Tampilkan postingan dengan label Kajian Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Militer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Senin, 17 Agustus 2015

Jual Buku Mengenang Jenderal Polisi Anton Soedjarwo: Pribadi, visi, dan misinya

Jual Buku Mengenang Jenderal Polisi Anton Soedjarwo: Pribadi, visi, dan misinyaMengenang Jenderal Polisi Anton Soedjarwo: Pribadi, visi, dan misinya. Harga Rp 125.000 OFF
Penerbit: Alumni Pendidikan Inspektur Polisi ABCDE (1952-1954),
Tahun 2002
Tebal 448hlm
Kulit Muka Hardcover
Ukuran 15 x21cm
ISBN 10: 9799681502
ISBN 13: 9789799681508
Kondisi : stok lama, sampul hardcover lusuh, lecet lecet, jilidan ada renggang, secdara umum layak sedang, LANGKA


Buku ini mengisahkan perjalanan hidup dan karir Jenderal Polisi Anton Soedjarwo, Di tahun 80 an, Anton Soedjarwo sangat terkenal dikarenakan sosoknya yang tinggi besar dan kumisnya yang tebal melintang, terutama untuk warga jakarta, karena saat itu beliau merupakan KADAPOL (Sekarang Kapolda) VII METRO JAYA dan selanjutnya menjadi Kapolri.
Berbagai jabatan penting dalam Kepolisian pernah disandangnya, diantaranya :

- Komandan Batalyon 1232 RANGER (Kemudian menjadi Resimen PELOPOR).
- Komandan Resimen Pelopor Korps BRIMOB.
- Komandan KPPP Tanjung Priok.
- Komandan Korps Brigade mobil (BRIMOB).
- Kadapol V Kal - Bar.
- Kadapol II Sum - Ut.
- Kadapol VII Metropolitan Jakarta Raya.
- KAPOLRI.

Rabu, 12 Agustus 2015

Jual Buku Guard the President with All Cost Melindungi Presiden dengan Segala Upaya

Jual Buku Guard the President with All Cost Melindungi Presiden dengan Segala UpayaGuard the President with All Cost

Melindungi Presiden dengan Segala Upaya
Harga Rp 80000
Penulis Kol YudhiAgustino CBA
Kata Pengantar Komandan Paspampres RI
Mayjen TNI Marciano Norman
Penerbit RM Books
Cetakan pertama,
November 2009
170 halaman
Kondisi Lumayan Bagus, isi utuh bersih, sampul agak kotor karena segel lepas, LANGKA

Minggu, 02 Agustus 2015

Jual Buku MEMORI JENDERAL YOGA (Kepala Bakin 1974 - I989 )

Judul: Memori Jenderal Yoga
Penulis: B. Wiwoho & Banjar Chaeruddin
Harga Rp 180.000
Bahasa: Indonesia
Sampul: Soft Cover
Tebal: 524 Halaman
Ukuran: 14,5 x 21 Cm
Penerbit: PT Bina Reka Pariwara, Jakarta
Tahun: Cetakan III, 1991
Kondisi: Bekas, isi Bagus, sampul agak lusuh

Deskripsi Memori Jenderal YOGA (Kepala Bakin I974 - I989 )

Seperti diceritakan kepada penulis B.Wiwoho dan Banjar Chaeruddin
Penerbit Bina Rena Pariwara
Cetakan ketiga, April I991

Jenderal Yoga Sugomo, terakhir menjabat sebagai Kepala Bakin sampai tahun I989
Sangat menarik membaca biografi seorang Kepala Bakin, sebagai seorang intelijen yang sejak awal karier militernya dimana soal tutup mulut mengenai diri dan pekerjaannya tentu sudah mendarah daging. Beliau juga tidak pernah membuat catatan harian, tetapi ingatannya sangat tajam...
MEMORI JENDERAL YOGA, memuat kilas balik berbagai peristiwa nasional seperti Malari, kasus Sawito, Operasi Woyla, hubungan Soeharto - Yoga - Ali Moertopo serta pandangan Yoga sebagai intelijen mengenai Tantangan Masa Depan.

Sabtu, 18 Juli 2015

Jual Buku Gus Dur Militer dan Politik, Penulis A. Malik Haramain

Jual Buku Gus Dur Militer dan Politik, Penulis A. Malik Haramain Judul Gus Dur Militer dan Politik
Penulis A. Malik Haramain
Harga Rp 85.000
Penerbit Lkis
Tanggal terbit 2004
Jumlah Halaman 394
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 145x210mm
ISBN 9793381531
Kondisi Baru, Stok Lama

Senin, 13 Juli 2015

Jual Buku Pokok-pokok Gerilya, oleh Jenderal Besar DR. A. H. Nasution

Jual Buku Pokok-pokok Gerilya  oleh Jenderal Besar DR. A. H. Nasution
Pokok-pokok Gerilya
oleh Jenderal Besar DR. A. H. Nasution
Harga Rp 85.000
Format :(Hard Cover)
ISBN :9791683018
ISBN13 :9789791683012
Terbit :April 2013
Bahasa :Indonesia
Penerbit:NARASI
Dimensi :230 mm x 150 mm
Kondisi Baru.


Deskripsi:
"Tidaklah bisa kita mengatakan bahwa kita berjuang untuk kepentingan rakyat, kalau dalam praktiknya tindakan kita justru mengganggu, apalagi melukai hati rakyat."
Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution
***

"Gerilya" merupakan terjemahan dari bahasa Spanyol "guerrilla" yang secara harafiah berarti "perang kecil". Taktik ini diyakini pertama kali dilontarkan oleh ahli militer Cina, Sun Tzu yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu. Ide dasarnya adalah menggunakan segala kekuatan (sumber daya) untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat. Oleh Jenderal A.H. Nasution, taktik ini kemudian diadaptasi untuk diterapkan dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai seorang tokoh militer, Nasution dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasannya yang gemilang tentang perang gerilya dituangkan dalam buku ini. Selain telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, dengan judul Fundamentals of Guerrilla Warfare, buku ini juga menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat.
Dalam buku ini, Nasution menulis, "Perang gerilya adalah perang rakyat semesta". Oleh karena itu, buku ini perlu dibaca oleh setiap anggota militer maupun masyarakat awam. Seperti yang diramalkan oleh Nasution, di masa-masa mendatang (seperti juga di masa lalu), kita mungkin masih menggantungkan pertahanan dan keutuhan negara ini pada strategi perang gerilya. Di mana syarat utama keberhasilannya terletak pada kekompakan serta rasa saling percaya antara militer dan rakyat.
***
Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatra Utara, 3 Desember 1918. Karier militernya dimulai tahun 1940, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda Indonesia. Dua tahun kemudian, ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan Jepang di Surabaya. Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Nasution bersama para pemuda eksPETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat. Lalu Mei 1946, ia dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai Panglima Divisi Siliwangi. Pada Februari 1948, ia menjadi Wakil Panglima Besar TNI (orang kedua setelah Jenderal Sudirman). Sebulan kemudian ia ditunjuk menjadi Kepala staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI. Di penghujung tahun 1949, ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Pada 5 Oktober 1997, bertepatan dengan hari ABRI. Nasution dianugerahi pangkat jenderal besar bintang Lima. Ia tutup usia di RS Gatot Soebroto pada 6 September 2000 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Kamis, 28 Mei 2015

Jual Buku Bahasa Militer, Penulis Usdiyanto

Jual Buku Bahasa Militer, Penulis UsdiyantoJudul Bahasa Militer,
Penulis Usdiyanto
Harga Rp 38.000
Pustaka Cakra Surakarta
Tahun : 2004
ISBN: 9799737869- 9789799737861
Tebal: XI, 184 hlmn
Ukuran  :14 x 21 cm.
Kondisi : Stok lama, sampul lusuh isi bersih sedang

Jumat, 01 Mei 2015

Jual Buku BAHAYA LATEN KOMUNISME di Indonesia Jilid V, Pemberontakan G30S/PKI dan sisa sisanya

Jual Buku BAHAYA LATEN KOMUNISME di Indonesia  Jilid  V, Pemberontakan G30S/PKI dan sisa sisanyaBuku BAHAYA LATEN KOMUNISME di Indonesia
Jilid  V, Pemberontakan G30S/PKI dan sisa sisanya
Harga Rp 26.000 OFF
ISBN/ISSN
Penerbit Pusat sejarah dan tradisi Abri
Tahun Terbit 1995
Tebal  x,262 : Ukuran 14x21 cm
Kondisi : bekas, sampul lusuh, punggung  sampul ngelupas , isi cukup bersih
Tersedia 1 Buah, LANGKA

Jumat, 24 April 2015

Jual Buku Pending Emas Penulis:Herlina

Jual Buku Pending Emas, Penulis: HerlinaBuku Pending Emas
Penulis : Herlina
Harga : Rp 125.000
Terbit : 1965
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft Cover
Kondisi : Bekas, sedang
Tebal: 257
Berat Buku : 265gram
Ukuran : 20,5X14,5
Stok : 1

Herlina Kasim mungkin satu-satunya perempuan Indonesia di jaman modern yang paling berani dan bisa dijadikan “role model” bagi remaja-remaja jaman sekarang, terutama putri-putrinya. Bagaimana tidak ? Di tahun 1963-an Herlina yang waktu itu mungkin umurnya masih belasan, setara anak SMA jaman sekarang, sudah berani diterjunkan di hutan rimba dan rawa buas di Pulau Irian, dalam rangka merebut Irian Barat dari tangan Belanda (FYI, seluruh Indonesia sudah merdeka 17 Agustus 1945, diakui kemerdekaannya oleh dunia internasional Desember 1949, kecuali wilayah Irian Barat yang masih dikuasai Belanda sampai tahun 1962)..

Herlina pun bergabung dengan pasukan RPKAD (Kopassus sekarang) bersama Letnan dr. Ben Mboy dan Letnan Benny Moerdhani. Dan Herlina Kasim adalah pasukan cewek pertama yang terjun di hutan belantara Irian Barat, mungkin dekat dengan kota Merauke sekarang…

Atas keberanian Herlina Kasim, sepulang Herlina ke Jakarta, Presiden RI Ir. Soekarno pun memberinya hadiah berupa emas yang berbentuk seperti “kendi kecil” yang disebut “pending” yang beratnya sekitar 1-2 kg (untuk jelasnya berapa berat pending emas tersebut, tanyalah pada ahlinya). Sejak itu, namanya menjadi “Herlina Kasim, si Pending Emas”..

Herlina waktu mudanya juga cantik jelita, raut mukanya antara Cici Paramida dengan Sabria Kono di jaman sekarang : yaitu putih, cantik, dengan dagu yang seperti lebah menggantung. Bahkan waktu saya SD, wajah Herlina Kasim dijadikan wajah salah satu mata uang kertas rupiah yang berwarna merah menyala, tapi saya lupa nilai nominalnya. Seingat saya sih kalau nggak Rp 100 ya Rp 1000 (sorry ya, sulit ngingatnya, soalnya mata uang kita nilainya suka naik turun nggak karuan)..

Demikian tambahan cerita bagi si Pending Emas. Kalau nggak salah, di tahun 1970an Herlina Kasim sudah tidak jadi tentara wanita lagi alias sudah pensiun. Sempat mendirikan klub sepakbola peserta Galatama di akhir 1970an dan awal 1980an yang bernama “Karina” (benarkah ?) yang bermarkas di Cijantung…

Kalau saat ini di tahun 2009 sudah ada Kowad yang berpangkat Brigadir Jenderal, ada Kowal yang berpangkat Brigadir Jenderal, dan ada Wara yang berpangkat Brigadir Jenderal, dan ada Kapolda Banten yang Polwan dengan pangkat Brigadir Jenderal, tentulah itu berkat perjuangan RA Kartini dan mungkin oleh “role model” yang dijalani oleh Herlina Kasim… triwahjono.wordpress

Kamis, 09 April 2015

Jual Buku Ketika Sejarah Berseragam: Membongkar Ideologi Militer dalam Menyusun Sejarah Indonesia / Katharine E. Mcgregor

Buku Ketika Sejarah Berseragam: Membongkar Ideologi Militer dalam Menyusun Sejarah Indonesia, Katharine E. Mcgregor
Buku  Ketika Sejarah Berseragam: Membongkar Ideologi Militer dalam Menyusun Sejarah Indonesia
Penulis: Katharine E. Mcgregor
Harga: Rp. 85.000
Penerbit: Syarikat
Terbit : 2008
Tebal: 486 halaman
Kondisi: Stok lama, bagus,bukan bekas
Tersedia 1 buah

Publikasi mengenai kiprah militer dalam kancah politik Indonesia bukanlah hal baru. Belakangan, semenjak reformasi bergulir buku-buku bertema militer di pasaran selama Orde Baru banyak beredar di pasaran. Tetapi, buku ini memberi sudut pandang berbeda terhadap peran militer dalam memanipulasi sejarah yang selama 32 tahun diyakini benar. Menurut buku ini, sosok di belakang pemanipulasian sejarah itu adalah Nugroho Notosusanto.

Sebagaimana sering kita baca, keberadaan militer dalam kancah politik Indonesia mempunyai posisi yang unik. Hal ini disebabkan rakyat sendirilah yang menciptakan militer Indonesia, di samping setelah pemimpin sipil banyak ditangkap dan diasingkan Belanda pada tahun 1948 militer menempatkan diri sebagai pemimpin nasional.

Atas dasar itu, militer mempunyai klaim yang kuat dan memperoleh pengesahan dalam waktu lama memainkan peran dwifungsinya dalam kancah pertahanan dan politik. Tak heran, pasca-1965 militer berubah menjadi kekuatan yang menggurita dalam setiap sektor kehidupan, sehingga militer pada masa Orde Baru tak ubahnya sebuah negara dalam negara.

Dominasi militer tidak hanya tampak dalam hal-hal yang fisik, tetapi juga mempunyai peranan yang kuat mengonstruksi alam bawah sadar massa rakyat Indonesia sehingga ingatan kolektif rakyat terkendalikan oleh nalar militer sehingga mempengaruhi tingkah laku sebagian rakyat untuk menciptakan bayangan diri sebagai mirip kaum militer.

Katharine berpendapat, sejarah di masa Presiden Soekarno menjadi sarana propaganda untuk berbagai kepentingan, namun di bawah Presiden Soeharto sejarah menjadi titik pusat upaya mendukung rezim dan militer. Setelah melalui serangkaian penelitian sejarah terhadap teks-teks sejarah yang beragam, film, museum, buku ajar, dan latihan-latihan indoktrinasi terdapat satu nama yang sering muncul, yakni Nugroho Notosusanto.

Nugroho Notosusanto merupakan salah seorang propagandis yang paling penting dalam rezim Orde Baru. Dia tidak hanya memproduksi dan mengkonsolidasi terbitan resmi usaha kudeta 1965 yang menjadi dasar legitimasi Orde Baru, tetapi sebagai Kepala Pusat Sejarah ABRI (1965-1985) dan sebagai Menteri Pendidikan dia juga, tanpa lelah, menyebarluaskan kepahlawanan melalui museum, doku-drama dan dalam buku pelajaran (hal. 75).

Ciri dari historiografi nasional yang dibentuk selama masa Orde Baru adalah sentralitas negara yang diejawantahkan oleh militer. Sejarah nasional disamakan dengan militer dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara dan militer. Beberapa dampaknya cerita tentang revolusi nasional akhirnya memfokuskan pada peran menentukan dari militer dengan menyingkirkan pelaku sejarah yang lain.

Menurut versi ini, sepanjang periode tahun 1950-an militerlah yang menyelamatkan bangsa ini dari disintegrasi dengan mengabaikan fakta bahwa militer memainkan peran penting dalam pemberontakan-pemberontakan di daerah. Sejarah versi militer seputar pemberontakan 1965 menjadi legitimasi dan alasan kuat naik dan bertahannya Orde Baru di bawah topangan militer selama 32 tahun.

Militer Indonesia mempunyai peran yang strategis karena menempati posisi tinggi dalam masyarakat oleh peran ganda mereka dalam pertahanan dan sosiopolitik. Militer, khususnya Angkatan Darat menikmati kedudukan istimewa dalam bidang politik nasional sejak pertengahan tahun 1950-an dan karena itu merupakan kekuatan yang paling siginifikan dalam sejarah Indonesia baru.

Pemberlakuan keadaan darurat 1957 dan 1963 serta konsep jalan tengah AH Nasution yang mengajukan konsep gabungan pertahanan dan sosiopolitik atau dwifungsi semakin menegaskan peran militer. Setelah upaya kudeta 1965 yang memicu terjadinya pengambil alihan kekuasaan oleh militer, dwifungsi militer disahkan dan lebih banyak lagi personel militer dipindah ke posisi-posisi kunci dalam pemerintahan.

Katharine memusatkan kajian sejarahnya pada museum karena militer menekankan sejarah lewat gambar sebagai suatu sumber untuk menyampaikan sejarah. Dalam buku petunjuk hasil dari seminar ABRI tahun 1997, Nugroho menulis, “di dalam masyarakat yang sedang berkembang seperti Indonesia, dimana kebiasaan membacapun masih sedang berkembang, kiranya histori visualisasi masih aga efektit bagi pengungkapan identitas ABRI”.

Akhirnya, salah satu pesan paling jelas dan diketahui umum adalah kajian terhadap historiografi Orde Baru yang diproduksi militer adalah bahwa ketika satu versi tunggal tentang masa lalu yang diperkenankan, sejarah hisa menjadi bagian dari sistem ideologi otoritarianisme.

Kehadiran buku ini menarik karena memberikan tambahan kepustakaan dari sudut pandang berbeda mengenai kiprah militer dalam politik Indonesia. Paling tidak, kehadiran buku ini menjadi catatan berharga bagi semua anggota TNI sekarang untuk tidak lagi mengulang kesalahan seperti 32 tahun Orde Baru.

[Paulus Mujiran, Koordinator Riset The Servatius Society Semarang]

Senin, 06 April 2015

Jual Buku Pengantar Ilmu Perang / Sayidiman Suryohadiprojo

Jual Buku Pengantar Ilmu Perang, Sayidiman Suryohadiprojo,Judul Buku Pengantar Ilmu Perang
Penulis : Sayidiman Suryohadiprojo
Harga : 38.000
Penerbit : Pustaka Intermasa
Terbit :Cetakan I, 2008
Tebal : 175 hlm
Kondisi :Stok lama, Bagus

Senin, 23 Februari 2015

Jual Buku Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan SUPERSEMAR, Penulis: Dasman Djamaluddin

Jual Buku Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan SUPERSEMAR, Penulis: Dasman Djamaluddin
Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan SUPERSEMAR . Harga RP 50.000
Penulis: Dasman Djamaluddin
Terbit: 2008
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9789790253100
Kulit Muka : Soft Cover
Tebal: 184hlm
Berat : 330gram
Dimensi(LxP): 22 x 15
Kondisi: Baru, Segel

Rabu, 18 Februari 2015

Selasa, 06 Januari 2015

Buku Perang Chechnya, menggugah kemanusiaan menumbuhkan heroisme/ Ari Subiakto

Jual Buku Perang Chechnya, menggugah kemanusiaan menumbuhkan heroisme,  Penulis : Ari SubiaktoJudul : Perang Chechnya, menggugah kemanusiaan menumbuhkan heroisme.Harga: Rp. 40.000 TERJUAL
Penulis  : Ari Subiakto
Penerbit: InterPreBook
Tahun 2010
Tebal : 251hlm
Ukuran : 14x21
Kondisi Baru


Chechnya adalah sebuah Negara kecil bekas pecahan Uni Soviet yang terletak di sebelah utara wilayah pegunungan Kaukasus, Rusia. Negara ini mayoritas penduduknya muslim sejak abad ke-18, dan peperangan yang terjadi di wilayah ini pecah ketika rakyat Chechnya memproklamasikan kemerdekaannya lepas dari Federasi Rusia pada tahun 1991. Peperangan yang kemudian terjadi antara rakyat Chechnya dengan tentara Rusia merupakan serangkaian pertempuran paling dahsyat yang melibatkan umat Islam di penghujung akhir abad ke-20.

Dalam Perang Chechnya ini terjadi pertempuran kota (Battle of Grozny) yang kedahsyatannya hanya dapat ditandingi oleh pertempuran kota di Stalingrad (1942) dan Berlin (1945) dalam Perang Dunia II. Akibat pertempuran yang terjadi, ibukota Chechnya, Grozny, berubah menjadi puing dan reruntuhan, dimana kehancurannya hanya dapat ditandingi oleh kota Dresden di Jerman pada tahun 1945. Tak mengherankan apabila PBB pada tahun 2003 sampai “menobatkan” kota Grozny sebagai kota yang paling hancur lebur di muka bumi.

Buku berjudul “Perang Chechnya” ini mengulas sejarah perang Chechnya secara lengkap yang terbagi ke dalam dua periode, yaitu Perang Chechnya I (1994 – 1996) dan Perang Chechnya II (1999 – 2000). Buku ini akan membawa anda hanyut ke dalam dahsyatnya pertempuran dan gelora semangat perlawanan para pejuang muslim Chechnya yang dengan gagah berani mengobarkan Jihad melawan penjajahan kaum kafir Rusia demi tercapainya kemerdekaan dan tegaknya syariat Islam.

Selain itu, di akhir buku ini diceritakan pula profil singkat para pahlawan Perang Chechnya, yaitu para komandan lapangan pasukan pejuang Mujahidin Chechnya yang gugur di medan pertempuran, seperti Komandan Khattab, Abu al-Walid, Aslan Maskhadov, Ruslan Gelayev, dan Shamil Basayev. Rasakan heroisme perjuangan mereka dalam buku ini dan anda pun akan merasa bangga sebagai seorang muslim memiliki saudara-saudara seperti mereka. (***)
Posted by Ari Subiakto

Minggu, 21 Desember 2014

Jual Buku Benny Tragedi Seorang Loyalis, oleh Julius Pour

Jual Buku Benny Tragedi Seorang Loyalis, oleh Julius Pour
Judul : Benny Tragedi seorang Loyalis
Penulis : Julius Pour
Harga : 98.000 TERJUAL SKH
Penerbit : Kata Hasta Pustaka
Edisi :Soft Cover
ISBN : 9789791056106
Tebal : 402 halaman.
Ukuran : 15,5 x 23 cm.

Kita mengenalnya sebagai tokoh militer dan inteligen yang sangat disegani dan selalu tampil dengan kesan ANGKER BERWIBAWA, sekalipun beliau lebih sering tampil berseragam dengan hanya memakai Wing Paranya, tanpa menyertakan tanda-tanda jasa dan kecakapan militer lainnya (yang biasa dipakai oleh para pejabat militer).
Berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjalanan bangsa kita diwarnai oleh sepak terjang beliau, seperti Operasi Trikora, Operasi Flamboyan, Operasi Seroja, PeristiwaTanjung Priok, Operasi Woyla, Peristiwa Penembakan Misterius (PETRUS) dan masih beberapa peristiwa lainnya.
Semua sepak terjangnya itulah yang membawanya sampai pada jabatan tertinggi dalam jajaran ABRI, dibawah PANGTI / Presiden. Beliau mejabat sebagai Panglima ABRI tanpa pernah menjabat jabatan teritorial, hampir semua kariernya adalah dilalui di medan tempur dan intelijen yang diselingi aktivitas diplomatik.
Jenderal Benny adalah sosok karismatik yang sangat disegani di kawasan Asia Tenggara, hal ini dapat kita lihat pada saat beliau melaksanakan resepsi pernikahan anaknya, Ria Moerdani, yang dihadiri beberapa tamu agung, seperti ; Presiden Soeharto, Wakil Presiden Tri Sutrisno, Presiden Philipina Jenderal Fidel Ramos & Nyonya, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan beberapa Sultan asal Malaysia.

Kamis, 18 Desember 2014

Jual Buku Peranan ABRI dalam Politik / M Rusli Karim

Jual Buku Peranan ABRI dalam Politik, M Rusli Karim, Idayu

Judul Buku Peranan ABRI dalam Politik .
Harga RP 39.000
Pengarang M Rusli Karim
Penerbit  Yayasan IDAYU 
Tahun 1983 
Tebal 127hlm.
Kondisi Stok lama, Bagus
Stok 1buah

PERANAN ABRI DALAM POLITIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN POLITIK DI INDONESIA ( 1965 – 1979 )
       
Peranan ABRI dalam politik semakin hari semakin dominan berhubung iklim politik belum memungkinkan bagi tumbuhnya kembali partai politik yang mampu memenuhi tuntutan pembangunan. Keampuhan ABRI selain disebabkan oleh kerapian organisasi, mengingat adanya sistem manajemen modern yang tercermin di dalamnya, juga disebabkan adanya dukungan dari teknokrat/cendikiawan. Keberhasilan ABRI dalam politik di samping mewujudkan birokrasi yang bersih dan efektif juga mengarah pada penciptaan suasana organisatoris yang mirip dengan pola organisasi militer. Penekanan pada stabilitas dan keamanan dalam pembangunan berarti memperkokoh posisi ABRI dan akan semakin memperkecil peranan Partai Politik serta organisasi massa, sosial dan swasta lainnya.