Tampilkan postingan dengan label Paramadina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paramadina. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2015

Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme Penulis: Dr. Komaruddin Hidayat

Jual Buku Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme  Penulis: Dr. Komaruddin Hidayat


Judul: Tragedi Raja Midas: Moralitas Agama dan Krisis Modernisme HARGA Rp 59.000
-BELI BUKU- Penulis: Dr. Komaruddin Hidayat
Penerbit: Paramadina
Tahun : 1998
Tebal: 362 hlm
Kondisi: bekas, isi hhalaman utuh lengkap,ada bekas tanda tangan, fisik bagus

Minggu, 15 November 2015

Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia Penulis: Bahtiar Effendy

Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia  Penulis: Bahtiar Effendy
Judul: Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia
Harga Rp 58.000 OFF
Penulis: Bahtiar Effendy
Penerbit: Paramadina
Tebal: 512 halaman
Kondisi: Stok lama ,isi dan sampul utuh lengkap,BERSIH


Buku ini membahas hubungan politik antara Islam dan negara di Indonesia. Penulisannya terutama oleh fenomena yang mengejutkan bahwa sejak berakhirnya kolonialisme barat pertengahan abad ke-20, negara-negara muslim seperti Turki, Mesir, Sudan, Maroko, Pakistan, Malaysia dan Alzajair mengalami kesulitan dalam upaya mereka mengembangkan sintesis yang memungkinkan (viable) antara praktik dan pemikiran politik islam dan negara, yang ditandai oleh ketegangan yang tajam, jika bukan permusuhan. Sehubungan dengan posisi Islam yang menonjol di wilayah-wilayah tersebut, yakni kedudukannya sebagai agama yang dianut sebagian besar penduduk, hal ini tentu saja merupakan kenyataan yang menimbulkan tanda tanya.

Jumat, 24 Juli 2015

Minggu, 19 Juli 2015

Jual Buku Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya Dalam Pembangunan di Indonesia Penulis: Nurcholish Madjid

Jual Buku Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya Dalam Pembangunan di Indonesia Penulis: Nurcholish MadjidJudul: Buku Tradisi Islam: Peran dan Fungsinya Dalam Pembangunan di Indonesia .Harga Rp 35.000
Penulis: Nurcholish Madjid
Penerbit:  Paramadina
Terbit :
Kertas HVS
Tebal: 265 halaman
ukuran 14x21
Kondisi: bekas, lembab, jamur, isi utuh
Tersedia 1

Selasa, 09 Juni 2015

Jual Buku Dari Akidah ke Revolusi: Sikap Kita Terhadap Tradisi Lama Penulis: Hassan Hanafi

Jual Buku Dari Akidah ke Revolusi: Sikap Kita Terhadap Tradisi Lama Penulis: Hassan HanafiJudul: Dari Akidah ke Revolusi: Sikap Kita Terhadap Tradisi Lama
Penulis: Hassan Hanafi
Harga: Rp. 130.000 
Penerbit: Paramadina,
Tahun : 2003
Tebal: 420 halaman
Kondisi: Stok lama, bukan bekas, segel


Hasan Hanafi memiliki concern yang begitu besar terhadap persolan-persoalan riil umat Islam, seperti ketidak adilan, penindasan, penjajahan. Pemikiran tersebut merupakan sejalan dengan sahabatnya Ali Syariati salah satu ideolog Iran yang sama kuliah di Sorbone. Hasan Hanafi dalam strategi kebudayaan yang bersifat koprehensip yang dikenal dengan proyek tradisi dan modernisasi. Dalam proyek tersebut ia mengagendakan tiga agenda utama sikap kita terhdap tradisi, sikap kita terhadap tradisi barat, dan sikap kita terhadap realitas. Ketiga agenda tersebut merupakan dialektika ego dengan dirinya, nyakni warisan masa lalu, dan dialektika dengan orang lain, dalam sebuah medium waktu tertentu nyaitu dialektika dengan kekinian.ketiga agenda tersebut oleh Hasan Hanafi sebagai tindakan yang bukan sekedar intellektual exercises, tetapi memang ditunjukan sebagai perubahan nyata dalam dunia Islam.

Dalam agenda yang pertama Hasan Hanafi telah menerbitkan sebuah karya monumental dengan judul Min al Aqidah  ila ats-tsawrah. Buku tersebut telah diterjemahkan oleh paramadina dengan judul Dari Akidah Menuju Revolusi, setelah karyanya yang kedua Oksidentalisme; Sikap kita terhadap Tradisi Barat. Dalam karya tersebut Hasan Hanafi telah menggambarkan tentang pentingnya kesadaran wahyu tentang manusia dan sejarah yang sebanarnya sangat kuat dengan teologi Islam klasik, namun seringkali tersembuyi atau sengaja disembunyikan dibalik citraan tentang Tuhan. Teologi Islam lebih mengatakan keserba sempurnaan Tuhan ketimbang makna manusia dari tema-tema dalam sejarah. Hasan Hanafi mentranformasikan dogma-dogma teologis menjadi ideologi revolusioner dalam Islam.

Sedangkan dalam agenda kedua menjadikan Oksidentalisme menjadi suatu disiplin keilmuan yang sama sekali baru dalam pemikiran Islam. Ia menyebutkan kajian tersebut sebagai kritik terhadap penggambaran dan pembentukan struktur kesadaran barat. Semacam dekontruksi barat dengan menggunakan kacamata Islam. Tujuan agenda adalah mengakhiri invansi kebudayaan barat terhadap umat Islam dengan mengembalikan mereka kebatas-batas kulturalnya. Sebagaimana dalam kultur umat Islam yang memiliki ketergantungan terhadap bangsa barat, yang menyebabkan pengabaian terhadap tradisinya yang sangat kaya.

Gambaran agenda pertama dan kedua merupakan dengan jelas menunjukan orisinalitas pemikirannya sebagai sebuah strategi kultural bagi kehidupan umat Islam. Hasan Hanafi selain melakukan dekontruksi, ia juga melakukan rekontruksi sekaligus menyajikan kritik terhadap realitas Islam melalui teologi pembebasan yang berwatak tranfoiramatif. Sebagai pertanyaan bagaimanakah sikap hasan Hasan Hanafi terhadap realitas yang berisi metodologi penafsiran dengan bebrbasis kerkaitan teks dengan realitas.

Senin, 08 Juni 2015

Jual Buku Menembus Batas Tradisi Menuju Masa Depan yang Membebaskan, oleh Kholilul Rohman Ahmad

Jual Buku Menembus Batas Tradisi Menuju Masa Depan yang Membebaskan, oleh Kholilul Rohman Ahmad
Menembus Batas Tradisi Menuju Masa Depan yang Membebaskan
oleh Kholilul Rohman Ahmad
Harga Rp 65.000 
Sampul: Soft Cover
ISBN13 : 9789797092597
Bahasa : Indonesia
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Halaman : 304

Deskripsi:
Menembus Batas Tradisi, Nurcholish Madjid (Cak Nur) mengulas berbagai segi seperti : keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan, perlunya membangun tradisi oposisi yang kuat, menanggalkan sikap fanatic dan pencarian legitimasi terhadap praktik kekerasan. Masyarakat yang menghendaki sistem kemasyarakatan yang demokratis berdasarkan musyawarah, bukan absolutisme di antara sesama manusia. Tidak diragukan lagi, Nurcholis Madjid adalah seorang pelopor utama yang telah bergerak ke arah sebuah bangunan Islam dan keindonesiaan yang asri, yang memberi payung kepada semua anak bangsa tanpa kecuali. Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja yang mengidamkan terwujudnya wacana-wacana tersebut.

Rabu, 03 Juni 2015

Jual Buku Membumikan Islam Progresif, Shalahuddin Jursyi

Jual Buku Membumikan Islam Progresif, Penulis : Shalahuddin Jursyi
Judul Buku Membumikan Islam Progresif
Harga Rp 70.000
Penulis : Shalahuddin Jursyi
Penerbit : Paramadina,
Tahun :2004
Tebal : xxxiv + 357hlm
Kondisi : Segel, stok lama, bagus

Sabtu, 16 Mei 2015

Jual Buku Passing Over: Melintasi Batas Agama Penulis: Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid

Jual Buku Passing Over: Melintasi Batas Agama Penulis: Nurcholish Madjid, Abdurrahman WahidJudul: Passing Over: Melintasi Batas Agama
Harga Rp 110.000
Penulis: Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Djohan Effendi, Barbara Brown Zikmund, Komaruddin Hidayat, Suwoto Mulyosudarno, Eka Darmaputera, Darius Dubut, Alwi Shihab, Ismed Natsir, M. Din Syamsuddin, Kautsar Azhari Noer, Muhamad Wahyuni Nafis, Mohamad Sobary, Hamid Basyaib, Chandra Setiawan, Liang Wen Fung
Pengantar: Nurcholish Madjid
Penyunting: Komaruddin Hidayat & Ahmad Gaus AF
ISBN : 979-605-871-5
Sampul: Soft Cover
Tebal: xl + 464 Halaman
Dimensi: 14 x 21 Cm
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama & Yayasan Wakaf Paramadina, Jakarta
Tahun: Cetakan Kedua, 1999
Kondisi:Stok lama, Bagus, Bukan Bekas

Akhir-akhir ini wacana mengenai hubungan antar agama begitu hangat dibicarakan. Apalagi ketika masa pemerintahan Abdurahman Wahid (Gus Dur) telah memperjelas isu ini dan bukan hanya sekedar isu belaka melainkan beliau menjadi lakon yang nyata atas wacana itu. Meskipun dalam faktanya beliau seringkali digugat oleh sebagian orang dan sekaligus sebagai tokoh yang kontroversi dikalangan umat Islam. Tidak hanya Gus Dur, beberapa tokoh pluralisme lain misalnya Cak Nur, M. Quraish Shihab, Komarudin Hidayat, Barbara Brown, Liang Wenfung dan masih banyak tokoh-tokoh lain yang memperbincangkan diskursus ini. Bagaimana mereka mengajukan gagasan-gagasan dengan mencari titik temu diantara agama-agama melalui pendekatan dialog antaragama.

Sangat amat naif jika ada seseorang yang hanya memandang satu agama dari beberapa agama sebagai klaim bahwa agamanya-lah yang paling benar bahkan pada tingkatan yang paling ekstrim menganggap bahwa selain agamanya-lah akan masuk Neraka. Kecenderungan ini tentunya menggunakan tolak ukur yang dipakai adalah tidak seimbang dengan takaran semestinya. Hal ini terjadi karena doktrin agama yang dipahami seseorang terkadang tidak melihat  (bahkan menutup diri) dengan kondisi masyarakat yang kompleks apalagi ketika dihubungkan dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara yang multi-etnis, kultur dan agama. Tetapi jika kita melihat Negara lain, saya kira Indonesia belum-lah dikatakan sebagai Negara yang Multikultur, karena Masyarakat Indonesia masih belum bisa mengaplikasikan konsep multikultur, bisa kita lihat ketika ada suatu konflik masyarakat yang disebabkan hanya karena masalah suku bahkan membawa nama agama sebagai dalih untuk berbuat sesukanya.

Sebuah buku yang berjudul Passing Over; Melintasi Batas Agama telah memberikan gambaran yang utuh mengenai hubungan antar agama-agama. Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa artikel yang ditulis oleh tokoh-tokoh pluralisme seperti yang telah di sebutkan diatas. Disana telah dijelaskan beberapa tema dimulai dari dialog Agama, masalah Agama, kebebasan Agama, Agama-Agama dunia dan terakhir hubungan antar-Agama.

Dalam tema yang pertama, buku ini menjelaskan tentang isu-isu seputar dialog antar-Agama. Pada bagian ini Cak Nur (Nurkholish Madjid) menyatakan bahwa inti dari semua Agama adalah sama yakni ketundukan kepada Tuhan yang maha Esa. Beliau memandang bahwa suatu keharusan (terutama bagi umat Islam) untuk mengadakan dialog antar-Agama. Pandangan seperti itu diperkuat dalam tulisan Gus Dur (Abdurahman Wahid) bahwa umat Islam masih belum bisa melakukan pendekatan ini, karena dari segi internal dialog antar-Agama hanyalah menjadi isu guyon belaka. Terbukti ketika pertentangan dikalangan umat Islam sendiri mengenai pemahaman sebuah teks Agama yang selalu diperdebatkan dan tak pernah ada habisnya.

Memasuki tema yang kedua membicarakan tentang kebebasan beragama yang ditinjau dari beberapa sudut pandang seperti Djohan Effendi memulai tulisannya dengan menghubungkannya jaminan konstitusional bagi kabebasan beragama. Menurutnya masalah kebebasan Agama tidak hanya berkaitan dengan “penghormatan” belaka, tetapi juga berkaitan dengan nilai-nilai keberagaman itu sendiri. Lebih menarik lagi ketika Suwoto Mulyosudarmo melihat kebebasan beragama dengan menggunakan konsep Hak Asasi Manusia dan mempermasalahkan tentang Organisasi Negara yang dianggap sebagai masalah dasar dalam kebebasan Agama. Kemudian diteruskan oleh Cak Nur dan Quraish Shihab yang mendukung penuh gagasan pluralisme dan kekebasan beragama dengan merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits Nabi serta mengkontekskannya ke dalam kondisi masyarakat Indonesia.

Dalam tema yang ketiga disinggung beberapa gagasan mengenai kesatuan Agama, perbandingan Agama, dan pengalaman Agama yang merupakan pengembangan dan perluasan dari tema-tema sebelumnya. Editor (Komarudin Hidayat) dan Syamsudin memulainya dengan pembahasan mengenai interelasi dan interaksi Agama-Agama di Dunia. Mereka berdua bersepakat bahwa dengan adanya interaksi antar-Agama akan membawa Dunia menuju Konvergensi.

Masih dalam tema ketiga Kautsar Azhari menjelaskan tentang perbbandingan Agama. Ia memandang bahwa perlu mencari keparalelan dari gejala-gejala dan bentuk-bentuk keagamaan sampai pada penutupan, Kautsar membawa pembaca mengenalkan lebih dekat tentang Agama-Agama melalui sebuah cerita yang pernah ia alami. Kemudian diperkuat dengan cerita Darius Dubut yang melakukan “Ziarah Religius” (Passing Over) dengan berharap akan memperkaya pengalaman keagamaan.

Pada tema yang keempat (bagian terakhir) merupakan penjelasan dan pelengkap dari tema-tema sebelumnya. Dalam hal ini akan dibahas mengenai hubungan antar-Agama dengan memberikan sebuah kasus mengenai hubungan Islam dan Kristen serta Islam dan Yahudi. Alwi Sihab secara mendetail menerangkan hubungan Islam dan Kristen, bagaimana kedua Agama tersebut diungkap melalui masalah-masalah yang terjadi sekaligus memberikan solusi atas masalah tersebut berupa perlunya “Etika Dialog” atau “Aturan Main”. Sedangkan dalam masalah Islam dan Yahudi dijelaskan oleh Hamid B dengan pendekan kesejarahan. Ia menjelaskan bahwa hubungan kkedua Agama tersebut menjadi rusak disebabkan karena masalah politik.

Buku ini penting untuk dibaca karena kontennya sangat berisi dan berbobot malah harus bagi Islam fundamentalis. Tidak penting gagasan seperti apa yang akan dituangkan oleh penulis, setidaknya ada upaya memperkaya “pengalaman keagamaan” (istilah yang digunakan Darius Dubut). Tidak penting untuk mendalami tulisan penulis tetapi sebagai bahan introspeksi dir mungkin akan sangat berpengaruh dan berguna.

peresensi: Taufiq Hidayatillah

Senin, 16 Maret 2015

Jual Buku Konteks Berteologi di Indonesia, Azyumardi Azra.

Jual Buku Konteks Berteologi di Indonesia, azyumardi azra,
Judul Buku Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam
Penulis: Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A.
Harga: Rp. 70.000
Penerbit: Paramadina,
Tahun :1999
Tebal: 268 hlmn
Ukuran 14 x21
Kondisi Stok lama, Bagus

Buku ini membahas perspektif teologi Islam tentang kerukunan hidup beragama dan konsekuensinya antara umat beragama yang berkaitan erat dengan doktrin Islam tentang hubungan antara sesama manusia dan hubungan antara Islam dengan agama-agama lain.

Rabu, 14 Januari 2015

Jual Buku Dialog Ramadlan bersama Cak Nur / Nurcholish Majid

Jual Buku Dialog Ramadlan bersama Cak NurJudul Buku Dialog Ramadlan bersama Cak Nur,
Penulis: Nurcholish Majid
Harga Rp 37.000TERJUAL
Penerbit: Paramadina,
Tahun 2000.
Tebal : xv + 161 halaman
Kondisi: Bekas, Utuh, Bagus

Nurcholish Madjid kembali membukukan pikiran-pikirannya. Membahas soal puasa hingga Idul Fitri. Marhaban Ya Ramadhan. Kalimat sambutan ini memang pantas disebut pada setiap kedatangan Ramadhan: bulan penuh berkah, rahmah, dan magfirah Allah. Karena penuh keistimewaan itulah, maka wajar bila soal Ramadhan tak luput dibahas oleh para cendekiawan Islam. Lihat, misalnya, karya Imam al-Ghazali, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim al- Jauzi, Sayyid Quthb, dan Thabathabai.

Nurcholish Madjid tampaknya ingin mengikuti jejak mereka, dengan mengupas masalah-masalah yang berkaitan dengan Ramadhan. Tapi, ada pertanyaan yang harus dijawab: perlukah buku terbaru Nurcholish ini dibaca? Bukankah soal Ramadhan telah dikaji oleh banyak pemikir Islam? Adakah hal-hal baru dan istimewa dari buku pemilik Yayasan Waqaf Paramadina ini?

Karya Rektor Paramadina Mulya ini benar-benar berbeda dari karya para tokoh Islam pendahulunya dalam memaparkan makna dan hikmah peristiwa pada Ramadhan hingga Idul Fitri: nuzul al-Quran (turunnya Al-Quran), layl al-qadr (malam penentuan), dan zakat fitrah. Nurcholish tidak hanya memaknai dan memetik hikmah peristiwa itu dari satu aspek fikih (syariah Islam).

Ia juga meniliknya dari sisi pergumulan historis, penafsiran sosiologis, pengamatan antropologis, pergulatan filosofis, dan penghayatan tasawuf. Penjelasannya dipadu dari dua pisau analisis: ilmu pengetahuan klasik dan modern. Nurcholish mengupas peristiwa- peristiwa penting dalam sejarah Islam tersebut secara kronologis, sehingga tampak utuh dan saling terkait.

Semua kejadian itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Bagi pemikir yang pernah dicalonkan sebagai Ketua Umum ICMI ini, kewajiban dan peristiwa keagamaan pada Ramadhan itu bisa dilihat sebagai satu kesatuan organik yang tidak boleh dipisah-pisahkan, dan merupakan rangkuman nilai-nilai Islam in a nutshell (dalam sebuah kapsul kecil).

Buku yang dibagi ke dalam lima bagian ini menjelaskan bahwa peristiwa awal pada Ramadhan dimulai dari kewajiban puasa, lalu Allah menurunkan kitab suci Al-Quran -sebagai petunjuk bagi orang- orang beriman- dan layl al-qadr -malam seribu bulan- dan diakhiri dengan kewajiban zakat fitrah. Puncaknya, orang-orang beriman yang telah memperbaiki tingkat ketakwaannya akan "kembali ke kesucian primordial" ('id al-fitr) dirinya.

Makna sosial-spiritual puasa Ramadhan dan Idul Fitri dapat dipahami dengan memandangnya sebagai simbolisme perjalanan melingkar hidup kerohanian manusia (halaman 134). Puasa adalah ibadah pribadi yang menjadi media penanaman tanggung jawab dan solidaritas sosial. Seorang beriman yang berpuasa dianjurkan memperbanyak membaca Al- Quran (tadarusan), beriktikaf di masjid untuk memperoleh layl al- qadr, dan membayar zakat fitrah untuk meringankan beban sesama manusia yang tidak mampu.

Nurcholish menegaskan, makna simbolisme selama puasa Ramadhan merupakan rasa rohani-sosial kepada sesama manusia dan kemanusiaan. Dan pada Idul Fitri -hari Lebaran untuk konteks Indonesia- umat Islam membangun tradisi mudik, maaf-memaafkan, dan halal-bi-halal untuk menyatukan silaturahmi dengan keluarga dan rekan sepergaulan. Idul Fitri memberikan bekal kerohanian baru kepada masyarakat Indonesia untuk menempuh hidup selama setahun mendatang.

Jadi, makna Idul Fitri harus ditangkap sebagai Hari Kemanusiaan Universal yang suci. Manusia adalah suci, dan harus berbuat suci kepada sesamanya (halaman 137). Nurcholish mengutip hadis Rasulullah. "Orang yang sayang kepada sesamanya akan disayang oleh Yang Maha Penyayang. Maka, sayangilah sesama di bumi, Dia yang di langit akan menyayangimu." (H.R. Tirmidzi dan Abu Daud). Secara keseluruhan, buku ini menyediakan menu sajian yang cukup beragam, kaya, dan menukik, yang berbeda dari buku-buku dengan tema serupa.

Idris Thaha

Sabtu, 27 Desember 2014

Jual Buku Islam,Pluralisme dan Toleransi Keagamaan, Mohamed Fathi Osman

Jual Buku Islam,Pluralisme dan Toleransi Keagamaan, Mohamed Fathi Osman
Buku Judul : Buku Islam, Pluralisme & Toleransi Keagamaan
Pengarang : Mohamed Fathi Osman
Harga : Rp40.000,- TERJUAL
Penerjemah : Irfan Abubakar
Pengantar : Budhy Munawar Rachman
Penerbit : Paramadina
Tahun : 2005
Tebal : lxii + 134 halaman
Kondisi : seken, bagus
Stok : 1 buah

Deskripsi : buku ini didedikasikan untuk peringatan milad ke-20 tahun Paramadina ini, menegaskan bahwa paham pluralisme adalah bagian amat penting dari tatanan masyarakat maju. Dalam paham inilah dipertaruhkan, antara lain, sehatnya demokrasi, keterbukaan, dan keadilan.

Secara umum, dalam buku ini Mohamed Fathi Osman membahas pluralisme di era global, pluralisme dalam hukum Islam, pluralisme dalam peradaban Islam, dan menuju sumbangan kaum muslim untuk pluralisme global dewasa ini.

Mohamed Fathi Osman adalah Guru Besar Tamu pada Center for Muslim-Christian Understanding Georgetown University, Washington DC.


Minggu, 14 Desember 2014

Jual Buku Bayang-Bayang Fanatisme: Esai-esai Untuk Mengenang Nurcholish Madjid / Editor: Abd Hakim & Yudi Latif

Jual Buku Bayang-Bayang Fanatisme: Esai-esai Untuk Mengenang Nurcholish Madjid, Editor: Abd Hakim & Yudi Latif
Buku Bayang-Bayang Fanatisme: Esai-esai Untuk Mengenang Nurcholish Madjid .Harga Rp 120.000 
Editor: Abd Hakim & Yudi Latif
Penerbit: Pusat Studi Islam dan Kenegaraan
Tahun, 2007
Kertas Isi Hvs
Tebal: 464 halaman
Kondisi: Stok lama ,segel,bagus


Buku ini berisi tentang wacana serta pemikiran Cak Nur yang mengungkapan kembali peradaban Islam pada masa kejayaannya pada abad ke 9 sampai dengan 13 M.


Sabtu, 21 Juni 2014

Jual Buku Agama dan Dialog Antar Peradaban, Nurcholish Majid Franz Magnis

Jual Buku Agama dan Dialog Antar Peradaban,  Penulis Nurcholish Madjid,
Judul Buku Agama dan Dialog Antar Peradaban
Harga Rp 50.000
Penulis :
-Nurcholish Madjid,
-Imaduddin Abdulrahim,
-Franz Magnis Suseno,
-Samuel P Huntington dkk
Penerbit Paramadina
Tahun 1996
217hlm
Kondisi Seken, Bagus

Rabu, 18 Juni 2014

Jual Buku Dari Neomodernisme ke Islam Liberal, oleh Abd A'la

Dari neomodernisme ke Islam liberal
Penulis: A'la, Abd, 1957-
Bahasa : Indonesian
Penerbit : Paramadina, 2003.
Tebal: xvi, 248hlm
Ukuran ; 14 x 22 cm.
ISBN: 9798321731
Kondisi : Baru, bagus
Harga Rp 45.000

Selasa, 10 Juni 2014

Sell Books > Jual Buku Islam, Liberalisme Demokrasi / Bernard Lewis

 Jual Buku Islam, Liberalisme Demokrasi, Bernard Lewis
Judul: Islam Liberalisme Demokrasi: Membangun Sinerji Warisan Sejarah, Doktrin, dan Konteks Global.
Harga: Rp. 88.000
Penulis: Bernard Lewis, et.al.
Penerbit: Paramadina,
Tahun 2001
Tebal: 434 halaman, Isi HVS, 14x21
Kondisi: Lawas,Stok lama ,bagus

Sinopsis:Para pemikir yang menyumbangkan tulisannya dalam buku ini berpretensi untuk menunjukkan perdebatan tentang Islam dan Demokrasi yang sudah "mengarat" itu menuju pemahaman komprehensif yang memungkinkan relasi Islam-Demokrasi menyatu dalam format ideal.