Tampilkan postingan dengan label TERJUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TERJUAL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2016

Demian, Penulis : Herman Hesse 2001

Judul : Demian ||langka|
Penulis : Herman Hesse TERJUAL JAKARTA 16/1
Penerbit : Mata angin.
Cetakan Pertama 2001.
Tebal : 255 Halaman
Kondisi : baik, bukan bekas

Rabu, 30 September 2015

Penghancuran PKI oleh Olle Tornquist

Jual Buku Penghancuran PKI  oleh Olle Tornquist
Penghancuran PKI
oleh Olle Tornquist
Harga Rp 150.000 TERJUAL
Terbit : Oktober 2011
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Komunitas Bambu
Halaman : 416
Dimensi : 155 mm x 240 mm

Selasa, 18 Agustus 2015

Jual Buku Aksi Massa Penulis: Tan Malaka (Teplok Press)

Jual Buku Aksi Massa Penulis: Tan Malaka (Teplok Press)Judul: Aksi Massa
Penulis: Tan Malaka
Harga Rp 65.000 OFF TERJUAL JAKARTA 19/8
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: xvii + 164 Halaman
Dimensi: 15 x 21 Cm
Penerbit: Teplok Press, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 2000
Kondisi: Bagus

Jumat, 07 Agustus 2015

Jual Buku Menepis Standar Ganda:Membangun saling pengertian muslim-kristen, Penulis Hugh Goddard

Jual Buku Menepis Standar Ganda:Membangun saling pengertian muslim-kristen,  Penulis Hugh GoddardJudul Menepis Standar Ganda:Membangun saling pengertian muslim-kristen
Harga Rp 70.000 off TERJUAL
Penulis : Hugh Goddard; Ali Noer Zaman;
Penerbit: Qalam
Tahun : 1995
Bahasa : INDONESIA
Tebal : xv,288 hlm.;21 cm
Kondisi : stok lama, bukan bekas, sampul bagus, isi utuh bersih

Senin, 03 Agustus 2015

Jual Buku Suppressed Inventions & Other Discoveries (Soft Cover)Kisah Nyata Penyembunyian Ilmu Pengetahuan & Pemusnahan Temuan Brilian Lainnya oleh Jonathan Eisen

Jual Buku Suppressed Inventions & Other Discoveries (Soft Cover)Kisah Nyata Penyembunyian Ilmu Pengetahuan & Pemusnahan Temuan Brilian Lainnya oleh Jonathan Eisen
Judul Suppressed Inventions & Other Discoveries (Soft Cover)Kisah Nyata Penyembunyian Ilmu Pengetahuan & Pemusnahan Temuan Brilian Lainnya
oleh Jonathan Eisen   
Harga     :     Rp. 125.000 terjual
Sampul     : Soft Cover
ISBN13     : 9786028801126
Terbit     : Juni 2010
Penerbit: Ufuk Press   
Halaman : 604
Dimensi : 150 mm x 230 mm



Deskripsi:
Seorang peneliti yang menemukan penyembuhan revolusioner untuk AIDS, telah dipenjara tanpa sebab. Artefak-artefak berharga menghilang secara misterius di institusi arkeologi terkenal dengan alasan salah tempat. Tiga orang astronot tewas dalam sebuah kebakaran mencurigakan setelah menyuarakan kritik terhadap program luar angkasa Amerika. Akan tetapi, sebuah agensi terkuat dunia dengan mudahnya menganggap semua itu hanyalah teori konspirasi. Mereka pun menguburnya dalam bank data. Buku ini mengungkap bukti-bukti menakjubkan yang dibuat demi kepentingan perusahaan, keangkuhan pengetahuan, dan kekuatan politik untuk membatasi pengetahuan kita akan berbagai terobosan teknologi yang mungkin bisa menggeser keseimbangan kekuatan dunia saat ini. Jelas bahwa kini kita kekurangan informasi terpenting. Buku ini merupakan sebuah usaha berani—teramat penting—guna memberi pengetahuan kepada diri kita sendiri. Ingat, masa depan kita bergantung kepada semua ini!

Rabu, 29 Juli 2015

Jual Buku The Last Words of Chrisye Penulis : Alberthiene Endah

Jual Buku The Last Words of Chrisye Penulis : Alberthiene EndahJudul : The Last Words of Chrisye
Penulis : Alberthiene Endah
Harga Rp 60.000TERJUAL
Penerbit : Gramedia
Tebal : 404 Halaman
ISBN : 978 979 22 5655 0
Kondisi Baru, stok lama

Sinopsis :
Apa yang dirasakan seseorang ketika ia mengetahui hidupnya tak akan lama lagi?

Selama hampir setahun menggarap buku biografi Chrisye sepanjang tahun 2006, Alberthiene Endah tak hanya mampu menggali kisah hidup menarik sang legenda, tapi juga menyaring curahan hati yang sangat bernilai dari diri seorang Chrisye. Obrolan heart to heart seusai makan malam mencuatkan bagaimana perasaan, pikiran, dan perenungan Chrisye saat melewati rentang masa setahun terakhir hidupnya. Batinnya mengalami metamorfosis rasa dari kecemasan menghadapi hari akhir, kesedihan meninggalkan kariernya, hingga kepasrahan dan sikap realistis untuk mengisi sisa hidup dengan penuh rasa syukur...

Sebuah hikmah yang menarik bagi kita untuk bisa menghargai setiap detik yang kita miliki.

***

Saya, jujur saja sangat jarang membaca buku biografi. Bukan termasuk selera saya. Dan buku ini saya dapatkan dari sebuah obral buku yang diadakan oleh salah satu sahabat BBI. Awalnya saya benar-benar tak mengira bahwa buku ini adalah buku tentang Chrisye yang melewati masa-masa terakhirnya. Dan, saya benar-benar bersyukur saya mendapatkan buku ini (dengan harga murah pula) dan seperti yang tertulis pada sampul buku ini, "Bacalah! Anda akan menghargai hidup yang Anda miliki" saya benar-benar merasa beruntung.

Pada dasarnya saya suka dengan tulisan-tulisan AE, bahkan saya mengkoreksi novel-novelnya.
 Tetapi untuk karya AE yang berupa biografi, saya baru membaca buku ini dan 'Ken dan Kaskus'. Gaya bertutur AE yang membuat saya tetap bisa menikmati buku ini, belum lagi banyaknya foto yang juga ditampilkan. Benar-benar bisa membuat saya hanyut saat membacanya.

Mengetahui bahwa terdapat penyakit yang serius dalam tubuh dan bahwa usia kita tak lagi lama, ah...membayangkannya saja saya sudah ngeri. Banyak hal langsung terlintas dalam benak saya, tidak hanya tentang diri saya sendiri tetapi juga tentang mereka yang saya cintai. Ah, berat! Melalui buku ini, AE coba mengajak kita untuk belajar dari pengalaman perjuangan Chrisye melewati masa-masa sulitnya.

Sosok Chrisye yang sesungguhnya diungkapkan di dalam buku ini. Sosok seorang suami juga ayah, yang mungkin selama ini siapa dia dan bagaimana dia hanya diketahui oleh istri dan anak-anaknya. Sosok yang mungkin tampak luar terlihat sombong dan begitu eksklusif, sebenarnya ada sosok yang humoris dan hangat. Mungkin juga banyak orang yang melihatnya sebagai sosok yang angkuh, namun sebenarnya ada pribadi yang juga rapuh di dalamnya. Bahkan terkadang ia menolak di wawancara, juga menjauhkan keluarganya dari sorotan kamera.

Chrisye melakukan semua itu justru karena ia takut dirinya berubah. Ia ingin tetap menjadi seorang Chrisye yang membuka pagar pintu rumahnya dengan tenang, dan anak-anaknya menyambut sebagai seorang ayah, bukan sebagai Chrisye si penyanyi kondang. - hal 221

Banyak hal bisa dipelajari dalam buku ini. Tidak saja tentang perjalanan Chrisye tetapi juga bagaimana keluarganya, istri dan anaknya. Kadang hal yang paling utama saat menjaga orang sakit yang terkadang terabaikan adalah kondisi si penjaga itu sendiri. Bagaimana menghadapi seorang yang biasanya dijadikan pegangan, secara mendadak justru menjadikannya pegangan.

Semua ada hikmahnya, namun bagaimana usaha kita untuk akhirnya mengetahui apa hikmah dibalik apa yang terjadi dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup, itu juga tidak lebih mudah dari apa yang dijalani.

Kemudian satu hal yang pasti, bahwa keluarga adalah tempat kita kembali.

4/5 bintang untuk pelajaran yang sangat berharga.

Selasa, 28 Juli 2015

Jual Buku Pembangunan Desa; Mulai dari Belakang Penulis : Robert Chambers

Jual Buku Pembangunan Desa; Mulai dari Belakang Penulis : Robert ChambersJudul : Pembangunan Desa; Mulai dari Belakang
Penulis : Robert Chambers
Harga  : Rp 55.000 TERJUAL
Penerjemah : Pepep Sudradjat
Pengantar  : M. Dawam Rahardjo
Penerbit   LP3ES, Cet. 1, Jakarta,1987
Tebal  : 314 hlm.
Ukuran     : 15 cm x 22 cm
Kondisi Bekas, langka, lumayan, sampul agak lusuh, isi cukup bersih


Dalam buku yang merupakan terjemahan ulang hasil karya Robert Chambers, mengulas habis permasalahan konsep pembangunan yang didominasi oleh kaum professional (kemudian disebutkan dalam buku ini ‘orang luar’) serta gagasan-gagasan luar biasa berupa otokritik terhadap biasnya pengetahuan dalam permasalahan pembangunan. Buku ini mengungkapkan kenyataan bahwa sebagian besar penduduk dunia bermukim di pedesaan, telah menjadikan masalah pembangunan desa sebagai isu hanggat di berbagai Negara Dunia Ketiga, utamanya dalam pembangunan yang selalu berorientasikan pada pengentasan kemiskinan. Menurut Chambers, kemiskinan di daerah pedesaan dan orang miskin di negara-negara yang sedang terbelakang tercecer jauh dari kemajuan-kemajuan lain yang dicapai oleh negara-negara yang sedang berkembang. Pada saat ini ada 800 juta manusia di negara yang sedang berkembang yang terperangkap dalam ‘kemiskinan mutlak’. Kemiskinan mutlak ini, adalah suatu kondisi hidup yang ditandai oleh kurang gizi, tunaaksara, wabah penyakit, lingkungan kumuh, mortalitas bayi yang tinggi, dan harapan hidup yang begitu rendah, seakan-akan tidak pantas untuk martabat manusia. Kondisi hidup seperti ini sama dengan apa yang kami sebut di atas sebagai lingkaran setan kemiskinan. Kalau demikian halnya, pertanyaan selanjutnya adalah mengapa itu terjadi. Chambers dalam bukunya memberikan beberapa alasan. Yaitu, mengapa sampai kemiskinan di daerah pedesaan sampai terlupakan atau ia sebut dengan istilah unperceived. Alasan utama adalah adanya prasangka.
Ada enam prasangka atau bias yang disebut oleh Chambers sebagai penyebab mengapa kemiskinan di pedesaan menjadi terlupakan: (1) prasangka spasial, (2) prasangka proyek, (3) prasangka kelompok sasaran, (4) prasangka musim kemarau, (5) prasangka diplomatis, dan (6) prasangka profesional. Prasangka-prasangka itu dapat diartikan sebagai metode bagaimana informasi tentang orang miskin itu diperoleh baik para peneliti pedesaan maupun para perencana dan pelaksana pembangunan.
Kemiskinan pedesaan atau orang miskin di desa tidak terlihat di tepi jalan aspal yang mulus dekat kota. Juga tidak akan ditemui pada jalan besar desa atau di pojok desa tempat orang bertemu. Kemiskinan dan orang miskin di desa berada jauh dari jalan-jalan aspal atau jalan utama desa yang tak terlihat oleh peneliti maupun perencana serta pelaksana pembangunan. Karena pengumpulan data tentang desa biasanya berhenti di tempat sepanjang lalan utama desa itu. Orang-orang yang dihubungi dan didatangi oleh para peneliti dan perencana pembangunan pedesaan adalah bukan miskin di suatu desa. Yang didatangi adalah kepala desa, petani maju, dan lain-lain, tetapi bukan orang miskin. Informasi dari orang-orang ini yang sering dianggap ‘data’ yang penting dalam persiapan bentuk merencanakan suatu proses pembangunan desa. Logis apabila pembangunan pedesaan kemudian melupakan orang miskin itu sendiri. Di samping adanya prasangka-prasangka tersebut, persepsi ‘orang luar’ (atau para peneliti dan perencana pembangunan) yang keliru terhadap orang miskin menyebabkan persoalan kemiskinan di pedesaan menjadi lebih unperceived.
‘Orang luar’ adalah sebutan bagi orang-orang yang menaruh perhatian terhadap pembangunan desa, tetapi dirinya sendiri bukan warga desa apalagi miskin. Kebanyakan dari mereka adalah kepala kantor dan staf lapangan dalam organisasi pemerintahan di Dunia Ketiga. Termasuk juga di dalamnya, para peneliti akademis, pegawai badan-badan pemberi bantuan, bankir, pengusaha, konsul­tan, dokter, insinyur, wartawan, ahli hokum, politisi, ulama, pendeta, guru, pelatih di lembaga pendidikan dan latihan, pekerja lembaga swadaya masyarakat, dan kelompok profesional lainnya. ‘Orang luar’ tidak merasakan kemiskinan orang desa. Mereka tertarik dan terperangkap dalam kelompok inti pekotaan yang mengembangkan dan menyebarkan ilmu dan kepandaian sendiri sementara kelompok pinggiran (miskin) pedesaan tersisih dan terlupakan. Pengalaman langsung kebanyakan ‘orang luar’ tentang kehidupan di desa, terbatas pada kunjungan singkat yang dilakukan tergesa-­gesa, yang bukan ‘turun ke bawah’ tetapi ‘turisme pembangunan’. Banyak deskripsi tentang kelompok miskin yang diungkapkan dalam buku ini. Anatara lain factor-faktor tentang gambaran kemiskinan yang suatu rumah tangga, antara lain rumah tangga yang miskin (tidak memiliki kekayaan sama sekali), rumah tangga yang lemah jasmani (lebih banyak tanggungan daripada sumber pendapatan), rumah tangga tersisish dari arus (terisolasi dari hal-hal luar/akses dari luar), rumah tangga yang rentan (kurang memiliki persiapan untuk kebutuhan hari depan), dan yang terakhir adalah keluarga tidak berdaya (kelemahan pengetahuan sehingga dapat dimanfaatkan oleh kaum yang lebih kuat)
Orang luar selalu melihat bahwa orang miskin itu miskin karena mereka bodoh dan malas. Tetapi data empirik membuktikan, tak mungkin orang miskin itu bodoh dan malas sebab untuk survive justru mereka harus cerdik dan ulet. Amati, umpamanya, pola kerja kelompok gelandangan. Mungkin, mereka lebih kerja keras daripada seorang pegawai negeri yang merencanakan pembangunan pedesaan. Selain deskripsi-deskripsi atas kemiskinan serta paradigma pembanguanan model lama diatas, dalam buku ini Chambers memberikan alternatif untuk membuat pembangunan pedesaan lebih berorientasi pada aspirasi kelompok miskin. Alternatif itu adalah mengajak kelompok miskin dalam proses perencanaan. Robert Chambers mengajukan satu model pendekatan dan arah gerak pembangunan yang terbalik atau berlawanan dengan yang sudah sangat mapan dipraktikkan. Dengan gerakan ‘arus baliknya’ menganjurkan agar arus informasi pembangunan yang selama ini hanya mengikuti jalur satu arah dari atas ke bawah (one way-top down information flow) diganti dengan arus informasi yang lebih berimbang, yakni arus informasi dua arah dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas (two way top down – bottom up information flow).
Dengan tesis pembangunan desa ‘mulai dari belakang’, Chambers berasumsi bahwa yang menjadi prioritas dan pelaku utama pembangunan desa ialah masyarakat atau rakyat desa. Adapun langkah-langkah (metode,cara) dalam proses belajar terbalik yang ada di akhir Bab buku ini, yaitu (i) dengan duduk, bertanya dan mendengarkan artinya mencoba untuk terbuka dan member ruang antar warga dalam kelangsungan berpikir, peneliti juga harus senantiasa mau mendengar sebagi proses belajar. (ii) belajar dari orang yang paling miskin, artinya mencoba mendengarkan dan belajar bagaimana orang paling miskin yang biasanya berpengetahuan level bawah ini mampu bertahan hidup serta memahami sebagai titik awal untuk meningkatkan taraf hidup mereka. (iii) mempelajari pengetahuan teknis pribumi asli, artinya mencoba menyamakan kedudukan antara pengethauan peneliti dengan pengetahuan setempat dalam memikirkan hal-hal yang nantinya dibangun bersama-sama. (iv) penelitian dan pengembangan bersama, artinya mencoba menganalisis masalah, menggali potensi secara bersama-sama untuk membuat suatu gagasan meningkatkan taraf hidup mereka sesuai kondisi yang dipunyai. (v) belajar sambil bekerja, artinya mencoba belajar serta menerapkan langsung praktek dalam proses bekerja secara langsung. (vi) permainan simulasi, artinya peneliti mencoba untuk belajar dan menghayati kehidupan orang miskin dengan benar-benar menjadi orang miskin. Dengan ‘belajar terbalik’ Chambers ingin menjadikan desa atau orang desa sebagai pusat pembelajaran ilmu pembangunan desa yang sah dan otentik.
Review Buku
‘Catatan Proses dan Sebuah Alternatif : Pemetaan Kemiskinan di Desa, Kabupaten Boyolali’
Penulis : Akbarudin Arif,dkk
Buku ini diterbitkan sebagai sebuah laporan atas upaya untuk memberikan jawaban salah satu dari tiga premis asumsi untuk menemukan model pemetaan dan strategi penanggulangan kemiskinan dengan melibatka masyarakat. Jika selama ini masyarakat selalu diposisikan sebagai obyek , maka pada buku ini merupakan hasil sebuah proses dimana masyarakat dicoba untuk diposisikan sebagai subyek atas alternative pemecahan masalah kemiskinan di masing-masing desa. Buku ini berisi penggalian terhadap pengetahuan warga mengenai konsep kemiskinan yang mereka ketahui, dan mencoba memfasilitasi pengetahuan masyarakat terhadap pengetahuan tersebut kedalam penanggulangan kemiskinan yang mendera mereka. Dalam buku ini, meyakini bahwa seharusnya proses demokratisasi harusnya berkolerasi positif dalam pengentasan kemiskinan. Karena didalam demokrasi, bukan lagi menempatkan masyarakat menjadi obyek, akan tetapi menjadikan rakyat sebagai subjek atas pembangunan. Akan tetapi pada kenyataanya di negeri ini masih belum bergeser ke pola lama, yaitu top down bukan bottom up. Penentu kemiskinan, penentuan objek kemiskinan, penyusunan program pengentasan kemiskinan masih cenderung di dekte oleh pemerintah. Bukan berarti pola ini tidak bermanfaat, akan tetapi pola ini mempunyai beberapa kelemahan:
Bias latar belakang
Bias pendefinisian yang berimplikasi pada bias penentuan obyek
Rendahnya aspek pemberdayaan terhadap masyarakat dan si miskin
Terkadang tidak singkron dengan situasi lokalnya
Rendahnya pemberdayaan lembaga lembaga yang ada di struktur bawah
Terjadinya pelanggengan sub-ordinasi structural.Selalu menempatkan si miskin sebagai obyek kebijakan dan bukan sebagai subyek dalam penyusunan program kebijakan. Dalam buku ini mencoba untuk melakukan sebuah pendekatan yakni menemukan model pemetaan dan strategi penanggulangan kemiskinan berbasis warga sebagai sebuah alternative. Lokasi yang dipilih adalah desa Bangak, desa Banyudono dan desa Teras kabupaten Boyolali.
Dalam buku ini, menjelaskan bahwa mengenali kemiskinan dan mengenal siapa itu si miskin ternyata tidak mudah. Apalagi mendefinisakanya dan kemudian memetakan siapa sebenarnya si miskin itu. Berbeda dengan pendekatan Bradley R. Schiller yang menulis the economic of provety and discrimination, yang mengunakan pendekatan absolute approach dan relative approach dalam mengenal kemiskinan dan menentukan siapa si miskin. Dalam buku ini pendekatan yang digunakan dengan melibatkan unsur warga, sebagai subyek kemiskinan itu sendiri. Dengan pengertian sederhana, yaitu kemiskinan itu pasti ada sebabnya. Jika sebab itu bisa ditemukan dan diharapkan akan mampu mengentaskan dirinya dari kemiskinan itu sendiri. Dengan melakukan beberapa kali FGD (focus group discussion) di masing-masing RT ditemukan 8 tahapan penanggulanagan kemiskinan berbasis RT,sbb :
Mendefinisikan dengan mendiskusikan dan mengkritisi program-program penanggulangan kemiskinan yang ada. Tahap awal dalam mengenali kemiskinan dengan mendiskusikan program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan dimasing-masing desa. Lalu mencoba mengukur sejauh mana program ini berjalan serta melihat ke efektifan atas program-program tersebut.
Menentukan akar kemiskinan. Membagi kemiskinan melalui akar penyebab, yaitu kemiskinan karena ekonomi, kemiskinan karena pendidikan serta pengetahuan yang rendah, kemiskinan karena factor kesehatan, kemiskinan karena sikap mental yang cenderung ke gaya hidup, kemiskinan sarana dan prasarana, dan yang terakir adalah kemiskinan yang disebabkan akses akan program pemerintah.
Membuat definisi keluarga miskin per akar. Menentukan definisi keluarga miskin melaluiakar yang disebutkan diatas. Bagaimana karakteristik kemiskinan yang melanda dimasing-masing desa dan melihat kecenderunganya dengan melihat aspek-aspek pengetahuan warga.
Maaping/memetakan keluarga miskin dalam komunitas RT. Membuat peta distribusi sebaran kemiskinan di masing-masing komunitas keluarga. Indicator nya di dapat dari akar-akar kemiskinan diatas.
Mengukur potensi dan kelemahan di tiap KK. Mendiskusikan sumber daya apa saja yang dimiliki di masing-masing desa. Memetakan kebutuhan warga, dengan melihat potensi-potensi yang ada.
Membuat visi dan misi secara kolektif. Penyusunan visi misi penangulangan kemiskinan adalah pemahaman konsep dan bagaimana cara merumuskanya. Visi disusun atas sesuatu yang nyata pada saat ini. Visi dimasing-masing desa akan berbeda, karena keadaan yang diinginkan sangatlah beda dan diseuaikan dengan temuan-temuan serta kesepakatan masing-masing warga. Sedangkan misi adalah strategi untuk mencapai visi tersebut, dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau hambatan.
Menyusun program aktifitas. Menyusun beberapa program sesai dengan kesepakatan pada masing-masing warga, RT Tegalharjo memilih untuk beternak bebek, ini didasar potensi yang dimiliki atau ketrampilan yang dimiliki warga yaitu beternak bebek dan sumber alam yang memadahi. Sedangkan dilain RT ingin membuat bank RT, atau simpan pinjam. Dengan alasan dana akan bisa dipakai untuk cadangan kebutuhan dan mampu dinikmati oleh banyak orang dengan cepat.
Menyusun strategi monitoring dan evaluasinya. Monitoring dan evaluasi masing-masing program dilakukan oleh warga sendiri, dengan mekanisme yang disusun oleh warga sendiri berdasarkan kesepakatan.
Model ini diyakini menjanjikan dinamika yang lebih hidup jika dilihat dari situasi yang dipelajari, situasi yang diproyeksikan dan strategi pecapainya yang dibawah control warga sendiri. Artiya ada pergeseran strategi kepemilikan program, dari yang biasanya pemerintah ataupun program lembaga lain yang menyusun untuk menjadi program warga. Model ini mengutamakan aspek pemberdayaan langsung, dengan memberikan kepercayaan sepenuhnya bahwa sebenarnya rakyat biasapun mempunyai kemapuan untuk mengatasi maslah yang mereka hadapi. Pennanggulanagan akar ekonomi masih menjadi arus utama dari opini warga. Walaupun ada keswadayaan warga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak utamanya soal fasilitas pengetahuan, ketrampilan, dan pendanaan, sehingga bisa terjadi perceatan kesejahteraan. Catatan dari proses kegiatan ini adalah perlunya desa untuk proaktif dalam mengakses anggaran public dari kabupaten misalnya, sehingga lebih banyak anggaran yang bisa dikelola langsung oleh masing-masing desa. Pada giliranya warga local juga perlu proaktif membangun mekanisme akses anggaran public yang ada di desa. Model ini masih perlu diperbaiki, misalkan pada tahapan penggalian keinginan dari masyarakat yang seharusnya menjadi penggalian kebutuhan masyarakat.
Buku :
Chambers Robert. PEMBANGUNAN DESA (Mulai Dari Belakang). 1983. LP3S : Jakarta. Penerjemah : Pepep Sudradjat
Arif Akbarudin. Catatan Proses dan Sebuah Alternatif : Pemetaan Kemiskinan di Desa, Kabupaten Boyolali. 2005. LeSKAP : Surakarta.

Sabtu, 25 Juli 2015

Jual Buku Islam Kosmopolitan; Nilai-Nilai Indonesia & Transformasi Kebudayaan Penulis : Abdurrahman Wahid


Jual Buku Islam Kosmopolitan; Nilai-Nilai Indonesia & Transformasi Kebudayaan Penulis : Abdurrahman Wahid
|| ORIGINAL, HC,  LANGKA |
Judul : Islam Kosmopolitan; Nilai-Nilai Indonesia & Transformasi Kebudayaan
Harga   : Rp 245.000 TERJUAL
duaratusempatpuluhlimaribu
Penulis : Abdurrahman Wahid
Penerbit: The WAHID Institute
Tahun : 2007
Sampul : Hardcover
Tebal : 397 Halaman
ISBN : 979-98737-2-9
Kondisi   : 95%, bersih, utuh, bagus

Menjelajah Kosmopolitanisme Gus Dur
Setelah sukses dengan dengan buku berjudul: Islamku, Islam Anda, Islam Kita pada 2006 lalu, kini KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama The Wahid Institute menghadirkan kembali sebuah karya yang sangat menarik untuk dibaca. Berbeda dengan karya Gus Dur sebelumnya yang merupakan kumpulan artikel pendek di media massa, buku Gus Dur yang ini merupakan tulisan-tulisan panjang, reflektif yang ditulis untuk sejumlah jurnal dan seminar. Bagi kita yang mengikuti perkembangan pemikiran Gus Dur dan gaya bertuturnya melalui tulisan, akan dengan cepat mengetahui keluasan wawasan dan ketajaman analisisnya atas berbagai problem sosial keagamaan.
Satu hal yang sangat khas dari keseluruhan pemikiran Gus Dur yang tercermin dalam buku ini adalah penggunaan khazanah Islam yang hidup dan tumbuh di pesantren sebagai pisau analisis dan perspektif. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan Gus Dur menguasai khazanah Islam klasik. Hal inilah yang menyebabkan Gus Dur tetap menjadi muslim yang otentik meskipun ia bergelut dengan berbagai isu modern. Gus Dur juga tidak terlarut dengan modernitas, meskipun sehari-hari Gus Dur bergelut dengan modernitas.
Titik tolak pemikiran Gus Dur bukan dengan mengagungkan modernisme, tapi mengkritik modernisme yang diuniversalkan dengan menggunakan pisau tradisionalisme Islam. Dalam konteks ini, ungkapan John L Esposito dan John O Voll dalam buku Makers Contemporary Islam (2001), Gus Dur adalah “modern reformer but not Islamic modernist” (seorang pembaru modern tapi bukan modernis) sangat tepat. Kalimat tersebut bukan sekedar menggambarkan afiliasi kultural dan asal usul sosial Gus Dur, tapi juga menggambarkan corak dan tradisi pemikirannya yang tetap setia dengan tradisi pemikiran Islam pesantren.
Gaya pemikiran seperti ini tampak jelas ketika Gus Dur menjelaskan soal universalisme Islam dan kosmopolitanisme peradaban Islam, sebuah tema yang kemudian dijadikan judul buku ini. Dalam persoalan universalisme Islam misalnya, Gus Dur tidak perlu merujuk secara langsung kepada al-Qur’an atau hadis, sebagaimana sering dipergunakan kelompok Islam modernis, tapi merujuk pada teori dalam ushûl al-fiqh yang disebut dharûriyat al-khamsah (lima hal dasar yang dilindungi agama). Kelima hal dasar itu adalah 1) hifz al-dîn yang maknai Gus Dur sebagai keselamatan keyakinan agama masing-masing, tanpa ada paksaan berpindah agama; 2) hifz al-nafs, yang dimaknai keharusan keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum; 3) hifz al-aqli, pemeliharaan atas kecerdasan akal; 4) hifz al-nasl, keselamatan keluarga dan keturunan; dan 5) hifz al-mâl, keselamatan hak milik, properti dan profesi dari gangguan dan penggusuran di luar prosedur hukum (hlm. 4-5).
Dari penjelasan itu sebenarnya Gus Dur sudah mempergunakan terma Islam klasik kemudian diberi makna kontekstualnya. Terma hifz al-dîn misalnya, semula sekedar diberi makna memelihara agama, dalam arti orang Islam tidak boleh keluar dari Islam dan memeluk agama lain. Tapi di tangan Gus Dur, terma ini menjadi spirit untuk melakukan pembelaan kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Demikian juga dengan terma hifz al-aqli, yang dalam fiqih klasik selalu dicontohkan dengan larangan meminum minuma keras, tapi di tangan Gus Dur hifz al-aqli dikaitkan dengan keharusan untuk memelihara dan mengasah kecerdasan. Dengan demikian, bagi Gus Dur, universalisme Islam itu tercermin tercermin dalam ajaran-ajarannya yang mempunyai kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dibuktikan dengan memberi perlindungan kepada masyarakat dari kezaliman dan kesewenang-wenangan. Karena itu, pemerintah harus menciptakan sebuah sistem pendidikan yang benar, ruang untuk memperoleh informasi dibuka lebar.
Dengan memberi makna demikian, maka konsep universalisme Islam seperti menjadi sangat inklusif dan terbuka dengan berbagai kemungkinan perkembangan modern. Islam juga tampak menjadi agama yang terbuka. Dari sinilah Gus Dur kemudian merumuskan konsep kosmopolitanisme Islam.
Kosmopolitanisme Islam sudah terjadi sejak masa-masa awal perkembangan Islam. Hal ini dibuktikan dengan kebersediaan Islam untuk berinteraksi dan menyerap unsur-unsur lain di luarnya. Keterbukaan itulah yang memungkinkan kaum muslim selama sekian abad menyerap berbagai macam manifestasi kultural dan wawasan keilmuan yang datang dari peradaban lain. (hlm. 4). Kosmopolitanisme peradaban Islam, bagi Gus Dur, muncul dalam sejumlah unsur dominan, seperti hilangnya batasan etnis, kuatnya pluralitas budaya, heteroginitas politik dan kehidupan beragama yang eklektik selama berabad-abad (hlm. 9)
Watak kosmopolitanisme dan universalisme ini digunakan Gus Dur untuk melakukan pengembangan terhadap teologi ahl al-sunnah wa al-jama’ah (Aswaja) dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan masyarakat. Jika selama ini paham Aswaja, terutama di lingkungan NU, hanya terkait dengan masalah teologi, fiqih dan tasawuf, bagi Gus Dur, pengenalan Aswaja harus diperluas cakupannya meliputi dasar-dasar umum kehidupan bermasyarakat. Tanpa melakukan pengembangan itu, maka Aswaja akan sekedar menjadi muatan doktrin yang yang tidak mempunyai relevansi sosial.
Dasar-dasar umum kehidupan bermasyarakat yang dimaksud Gus Dur adalah 1) pandangan manusia dan tempatnya dalam kehidupan; 2) pandangan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi; 3) pandangan ekonomis tentang pengaturan kehidupan bermasyarakat; 4) pandangan hubungaan individu dan masyarakat; 5) pandangan tentang tradisi dan dinamisasinya melalui pranata hukum, pendidikan, politik dan budaya; 6) pandangan tentang cara-cara pengembangan masyarakat; 7) pandangan tentang asas-asas internalisasi dan sosialisasi yang dapat dikembangkan dalam konteks doktrin formal yang dapat diterima saat ini (hlm. 33).
Dengan kerangka pengembangan Aswaja yang diajukan Gus Dur ini terlihat sekali upayanya agar Aswaja tidak menjadi doktrin yang baku dan beku, tapi doktrin yang dinamis. Gus Dur seolah ingin mengatakan kalau Aswaja ingin menjadi doktrin yang hidup, tidak ada pilihan lain kecuali dia harus mau berinteraksi secara terbuka dengan perkembangsan realitas sosial.
***

Buku yang dieditori Agus Maftuh Abegebriel ini dibagi dalam tiga bab. Bab I berisi tulisan-tulisan Gus Dur tentang ajaran, transformasi dan pendidikan agama. Bab II berisi tentang nasionalisme, gerakan sosial dan anti kekerasan. Sedang bab II berisi tentang pluralisme, kebudayaan dan hak asasi manusia. Masing-masing bab dalam buku ini berisi sepuluh tulisan, sehingga secara keseluruhan buku ini berisi tiga puluh tulisan Gus Dur yang ditulis pada era 1980-an.
Era ini adalah masa-masa dimana tulisan-tulisan Gus Dur sangat reflektif dan tajam, sehingga secara substansial buku ini sangat penting untuk dibaca. Dari tulisan-tulisan inilah pembaca akan mengetahui dasar-dasar pemikiran Gus Dur, baik tentang agama, politik dan kebudayaan. Prinsip-prinsip pemikiran ini yang terus diperjuangkan Gus Dur hingga sekarang.
Meski demikian, ada beberapa catatan kecil yang penting dikemukakan tentang buku ini. Pertama, tulisan-tulisan Gus Dur yang termuat dalam buku ini bukanlah yang pertama dikompilasi dalam sebuah buku. Bahkan, ada beberapa tulisan Gus Dur yang ada dalam buku ini sudah dipublikasikan dalam buku lain seperti buku Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan (Jakarta: Desantara, 2001) dan Prisma Pemikiran Gus Dur (Yogyakarta: LKIS, 1999). Entah disadari atau tidak, menyangkut beberapa artikel, dalam buku ini terjadi apa yang oleh ulama ushûl al-fiqh disebut sebagai tahsîl al-hashil, menghasilkan sesuatu yang sudah dihasilkan sebelumnya.
Kedua, buku ini akan lebih informatif kalau ditambahkan dengan sumber tulisan, kapan dan dalam media apa Gus Dur menulis. Sayang, informasi ini tidak ditemukan dalam buku ini. Di samping itu, ketiga, kesalahan-kesalahan kecil berupa penulisan dan transliterasi juga masih ditemukan di sana sini.
Terlepas dari itu, buku ini penting dibaca bagi peminat kajian Islam, politik dan kebudayaan. Apalagi kalau pembaca mampu menggabungkan tulisan dalam buku ini dengan dua buku yang saya sebutkan di atas, di situlah akan ditemukan dasar-dasar epistimologis pemikiran Gus Dur. (Rumadi, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta & Peminat Pemikiran Gus Dur)

Senin, 13 Juli 2015

Jual Buku Paradigma Pengembangan Masyarakat Islam, studi Epistemologis Pemikiran Ibnu Khaldun, Penulis Wendy Melfa

Jual Buku Paradigma Pengembangan Masyarakat Islam, studi Epistemologis Pemikiran Ibnu Khaldun,  Penulis Wendy MelfaJudul Paradigma Pengembangan Masyarakat Islam, studi Epistemologis Pemikiran Ibnu Khaldun,
Penulis Wendy Melfa SH MH,
Harga Rp 50.000 terjual JKT.U 14/7
Bandar Lampung: Matakata.
Terbit 2007
Kondisi Baru, stok lama, segel lepas,

Sabtu, 11 Juli 2015

Jual Buku Teologi Seksual (Original Tittle : Sexual Morality) Penulis Geoffrey Parrinder

Jual Buku Teologi Seksual   (Original Tittle : Sexual Morality) Penulis  Geoffrey Parrinder Judul  Teologi Seksual
(Original Tittle : Sexual Morality)
Harga Rp 80.000 off TERJUAL JKT UT
Penulis Geoffrey Parrinder
Penerbit Lkis
Tanggal terbit 2005
Tebal viii,475 hlm
Ukuran 12,5 x 18 cm.
Kondisi: sytok lama, agak lusuh, segel lepas

Jual Buku Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai, Wanita Dalam perjuangan anti-kolonial Malaya. Penulis : Agnes Khoo

Judul Buku Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai, Wanita Dalam perjuangan anti-kolonial Malaya. Penulis : Agnes Khoo
Judul Buku: Hidup Bagaikan Mengalirnya Sungai, Wanita Dalam perjuangan anti-kolonial Malaya.Harga Rp 70.000 TERJUAL JKT 15/7
Penulis : Agnes Khoo,
Penerbit : Hasta Mitra, 2008
Alih Bahasa/editor: Oey Hay Djoen
Prakata: Ruth Indiah Rahayu
Pengantar: Chong Ton Sin
Tebal : 378 halaman.
Ukuran : 14 x 21cm
Kertas Hvs, Sampul Soft
Bahasa: Indonesia
Kondisi Bagus, Stok lama



BUKU ini diluncurkan pada pertengahan Maret 2008 dalam pertemuan Bulan Purnama di kediaman Ibu Dolorosa, Pondokgede, Jakarta. Setahu saya, ini satu-satunya buku dalam bahasa Indonesia yang mengisahkan perang gerilya yang dilakukan oleh PKM (Partai Komunis Malaya) melawan tentara pendudukan Jepang, pemerintah kolonial Inggris, kemudian Malaysia. Perang itu baru berakhir pada 2 Desember 1989 ketika ditandatangani persetujuan perdamaian oleh Chin Peng dan Abdullah CD atas nama PKM dengan pemerintah Malaysia dan Thailand.

Setelah berperang dan bergerilya di hutan belantara Malaysia-Thailand dengan segala duka derita selama hampir setengah abad, di antara 16 perempuan yang kisahnya direkam dalam buku ini, tidak seorang pun yang menyesali pilihan mereka. Mereka tetap hormat kepada PKM, kepada mereka yang telah berkorban nyawa. Mereka pun tidak menunjukkan kebanggaan berlebihan, sekalipun penuh harga diri, memandang langkah yang telah mereka ambil sebagai sesuatu yang wajar dan biasa saja pada masa itu, memandang hidup mereka cukup bermakna sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Malaysia dan Singapura. Sebagai dikatakan seorang pelaku, “Tanpa senapan dan meriam, musuh tidak akan memberikan kemerdekaan kepada kita selama-lamanya.”

Chen Xiu Zhu yang lahir pada 1937 menceritakan dengan rinci tentang berbagai pertempuran dan gempuran udara yang pernah dialami pasukannya yang terdiri dari 30 orang. Dikatakan olehnya mereka dapat tidur nyenyak meski musuh melakukan pemboman sehari suntuk. Kelaparan sebagai sesuatu yang akrab bagi mereka. Dengan pengalaman itu mereka melakukan langkah melakukan penyimpanan bahan pangan dengan amat cermat dan hemat di banyak tempat untuk jangka panjang, sampai-sampai dikatakan cukup untuk mendukubng gerilya selama 10 tahun. Ketika mereka keluar dari hutan pada 1989, bahan pangan itu masih ada. Hal itu mereka lakukan berdasar pengalaman panjang bahwa kelaparan sangat menyengsarakan dan menghambat kegiatan.

Selama bergerak di hutan-hutan, di samping memanfaatkan sayuran dan buah-buahan liar, mereka mendaptkan pasokan protein dari menangkap ikan di sungai, kura-kura, kera, babi hutan, bahkan gajah. “Gajah begitu besar. Kami perlu memotong dagingnya menjadi kepingan kecil, mencuci bersih lalu memanggangnya. Kami kerja dua hingga tiga hari terus-menerus siang malam. Saya nyaris pingsan karena tidak sempat tidur!”

Pada suatu kali, sebagai penyimpangan [yang berkali-kali terjadi] dari aturan ketat larangan untuk hamil selama bergerilya di hutan, seorang istri toh melahirkan ketika dalam kepungan musuh. Sedang persalinan harus dilakukan dengan operasi. Ketika operasi belum selesai, mereka harus segera lari dari kepungan, memasuki terowongan bawahtanah yang telah dipersiapkan. Operasi sesar dapat diteruskan……. Keesokan harinya musuh mendekati markas mereka, maka sang bayi bersama ibunya harus diungsikan. Si ibu yang baru melahirkan itu harus naik turun bukit, akhirnya digotong menghindari musuh….. Di samping itu tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa suatu hari mereka akan keluar hutan.

Sebagian besar dari 16 pejuang tersebut yang semula warga negara Malaya dan Singapura kini tinggal di beberapa Desa Perdamaian di Thailand Selatan sebagai petani yang diprakarsai oleh keluarga kerajaan, tanpa kewarganegaraan. Dalam hubungan ini dalam menceritakan kehidupan mereka dewasa ini yang cukup sandang pangan, seorang pelaku menyatakan, “”Selain itu, partai juga memberi bantuan sebanyak 540 Baht sebulan kepada kawan tua yang berumur 60 tahun ke atas…” Tidak ada penjelasan apa pun makna kalimat ini. Apakah yang disebut “partai” itu PKM? Adakah PKM masih eksis? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Saya berharap terbitan ini diikuti oleh terbitan lainnya, misalnya memoar yang ditulis Sekjen PKM, Chin Peng sebagai yang pernah diberitakan.

Kepada sejumlah orang yang menamakan dirinya radikal revolusioner, yang meneriakkan revolusi sekarang juga, patut merenungkan, adakah mereka siap mengalami segala kemungkinan kesulitan hidup, bahkan mempertaruhkan nyawanya setiap saat seperti 16 perempuan bekas anggota gerilya perempuan PKM tersebut? Adakah mereka siap bergerak di hutan belantara sebagai yang telah dan sedang dilakukan oleh New People’s Army (NPA) di Filipina selama lebih dari setengah abad sampai saat ini, dan tidak ada tanda-tanda keberhasilan mereka?

Salah satu kekurangan penerjemahan buku ini seperti telah disinggung pembahas ketika peluncuran ialah penggunaan kata “wanita” dan bukan “perempuan” yang lebih mencerminkan kejuangan. Sedang “wanita” selama tiga dekade berkonotasi dengan “dharma wanita model Orba”. Juga penyuntingannya tidak mulus, kadang mengganggu, karena a.l. dirangkap penerjemahnya sendiri.

Buku ini sungguh bagus sebagai bahan renungan bagi siapa saja yang menghendaki perubahan fundamental tatanan masyarakat kita dewasa ini.***

Harsutejo

Bekasi, 14 April 2008.


Jumat, 10 Juli 2015

Jual Buku Bangsa yang Penuh Paradoks: Suatu penelusuran mengenai asal mula Peradaban Amerika Penulis: Michael Kammen

Jual Buku Bangsa yang Penuh Paradoks: Suatu penelusuran mengenai asal mula Peradaban Amerika Penulis: Michael KammenJudul: Bangsa yang Penuh Paradoks: Suatu penelusuran mengenai asal mula Peradaban Amerika
Harga Rp 37.000 TERJUAL JKUT 12/7
Penulis: Michael Kammen
Penerjemah: Mochtar Pabotingi
Penerbit: Gadjah Mada University Press
Tahun: Cetakan II, 1985
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: viii + 135 hlmn
Ukuran: 14,5 x 21 Cm
Kondisi: Stok lama, bukan bekas, sampul ujunggnya agak bladus,isi utuh Bagus
Stok: 1

Jual Buku Mistik kristiani, sang RUSA TERLUKA. William Johnston

Jual Buku Mistik kristiani, sang RUSA TERLUKA, William JohnstonJudul : Mistik kristiani, sang RUSA TERLUKA. 
Penulis William Johnston. Harga Rp 40.000 TERJUAL JKT 12/7
Kanisius
Tebal 172hlm
Kondisi Bekas, Bagus

Jual Buku Moral DASAR, Kaitan Iman dan Perbuatan, Dr Bernhard Kieser SJ

Jual Buku Moral DASAR, Kaitan Iman dan Perbuatan, Dr Bernhard Kieser SJ
Judul Moral DASAR, Kaitan Iman dan Perbuatan,
Dr Bernhard Kieser SJ
Pustaka Teologia, Harga Rp 60.000 terjual JKT 12/7
Kanisius
Tebal 282hlmn
Kondisi Bekas, Bagus, isi utuh bersih, ada tanda tangan

Jual Buku Kristologi, Sebuah Sketsa Dr Nico Syukur Dister OFM

Jual Buku Kristologi, Sebuah Sketsa Dr Nico Syukur Dister OFM Kristologi, Sebuah Sketsa
Harga Rp 55000 TERJUAL JKT 12/7
Dr Nico Syukur Dister OFM
Kanisius
Pustaka Teologi
Tebal 318 hlm
Kondisi bekas, Bagus, isi utuh

Jual Buku SAKRAMENTOLOGI, ciri sakramental karya penyelamatan Allah sejarah

Jual Buku SAKRAMENTOLOGI, Ciri Sakramental Karya Penyelamatan Allah, Sejarah, Wujud, Struktur () oleh Groenen, C, Dr, OFM
Pustaka Teologi SAKRAMENTOLOGI, Ciri Sakramental Karya Penyelamatan Allah, Sejarah, Wujud, Struktur ()
oleh Groenen, C, Dr, OFM   
Harga Rp 50.000 TERJUAL JKT12/7
ISBN13     :    
Terbit     : 30 April 1990
Bahasa     : Indonesia
Penerbit: Kanisius   
Halaman : 252
Dimensi    : 148 mm x 210 mm

Deskripsi:
Buku yang membicarakan tentang teologi mengenai Sakramen dan prakteknya ini merupakan suatu usaha sekaligus percobaan di tengah kesimpangsiuran teologi Kristen-Katolik. Diharapkan bahwa dengan begitu Teologi-Sakramentologi akan menemukan arah yang pasti dan mantap.

Jual Buku Pokok Pokok Ajaran Sosial Katholik, by Michael Schulties

Jual Buku Pokok Pokok Ajaran Sosial Katholik, by Michael SchultiesJudul Pokok-pokok Ajaran Sosial katolik,
Harga Rp 35.000 TERJUAL JKT 12/7
Michael Schulties, terj.
Kanisius, 1993
Tebal 112hlmn
Kondisi Seken, Bagus, Bersih

Selasa, 07 Juli 2015

Jual Buku Strategi Peisan Cikalong dalam menghadapi kemiskinan oleh Amri Marzali

Jual Buku Strategi Peisan Cikalong dalam menghadapi kemiskinan oleh Amri MarzaliJudul Strategi Peisan Cikalong dalam menghadapi kemiskinan
oleh Amri Marzali
Harga :Rp. 50.000 TERJUAL MLG 7/7
Format :Soft Cover
ISBN :9794614262
ISBN13 :9789794614266
Bahasa :Indonesia
Penerbit :Yayasan Obor
Halaman :366
Dimensi :140 mm x 210 mm x 20 mm
Kondisi    : Baru, stok lama, segel


Deskripsi:
Buku ini mengisahkan tentang tiga fenomena soaial-ekonomi yang saling berkaitan-yaitu tekanan penduduk,kemiskinan,dan strategi peisan sunda-didaerah pedesaan-pertanian-pegunungan cikalong Jawa Barat.Pola pikir penulis banyak mengikuti logika berfikir banyak pakar pertanian-pedesaan Jawa bermula dari factor tekanan penduduk yang tidak terimbangi oleh perkembangan teknologi pertanian dan kemajuan institusi ekonomi pedesaaan.

Jumat, 03 Juli 2015

Jual Buku Membela Tuhan Ibn Rusyd, Filsafat Ketuhanan Ibn Rusyd, Penulis Aminullah el Hady Dr

Jual Buku Membela Tuhan Ibn Rusyd, Filsafat Ketuhanan Ibn Rusyd, Penulis Aminullah el Hady DrBuku Membela Tuhan Ibn Rusyd, Filsafat Ketuhanan Ibn Rusyd Harga Rp 75.000 TERJUAL JKT 4/7
Penulis Aminullah el Hady Dr
Penerbit LPAM 2004
400hlm
Kondisi Seken, Bagus, ada tanda tangan, tersampul

Jual Buku Jati diri Manusia, berdasar filsafat Organisme Whitehead Penulis Dr P Hardono Hadi

Jual Buku Jati diri Manusia, berdasar filsafat Organisme Whitehead Penulis Dr P Hardono HadiJati diri Manusia, berdasar filsafat Organisme Whitehead Penulis Dr P Hardono Hadi Rp 45.000 TERJUAL JKT 4/7
Kanisius 1996
219hlmn
Kondisi stok lama, bersih mulus