Sosiologi Paul B Horton
Harga Rp 78.000
Berat 700gram
sampul cukup bersih, isi cukup bersih utuh lengkap
Sedia dan Jual Buku Referensi Skripsi.:Thesis dan Research Bidang: Filsafat.Sosiologi.Antropologi.Pemerintahan.Hubungan Internasional. Politik.Komunikasi.Psikologi.Sejarah.Hukum.Pendidikan.Sastra Budaya dan Bahasa.
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sosiologi dan Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sosiologi dan Tokoh. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Februari 2016
Jumat, 25 Desember 2015
Pembasmian KEMISKINAN perspektif Sosiologi Antropologi oleh Dr Swis Tantoro
Minggu, 15 November 2015
Model Model Kesejahteraan Sosial dalam ISLAM perspektif Normatif Filosofis dan Praktis oleh UIN Suka
Minggu, 08 November 2015
Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan oleh Peter L. Berger
Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuanoleh Peter L. Berger & Thomas Luckmann
Tebal: 258 halaman
Harga: Rp. 60.000 disc jadi Rp 56.000
Penerbit: LP3ES
Buku ini dimaksudkan sebagai suatu pembahasan teoritis dan sistematis mengenai sosiologi pengetahuan. Oleh sebab itu ia tidak dimaksudkan untuk menyajikan suatu tinjauan historis mengenai perkembangan disiplin ini, atau untuk menjelaskan dan menafsirkan pelbagai tokoh dalam perkembangan ini atau itu dalam teori sosiologi, atau bahkan untuk menunjukkan bagaimana suatu sintesa bisa dicapai antara tokoh-tokoh dan perkembangan-perkembangan itu. Begitu pula tidak dikandung maksud untuk melibatkan diri dalam sesuatu polemik. Ulasan-ulasan kritis mengenai pendirian-pendirian teoritis lain hanya diberikan (tidak di dalam teks melainkan dalam catatan kaki) sejauh hal itu dapat memperjelas argumen buku ini.
Inti argumen itu akan dijumpai dalam Bagian-bagian Dua dan Tiga ("Masyarakat sebagai Kenyataan Objektif" dan "Masyarakat sebagai Kenyataan Subjektif"); yang pertama menyajikan pemahaman dasar kami mengenai berbagai masalah sosiologi pengetahuan, dan yang kedua menerapkan pemahaman ini kepada tingkat kesadaran subjektif dan dengan itu membangun sebuah jembatan teoritis ke masalah-masalah psikologi sosial. Bagian Satu memuat apa yang paling tepat dapat dilukiskan sebagai prolegomena filosofis bagi argumen inti, dari segi suatu analisa fenomenologis mengenai kenyataan kehidupan sehari-har ("Dasar-dasar Pengetahuan dalam Kehidupan Sehari-hari"). Pembaca yang hanya menaruh minat kepada argumen sosiologis semata mungkin akan tergoda untuk melompati saja bagian ini, akan tetapi ia kiranya perlu diingatkan bahwa konsep-konsep kunci tertentu yang digunakan dalam keseluruhan argumen itu didefinisikan dalam Bagian Satu ini.
Meskipun minat kami tidak terletak dalam segi historisnya, kami merasa berkewajiban untuk menjelaskan apa sebabnya dan dengan cara bagaimana konsepsi kami mengenai sosiologi pengetahuan berbeda dengan apa yang pada umumnya dipahami hingga kini oleh disiplin ini. Penjelasan ini terdapat dalam Pendahuluan. Di bagian akhir buku ini, kami sajikan beberapa catatan penutup untuk menunjukkan apa yang kami anggap sebagai "buah hasil" upaya kami ini bagi teori sosiologi pada umumnya dan bagi bidang-bidang tertentu dalam penelitian empiris.
Logika argumen kami menyebabkan bahwa sampai tingkat tertentu kami mau tak mau harus mengulang-ulang. Demikianlah, maka beberapa masalah ditinjau di dalam "tanda kurung" fenomenologis dalam Bagian Satu, kemudian masalah-masalah itu dibahas kembali dalam Bagian Dua, kali ini tanpa "tanda kurung", dan dengan perhatian tertuju kepada asal-usul (genesis) empirisnya, lalu untuk ketiga kalinya masalah-masalah itu dibahas lagi dalam Bagian Tiga pada tingkat kesadaran subjektif. Kami telah berusaha agar buku ini bisa dibaca semudah mungkin, tetapi tanpa melanggar logika dalamnya, dan kami berharap bahwa pembaca akan memaklumi mengapa pengulangan-pengulangan tertentu tidak dapat dielakkan.
Ibn al 'Arabi, mistikus besar Islam, berseru di dalam salah satu syairnya "Selamatkan kami, ya Allah, dari lautan nama-nama!" Seruan ini sering kami ulangi selama kami sendiri belajar sosiologi. Karena itu kami telah memutuskan untuk meniadakan semua nama dari argumen kami yang di sini. Argumen itu lalu bisa dibaca sebagai suatu penyajian yang bersinambung dari pendirian kami sendiri, tanpa setiap saat diselingi dengan ungkapan-ungkapan -ungkapan seperti "Durkheim berkata begini", "Weber berkata begitu", "Dalam hal ini kami sependapat dengan Durkheim tapi tidak dengan Weber", "Kami kira Durkheim telah disalahtafsirkan dalam hal ini", dan sebagainya. Bahwa posisi kami tidaklah muncul dari keadaan kosong (ex nihilo) sudah jelas dalam setiap halaman; tetapi kami ingin agar posisi ini dinilai atas dasar baik-buruknya sendiri, tidak dari segi aspek-aspek penjelasan atau pensitesaannya.
Rabu, 28 Oktober 2015
SOSIOLOGI INDONESIA : Diskursus Kekuasaan Reproduksi Pengetahuan Penulis: Hamzah Fanshuri
Sabtu, 24 Oktober 2015
Ekofeminisme III Tambang, Perubahan iklim dan Memori Rahim
Minggu, 11 Oktober 2015
AGAMA dalam Ruang Publik, oleh Gusti AB Menoh
introduction speech F Budi Hardiman,
Harga Rp 58.000
Kanisius 2015
Kondisi Baru
Rabu, 07 Oktober 2015
Jual Buku Menolak Posmodernisme Antara Fundamentalisme Rasionalis dan Fundamentalisme Religius
Minggu, 04 Oktober 2015
Ruang Publik dan memori kolektif Jakarta Pasca Soeharto, Penulis Abidin Kusno
Senin, 28 September 2015
Sosiologi Pendidikan Emile Durkheim Penulis: Rakhmat Hidayat
Sosiologi Pendidikan Emile DurkheimPenulis: Rakhmat Hidayat
Harga Rp 56.000
Penerbit: Rajawali Pers
Buku ini berupaya memetakan pemikiran Durkheim dalam studi sosiologi pendidikan dan memiliki dua tujuan penting (1) menjadi pintu masuk untuk memperkuat diskursus sosiologi pendidikan dalam perspektif Durkhemian di Indonesia. Sebagai pintu masuk, sangat memungkinkan untuk mengembangkan terjadinya dialektika secara intensif dalam produksi wacana dan gagasan tentang studi sosiologi pendidikan Durkheim, (2) buku ini berupaya merangkai berbagai referensi primer Durkheim yang ditulis dalam bahasa Prancis maupun referensi sekunder yang ditulis berbagai sosiolog mancanegara tentang analisis Durkheim dalam sosiologi pendidikan. Hal ini dalam upaya mengatasi keterbatasan referensi tentang Sosiologi Pendidikan menurut Durkheim. Buku ini sekaligus juga di dalamnya tergambarkan dinamika pemikiran sosiologi di Prancis yang sangat dinamis. *** Buku ini menawarkan sebuah analisis penting sosiologi pendidikan Durkheim pada umumnya dan khususnya bagi pembaca selain dari Barat seperti yang ada di Indonesia. Hal ini karena Durkheim adalah rujukan dari para pendiri sosiologi. Di antara ide-ide Durkheim yang muncul lebih dari satu abad lalu, membawa analisis Rakhmat Hidayat untuk memperkenalkan pemikiran Durkheim ke Indonesia. Berbagai pemikiran Durkheim signifikan untuk semua budaya pada setiap tahap perkembangan mereka. Durkheim adalah benar-benar ahli sosial sepanjang masa. Prof. Dr. Stjepan G. Metrovi Profesor Sosiologi di Texas A & M University, Amerika Serikat Kontribusi Rakhmat Hidayat dalam menulis bukunya berjudul Sosiologi Pendidikan mile Durkheim sangat berharga dalam hal ini yang mengintegrasikan gambaran kehidupan Durkheim dan bekerja pada pendidikan dengan alat-alat yang dapat membantu kita menjadi lebih siap dengan jenis kapasitas yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tantangan kita dihadapkan dengan di zaman kita. Buku ini menguraikan peran formatif Durkheim dalam pembentukan disiplin Sosiologi, membuka jalan untuk penjelasan lebih rinci tentang basis pemikiran Durkheim tentang analisis pendidikan dan warisan yang kuat yang memberikan kontribusi terutama dalam pembentukan tradisi kuat yang diinformasikan melalui penelitian dan praktik dalam sosiologi pendidikan di Prancis. Prof. Dr. Terry Wotherspoon Profesor Sosiologi di Department of Sociology, University of Saskatchewan, Kanada Karyanya Durkheim adalah bacaan wajib bagi mahasiswa dan peneliti Sosiologi Pendidikan, bukan hanya karena dia sangat berpengaruh dalam sejarah sosiologi, tetapi juga---dan ini adalah alasan yang paling penting--- karena ia masih relevan. Seorang klasik adalah seorang penulis yang selalu menjelaskan kita sesuatu yang baru, yang kata-katanya membantu kita untuk memahami diri kita dan dunia hidup kita. Buku Rakhmat Hidayat sangat relevan, memungkinkan pembaca Indonesia untuk menjadi akrab dan relevan dengan kajian dari analisisnya Durkheimian. Itu sebabnya bukunya Rakhmat Hidayat sangat relevan sebagai bacaan wajib bagi siapa saja yang benar-benar berkomitmen untuk menghadapi tantangan, bagaimana kita dapat mengubah masyarakat kita menjadi tempat yang lebih baik dengan kesadaran individu tentang tugas mereka dan yang paling penting adalah hak dan cita-cita mereka. Dr. Raquel Weiss Profesor sosiologi di Department of Sociology and the Graduation Program in Sociology at Universidade Federal do Rio Grande do Sul, Brazil dan Director of the Brazilian Centre for Durkheimian Studies
Selasa, 22 September 2015
Jual Buku Sosiologi Tubuh (Membentang Teori di Ranah Aplikasi) Penulis: Ardhie Raditya
Sosiologi Tubuh (Membentang Teori di Ranah Aplikasi)Harga Rp 75.000
Penulis: Ardhie Raditya, MA
Penerbit: Kaukaba, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Agustus 2014
Tebal: xxxvi + 312 halaman; 14 x 21 cm
Ukuran: 16 x 24 cm / Bookpaper
ISBN: 978-602-1508-52-7
Buku ini merupakan upaya sistematis dan kritis untuk ‘memperjuangkan’ tubuh sebagai sebuah objek kajian sosiologi. Buku ini menenggarai adanya ‘pengabaian’ tubuh sebagai objek kajian sosiologi, yang selama ini lebih fokus pada tema-tema besar: institusi, ideologi, negara, keyakinan, pengetahuan. Dengan menempatkan ‘tubuh’ sebagai sebuah ‘fakta sosial’, buku ini mencoba melihat tubuh dari sudut pandang berbagai ‘perubahan sosial’ yang tengah berlangsung, khususnya perkembangan globalisasi, kapitalisme, abad informasi dan media massa.
Buku ini menawarkan sebuah sudut pandang yang baru dan unik, yaitu memandang tubuh di dalam konteks ‘politik mikro’ (micro politics) atau ‘politik lokal’. Buku ini secara khusus menyoroti bagaimana tubuh menjadi ajang permainan kekuasaan dan perebutan posisi hegemoni pada tingkat lokal, yaitu ‘budaya Madura’. Misalnya, bagaimana budaya patriarki di dalam masyarakat Madura membuat ‘partisi’ antara dunia ‘laki-laki’ dan ‘perempuan’, melalui diferensiasi peran, posisi dan fungsi sosialnya. Di pihak lain, juga dibangun ‘partisi’ di antara perempuan-perempuan itu sendiri, misalnya antara perempuan ‘kelas atas’ dan ‘kelas bawah’.
Buku ini menjadi menarik, karena mencoba memandang tubuh sebagai sebuah ‘tegangan’ antara kekuatan-kekuatan global—kapitalisme, media global, teknologi informasi—dan kekuatan-kekuatan lokal dari sebuah budaya etnis. Tegangan globalitas dan lokalitas dalam konteks tubuh, telah menjadikan tubuh sebagai ajang perebutan kekuasaan di antara berbagai kekuatan itu. Dalam banyak kasus, kekuatan-kekuatan global yang dominan dan hegemonik itu cenderung menjadi ancaman terhadap pemahaman lokal tentang tanda, makna dan nilai-nilai sosial tubuh. Tubuh-tubuh lokal itu kini terancam diselubungi oleh tanda dan citra-citra global yang lebih ‘terbuka’ dan ‘bebas’. Buku ini, secara cerdas mencoba mengangkat isu-isu tegangan global-lokal tentang tubuh, dengan mengajak kita untuk tidak menjadi ‘penonton’ tubuh, tetapi melihatnya melalui pandangan kritis.
Jual Buku Eksplorasi Dalam Teori sosial Penulis : George Ritzer
Rabu, 16 September 2015
Jual Buku Prakarsa Desentralisasi & OTONOMI DESA, Pengarang Rozaki, Abdur
Prakarsa Desentralisasi & OTONOMI DESAPengarang Rozaki, Abdur
Harga Rp 65,000
Pengarang tambahan Anang Sabtoni
Penerbit Yogyakarta: Institut for research and empowerment, 2005
ISBN 979-98181-5-X
Deskripsi Fisik xx,154 hlm.;29x21 cm
Bahasa Indonesia
Senin, 07 September 2015
Sosiologi Uang, oleh hugh dalziel duncan,
Rabu, 02 September 2015
Judul : Kabar-kabar Kekerasan Dari Bali Penulis : Arifatul Choiri Fauzi
Judul : Kabar-kabar Kekerasan Dari Baliharga 36.000 dari 41000
Penulis : Arifatul Choiri Fauzi
Tebal : 255 halaman
Ukuran : 12,5 x 18 cm
ISBN : Terbit : Cet I, Oktober 2007
Sinopsis
Polemik peristiwa bom Bali tidak bisa dilepaskan dari peran media massa. Media massa memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembentukan oruhi peristiwa tertentu bahkan membuat audien tidak sadar akan peristiwa yang sesungguhnya terjadi. Setiap berita yang disajikan oleh media tentunya telah didesain sesuai "kepentingan" media, baik secara internal maupun eksternal. Perselingkuhan media, pemilik modal, dan kekuasaan merupakan "lingkaran setan" yang membatasi otoritas wartawan. Buku ini mengajak kita masuk pada dunia berita, khususnya media massa, untuk mencari basis ideologis dan sosiologis dari sosok media dalam menyajikan "produknya". Sebuah buku yang menawarkan model dan perangkat analisis media sehingga media dan pemberitaannya menjadi hidup.
Jual buku Etnometodologi dalam ilmu sosial Oleh : George Ritzer
Etnometodologi dalam ilmu sosialOleh : George Ritzer
Harga Buku : Rp 30.000
Penerbit : Keasi Wacana
Tahun : 2015(terbit)
Berat : 300gram
Dalam kerangka penelitian kualitatif, etnometodologi diposisikan sebagai sebuah landasan teoritis bagi metode tersebut. Etnometodologi sebagai sebuah studi pada dunia subjektif, tentang kesadaran, persepsi dan tindakan individu dalam interaksinya dengan dunia sosial yang ditempatinya sesuai dengan pokok penelitian kualitatif yang juga menekankan pada dunia subjektif dengan setting sosial dimana ia terlibat didalamnya. Pada kenyataannya etnometodologi ini merupakan kajian yang selalu memiliki peminat dalam studi ilmu sosial, meski ia skeptis terhadap setiap defenisi mengenai dunia sosial yang dibuat oleh sosiologi. Etnometodologi membebaskan setiap situasi untuk mendefenisikan dirinya sendiri.
Buku ini adalah rekaman atas kuliah yang dilakukan oleh George Ritzer yang disampaikan pada para mahasiswa yang tengah mengkaji teori sosiologi. Di dalam buku ini Ritzer berbicara tentang etnometodologi sebagai satu jenis teori sosiologi. Dalam kacamata Ritzer etnometodologi menjadi studi tentang praktik sehari-hari yang digunakan anggota masyarakat biasa dalam menjalani kehidupan keseharian mereka. Orang dipandang menjalankan kehidupan sehari-hari mereka melalui berbagai praktik secara cerdas.
Senin, 31 Agustus 2015
Masyarakat Resiko, Penulis Ulrich Beck
Masyarakat Resiko 75.000 OFFUlrich Beck
Terbit 2015
Kondisi Baru
Istilah masyarakat risiko (risk society) merupakan istilah yang melekat pada sosiolog kenamaan Jerman Ulrich Beck. Istilah tersebut sebenarnya dapat dilihat sebagai sejenis masyarakat industri karena kebanyakan risikonya berasal dari industri. Hal tersebut dapat terjadi sebab menurut Beck kita masih berada dalam era modern, walaupun dalam bentuk modernitas yang baru. Perbedaan tersebut terletak pada tahap ”klasik” modernitas yang sebelumnya berkaitan dengan masyarakat industri, sedangkan modernitas “baru” berkaitan dengan masyarakat risiko (Clark, 1997, dalam Ritzer dan Goodman, 2003 : 561).
Berbagai perubahan turut mengiringi pergantian dari modernitas tahap “klasik” menuju modernitas “baru” yang ditandai kemunculan masyarakat risiko. Salah satu perubahan yang dimaksud dalam hal masalah sentral. Jika dalam modernitas “klasik” masalah sentralnya berkisar pada kekayaan dan bagaimana cara mendistribusikannya dengan merata. Sementara itu dalam modernitas “baru” masalah sentralnya adalah risiko dan bagaimana cara mencegah, meminimalkannya, atau menyalurkannya.
Dalam masyarakat risiko, keadaan menjadi tidak pasti, karena berbagai kemungkinan buruk dapat terjadi. Hal yang dimaksud seperti kemungkinan peristiwa dimana kecelakaan teknologi tidak bisa diasuransikan karena implikasi-implikasi yang tak terbayangkan (misalnya ledakan reaktor nuklir Chernobyl tahun 1986). Dalam hal tenaga nuklir , Beck mengidentifikasi landasan dari “prinsip asuransi” yang tidak hanya dalam hal ekonomi, medis , psikologi , kebudayaan dan religi. Menurutnya, “masyarakat berisiko residual telah menjadi masyarakat yang tidak dijamin asuransi” atau the residual risk society has become an uninsured society (Beck 1992b : 101, dalam Kuper dan Kuper, 2000 : 933). Jadi masyarakat risiko merupakan suatu masyarakat yang tidak mempercayai kemajuan di masa depan , namun yang berpengalaman dalam kalkulasi jangka pendek atas bahaya. Dengan kata lain, “matematika kalkulus atas risiko menunjukkan model etika tanpa moralitas, etika matematis dalam era teknologi” ( Beck 1992b :99, dalam Kuper dan Kuper,2000 : 933).
Langganan:
Komentar (Atom)












