Individualisasi, Tradisionalisasi, dan Ekonomi 60
Tradisionalisasi Ekonomi? 64
Genderisasi Produksi Refleksif 68
Tradisionalisasi Berdasar Gender? 69
Perempuan Sosial, Laki-laki Tidak Sosial? 73
De-materialisasi Kerja dan Produktivitas Baru 75
Kesimpulan 78
Rujukan 79
Bacaan Lebih Lanjut 83

Bab 4
Teori Politik Feminis 85
Elizabeth Frazer
Politik dan Gender 85
Feminisme: Gerakan Politik dan Teori Politik 88
Basis Pemerintahan yang Sah 92
Kembali pada Politik 97
Rujukan 102
Bacaan Lebih Lanjut 105

Bab 5
Yurisprudensi Feminis 107
Jane Scoular
Pengantar 107
Watak Dasar Hukum—Melibatkan Diri
dengan Hukum Liberal 108
Kritik Feminis terhadap Rasio 109
Yurisprudensi Feminis Radikal 113
Pengaruh Posmodernisme 117
Rujukan 122
Bacaan Lebih Lanjut 124

Bab 6
Feminisme dan Antropologi 127
Penelope Harvey
Hubungan yang Ganjil 127
Antropologi Feminis pada 1970-an 132
Konstruksi Kultural Perbedaan Gender 133
Tubuh 136
Subjektivitas yang Kompleks 138
Etnografi Feminis 140
Kesimpulan 141
Rujukan 142
Bacaan Lebih Lanjut 146

Bab 7
Feminisme Kulit Hitam 149
Kadiatu Kanneh
Rujukan 166
Bacaan Lebih Lanjut 167

Bab 8
Teori Feminis Poskolonial 169
Sara Mills
Teori Poskolonial 171
Menggambarkan “Perempuan” Kolonial/Imperial 173
Keterlibatan Perempuan Inggris dalam Kolonialisme180
Subjek Subaltern 182
Masa Depan 188
Rujukan 189
Bacaan Lebih Lanjut 192

Bab 9
Teori Lesbian 193
Caroline Gonda
Rujukan 216
Bacaan Lebih Lanjut 222

Bab 10
Membentuk Teori Gender dan Seksualitas 225
Stevi Jackson
Konsep Gender 227
Mempersoalkan Pembedaan Jenis Kelamin-Gender 229
Perspektif Materialis dan Posmodern
mengenai Gender 231
Gender dan Seksualitas 239
Queer, Transgresi Gender, dan Tubuh 243
Rujukan 245
Bacaan Lebih Lanjut 249

Bab 11
Teori Bahasa Feminis 251
Deborah Cameron
Bahasa yang Seksis 253
Perempuan dan Laki-laki Berbicara 263
Kesimpulan: Berpikir Global, Bertindak Lokal 270
Rujukan 271
Bacaan Lebih Lanjut 273

Bab 12
Teori Feminis Psikoanalisis 277
Sue Vice
Freud dan Psikoanalisis 278
Freud dan Perempuan 281
Klein dan Keibuan (Maternal) 284
Jacques Lacan 288
Teori Feminis Prancis: Irigaray dan Kristeva 289
Penyamaran dan Penampilan 292
Femininitas Esensial 294
Kesimpulan 296
Rujukan 297
Bacaan Lebih Lanjut 301

Bab 13
Posmodernisme dan Feminisme 303
Patricia Waugh
Posmodernisme dan Feminisme: Sejarah Singkat 304
Peta Posmodernisme 310
Posmodernisme Kuat 311
Feminisme Posmodernisme Kuat:
dari Lyotard ke Haraway 315
Posmodernisme Lemah 321
Feminisme dan Posmodernisme Lemah 324
Rujukan 328
Bacaan Lebih Lanjut 330

Bab 14
Teori Sastra Feminis 331
Maggie Humm
Pengantar 331
Teori Sastra Feminis dari 1970 sampai Sekarang 333
Rujukan 356
Bacaan Lebih Lanjut 361

Bab 15
Teori Media dan Film Feminis 363
Sue Thornham
“Suatu anakronisme yang dapat membuat kita sakit” 364
Perempuan sebagai Tanda 366
Kenikmatan Visual 370
Penonton Perempuan 373
Menegosiasikan yang Populer 377
Dari Penonton ke Pemirsa 380
Melampaui Gender 385
Arah-arah Baru? 387
Rujukan 389
Bacaan Lebih Lanjut 393

Bab 16
Menteorikan yang Personal: Penggunaan Autobiografi
dalam Tulisan Akademis 397
Vicki Bertram
“Efek Otoritas” 400
Pelbagai Keberatan 402
Autobiografi sebagai Data 404
Dua Gambaran Mengenai Teoresasi Materi Personal 411
Beberapa Keberatan 413
Kesimpulan 415
Rujukan 418
Bacaan Lebih Lanjut 420

Bab 17
Kajian Perempuan 423
Mary Maynard
Kritik Feminis atas Pengetahuan Laki-laki 425
Isi dan Praktik Kajian Perempuan 428
Perubahan Sifat Teori Feminis dalam
Kajian Perempuan 433
Menatap ke Depan 437
Rujukan 439
Bacaan Lebih Lanjut 442
Para Penulis 443
Indeks 449

Jual Buku Tatapan Perempuan, Perempuan Sebagai Penonton Budaya Populer / Lorraine Gamman dan Margaret Marshment

Jual Buku Tatapan Perempuan, Perempuan Sebagai Penonton Budaya Populer, Penulis: Lorraine Gamman dan Margaret Marshment
Buku Tatapan Perempuan, Perempuan Sebagai Penonton Budaya Populer
Harga Rp 60.000
Penulis: Lorraine Gamman dan Margaret Marshment (ed.)
Cetakan: Pertama, Oktober 2010
Kategori: Cultural Studies, Feminisme
Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: viii 308 hlm
ISBN: 978-602-8252-45-4

Apakah cuma lelaki yang memandang? Apa yang terjadi jika perempuan yang menjadi pengamat? Apa yang terjadi jika perempuan memandang perempuan?
esai-esai tentang budaya populer yang terdapat dalam buku ini mengupas berbagai kontradiksi dan kemungkinan dalam citra baru perempuan-perempuan perkasa seperti Cagney dan Lacey, Edwina Currie atau Madonna. Apakah Alexis Carrington memang mewakili sisi liar perempuan atau sekadar contoh lain dari seks yang dikaitkan dengan kapitalisme? Dan apa yang telah dilakukan oleh film Spielberg pada The Color Purple?
Apakah pandangan perempuan dibuat untuk memenuhi ideologi ‘lelaki’ seperti ‘undang-undang’ atau etika kerja Protestan? Atau, apakah tindakan kepenontonan perempuan yang aktif adalah sesuatu yang sulit dihadapi bahkan bagi kritik film feminis?
Kedua penyunting naskah asli buku in iadalah dosen bidang kajian perempuan, Lorraine Gamman mengajar di Middlesex Polytechnic dan Margaret Marshment mengajar di University of Kent.

Buku ini membahas
1. Mengamati Sang Detektif; Teka-teki Tatapan Perempuan
2. Perempuan Terpandang
3. Lihatlah Dirimu, Nak!
4. The Color Purple: Mempertahankan Akhir yang Bahagia
5. Lolita Bertemu Serigala: The Company of Wolves
6. Lace: Pornografi untuk Perempuan?
7. Joan Collins dan Sisi Liar Perempuan: Mengupas Kenikmatan dan Representasi
8. Mati-matian Mencari Perbedaan
9. Pandangan Kaum Kulit Hitam
10. Status Perempuan yang Bekerja di Perfilman dan Pertelevisian
11. Mengeruk Keuntungan dari Takhayul Iklan dan Pelbagai Hal yang Dianggap Tabu Ketika Menstruasi
12. Sudikah Bergabung dengan Saya dalam Dansa Tanggo Tingkat Tinggi? Posmoderisme dan ‘Perempuan Baru’
13. Feminisme dan Politik Kekuasaan: Sebenarnya, Tatapan Siapa?

Tentang Para Kontributor
Suzanne Moore sedang melakukan penelitian untuk gelar PhD-nya tentang teori kenikmatan di Middlesex Polytechnic. Di sana ia juga mengajar secara paruh waktu Cultural Studies. Ia juga mengajar di St Martin’s School of Art dan bekerja sebagai jurnalis dan penulis lepas.
Andrea Stuart adalah jurnalis lepas, bekerja di penerbitan dan sekarang adalah anggota perkumpulan Spare Rib.
Maggie Anwell bekerja di bagian proyek penelitian nasional yang meneliti kondisi seni dalam pendidikan. Ia terlibat dalam komunitas seni, pendidikan, dan teater selama dua puluh tahun terkahir ini, termasuk bekerja untuk Open University (Universitas Terbuka) bidang Seni dan Lingkungan.
Avis Lewallen sedang menyelesaikan gelar MA dalam bidang Kajian Perempuan di University of Kent, menulis tentang seksualitas, fiksi, dan feminisme. Ia juga menulis dalam antologi cerita pendek Angela Carter ,The Bloody Chamber dan dalam buku Perspective on Pornography: Sexuality in Literature and Film, yang disunting oleh Gary Day dan Clive Bloom, diterbitkan Macmillan, Musim Gugur 1988.
Belinda Budge mengajar secara paruh waktu dalam bidang Kajian Perempuan dan Kajian Film serta menyelesaikan gelar PhD di Middlesex Polytechnic dengan meneliti kemunculan sinema perempuan independen di Inggris pada 1980-an.
Jackie Stacey adalah mahasiswa PhD di Centre for Contemporary Cultural Studies, University of Birmingham, meneliti perdebatan feminis tentang kepenontonan (spectatorship) dan sinema Hollywood di tahun empat puluhan dan lima puluhan. Ia mengajar Kajian Film, Kajian Perempuan, serta Kajian Lesbian dan Gay pada orang dewasa maupun yang berpendidikan tinggi.
Jacqui Roach adalah jurnalis lepas dan bekerja penuh waktu sebagai Pejabat Pers dan Publisitas di The Women’s Press.
Petal Felix sedang menjelajahi Afrika dan bekerja sebagai jurnalis lepas.
Anne Ross Muir adalah sutradara televisi lepas, yang bekerja di pelbagai macam produksi, termasuk berita, berita hangat terkini, dokumenter, dan doku-drama, baik di Inggris maupun di Amerika. Ia adalah penulis A Women’s Guide to Jobs in Film and Television (Pandora, 1987).

Kamis, 21 Agustus 2014

Minggu, 20 Juli 2014

Jual Buku DERRIDA Derrida /Muhammad Al Fayyadl

Jual Buku DERRIDA Derrida  Muhammad Al Fayyadl
Judul : Derrida
Penulis : Muhammad Al-Fayyadl
Harga Rp 70.000
Pengantar : Goenawan Muhammad
Tebal : xxx + 244 halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : 979-8451-30-9
Terbit : Cet I, Agustus 2005
Kondisi Baru
   Dekonstruksi Derrida adalah kritik terhadap logosentrisme, yaitu sistem pemikiran yang menghasratkan sesuatu yang tunggal, total, final, abadi. Sejak zaman Yunani klasik hingga modern, logosentrisme atau angan adanya Logos atau Kebenaran atau Tuhan (metafisika kehadiran) memang kukuh mendominasi pemikiran Barat. Sebab itu, wajar kritik terhadapnya menuai cerca.

Pembacaan yang dilakukan Derrida berusaha membongkar hegemoni tafsir yang menghasratkan ketunggalan, berupaya mengguncang pemaknaan dominan atas teks. Bagi Derrida, setiap teks mempunyai dunianya sendiri yang kaya. Pusat teks ada di mana-mana. Dunia teks yang demikian terlalu reduktif bila mesti dimaknai dengan satu atau beberapa makna dominan, yang pada gilirannya memandulkan lahirnya pemaknaan lain. Kekayaan teks, bagi Derrida, terletak pada kekayaannya mengandung kembaran makna dan kebergantian makna-makna tersebut—dalam artian tidak ada maknanya yang final. Selamat di datang didunia baru; dunia yang terhindar dari mainstream tatanan lama.






Jumat, 11 Juli 2014

Jual Buku Order Of Thing / Michael Foucault

Jual Buku Order Of Thing / Michael Foucault
Judul Buku Order Of Thing, Arkeologi Ilmu Ilmu kemanusiaan
Penulis Michael Foucault
Harga Rp 130.000
Penerbit Pustaka Pelajar
Kertas Hvs,
Ukuran 16 x23
Tebal 520hlm
Berat 900gram
Kondisi seken, lumayan, 1buah

 Foucault menjelaskan secara sistematis tentang prinsip-prinsip analisis yang menginformasikan studi awalnya tentang kegilaan, obat-obatan untuk kesehatan, dan ilmu pengetahuan manusia. Ia menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk membebaskan sejarah pemikiran dari subyektivitas, untuk membersihkannya dari semua kecintaan pada diri sendiri yang sudah sangat keterlaluan, dan untuk membebaskannya dari putaran asal muasal yang hilang.

Pernyataan ini, dengan kombinasi yang berasal dari keberlebihan dan ketidakjelasan, merupakan gaya tipikal Foucault dengan memperkirakan kesulitan penafsiran diskursusnya ke dalam istilah lain.

Selasa, 08 Juli 2014

Kamis, 03 Juli 2014

Jual Buku PSIKOLOGI & POSMODERNISME/ Steinar Kvale



Judul: PSIKOLOGI & POSMODERNISME
Penulis:STEINAR KVALE
Tebal xii+376hlm
Penerbit Pustaka Pelajar
Kondisi Baru
Harga Rp 55.000

Selasa, 24 Juni 2014

Senin, 23 Juni 2014

Jual Buku Semiotika dan Hipersemiotika Kode, Gaya & Matinya Makna/ Yasraf Amir Piliang

Judul : Semiotika dan Hipersemiotika
Kode, Gaya & Matinya Makna
≈ Yasraf Amir Piliang
Detail Produk
ISBN: 9786029876215
Agustus 2012
Penerbit: Pustaka Makmur
Ukuran: 15 x 24 cm
Halaman: 430
Bahan: Book Paper
Berat: 427 gram
Harga Rp. 89.000

Ulasan Editorial
Buku ini dimulai dari definisi semiotika oleh Umberto Eco yang mengatakan bahwa semiotika “pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta.” Definisi Eco ini meski sangat mencengangkan banyak orang –secara eksplisit menjelaskan betapa sentralnya konsep dusta didalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri. Lebih lanjut Eco mengemukakan: “Bila sesuatu tidak dapat digunakan untuk mengungkapkan dusta, maka sebaliknya ia tidak dapat pula digunakan untuk mengungkapkan kebenaran: ia pada kenyataannya tidak dapat digunakan untuk “mengungkapkan” apa-apa. Saya piker definisi sebagai teori kedustaan sudah sepantasnya diterima sebagai program komprehensif untuk semiotika umum.

Terkait definisi itu, Yasraf mengembangkan konsep hipersemiotika, meski pun tidak dengan sendirinya hipersemiotika dapat diartikan sebagai teori kedustaan. Awalan hipersemiotika - yang bermakna melampaui – memperlihatkan bahwa hipersemiotika bukan sekedar teori kedustaan, akan tetapi teori yang berkaitan dengan relasi-relasi lainnya yang lebih kompleks antara tanda, makna, dan realitas, khususnya relasi simulasi. Dari pembahasan tersebut, Yasraf  lalu menerapkan kajiannya untuk membedah gaya, kode hingga matinya makna, dan ditutup dengan penerapan semiotika dalam metode penelitian interpretatif, iklan, agama, dan cultural studies pengkajian tanda.

Buku ini, sebagai suatu buku utuh, berhasil memperlihatkan secara menyeluruh dan secara rinci tentang (bahasan)nya. Pemaparan deskriptif informative nyaris leksikografis, yang menuntut ketekunan cermat ini, sangatlah berharga sebagai suatu tahapan dasar untuk melakukan refleksi lebih mendalam dan substansial selanjutnya atas kipra peradaban mutakhir dunia kita ini.


Jual Buku Dunia Yang Dilipat/Yasraf A Piliang

Jual Buku Dunia Yang Dilipat/Yasraf A Piliang
Judul Dunia Yang Dilipat
Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan, edisi 3+ DVD
≈ Yasraf Amir Piliang
Penerbit: Pustaka Matahari
ISBN: 9786029876208
April 2011
Ukuran: 15,5 x 24
Halaman: 508
Bahan: Bookpaper
Berat: 400 gram
Kondisi Baru
Harga Rp 85.000
Ulasan Editorial
Bayangkan bahwa dunia itu sepeti selembar kertas. Bagai seorang ahli origami, Lipatlah kertas menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya, sampai pada satu titik kertas itu tidak bisa dilipat lagi, bagaimanapun dilakukan. Kertas itu tidak dapat dilipat lagi disebabkan ada batas kemampuan struktur kertas tersebut yang menahan perubahan dirinya.

Review:
Dunia kini memasuki suatu realitas baru, realitas yang tercipta akibat pemadatan, pemampatan, peringkasan, pengecilan, dan percepatan dunia. Semua ini adalah sebuah dunia yang dilipat, yang didalamnya berbagai sisi dunia tampil dengan wajahnya yang baru. Ensiklopedi puluhan jilid yang memenuhi lemari buku kini dapat dipadatkan dalam satu CD, menulis surat ke luar negeri yang dulu memakan waktu berbulan-bulan kini dapat diperpendek dalam hitungan detik lewat e-mail.

Buku ini mencoba mengungkap cermin dari dunia yang telah melampuai batas-batas yang seharusnya tidak dilaluinya, yang menciptakan sebuah wajah baru kebudayaan yang tak terbayangkan, tak terpikirkan, dan tak terimajinasikan sebelumnya.
Pada tahun 1998 buku ini pernah diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan langsung mendapat banyak sambutan serta memberikan banyak inspirasi bagi peminat cultrural studies. Kali ini Penerbit Jalasutra menerbitkannya kembali dengan tambahan berbagai tulisan baru sehingga membuat buku ini tetap relevan hingga kini.

@h_tanzil
Dimuat di djakarta! magazine ed...

Sabtu, 21 Juni 2014

Jual Buku Falsafah Kalam di era posmodernisme / Amin Abdullah

Jual Buku FALSAFAH KALAM DI ERA POSMODERNISME, Penulis AMIN ABDULLAH
Buku FALSAFAH KALAM DI ERA POSMODERNISME
Penulis AMIN ABDULLAH
Harga Rp 45.000 OFF
Penerbit PUSTAKA PELAJAR
Tebal xii+296hlm
Terbit : I, 2004
Kondisi : Baru, Segel

Nabi Muhammad SAW bukanlan seorang Mutakalim atau teolog, tetapi dalam sejarah pemikiran peradaban Islam sepeninggal Nabi muncul beberapa aliran Teolog/Kalam seperti Mu'tazilah, Asy'ariyah ataupun Maturidiyah. Ketiga aliran tersebut merupakan tonggak sejarah pemikiran dari khasanah intelektual klasik sampai sekarang.

Buku ini berupaya mengangkat kembali diskursus diseputar Ilmu Kalam dengan kemungkinan pengembangannya sesuai tantangan dan tuntutan historisitas kemanusiaan yang melingkarinya. Aktualisasi, kontektualisasi dan perumusan kembali persoalan-persoalan ketuhanan dalam Islam yang lebih terkait dengan realitas historisitas masyarakat modern, bahkan pada saatnya akan masuk dalam era postmodern. Dengan kata lain, bagaimana mengubah wajah konspsi Kalam yang selama ini terkesan defensif dengan hanya bersandar dan mempertahankan konsepsi-konsepsi lama yang telah mapan kearah perumusan yang lebih hidup, segar, menyentuh, fleksibel dan sekaligus tanggap terhadap persoalan ketuhanan dan keberagaman masa kini yang berubah-ubah. ~abrory - reviewer~