Tampilkan postingan dengan label Francis Fukuyama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Francis Fukuyama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2015

Jual Buku Agama dan Terorisme, Ahmad Norma Permata (ed)

Jual Buku Agama dan Terorisme, Ahmad Norma Permata (ed)Judul Agama dan terorisme / Ahmad Norma Permata
Harga Rp 70.000
ISBN/ISSN 979-6360772
Pengarang,Permata,Ahmad Norma
Bahasa Indonesia
Penerbit Muhammadiyah University Press
Tahun Terbit 2005
Tempat Terbit Yogyakarta
Tebal xlvi,379 hlm; 21 cm

Kamis, 07 Mei 2015

Jual Buku The Harmony Of Humanity,Prof. Dr. Raghib As-Sirjani

Jual Buku The Harmony Of Humanity, Prof. Dr. Raghib As-Sirjani, Al Kautsar,Judul  :The Harmony Of Humanity
Penulis :Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Harga :Rp 165.000
Penerbit : Kautsar, 2015
ISBN :978-979-592-7006
Sampul :Hard Cover
Tebal :796 halm
Ukuran :16 x 24.5 cm
Berat :1200 gr
Kondisi   : Baru
sms wa 0896 6116 2026
bbm 3300a029

Sinopsis
Buku yang ada di hadapan Anda ini menawarkan teori baru yang menyadarkan semua orang bahwa kesamaan mereka sebagai manusia jauh lebih banyak daripada perbedaan di antara mereka. Berdasarkan aneka kesamaan tersebut, Prof. Dr. Raghib As-Sirjani memberikan rambu-rambu yang harus dipatuhi dalam pergaulan antarbangsa agar tercipta perdamaian dan kerukunan yang dicita-citakan.

Seluruh manusia pada umumnya, dan secara khusus para penggiat kemanusiaan, pemerhati budaya, kemasyarakatan, dan kebangsaan pasti menemukan banyak hal baru dalam buku ini yang dapat diterapkan. Sidang pembaca yang akrab dengan teori The End of history (Francis Fukuyama) dan teori The Clash of Civilzationz (Samuel Huntington) tentu mendapat pencerahan dengan membaca buku ini.

Selasa, 15 Juli 2014

Jual Buku Memotret Kanan Baru, tanggapan atas The End Of History FUKUYAMA / Irving Kristol

Jual Buku Memotret Kanan Baru, tanggapan atas The End Of History FUKUYAMA,  Penulis Irving Kristol  Penerbit Kreasi Wacana Judul Memotret Kanan Baru, tanggapan atas The End Of History FUKUYAMA,
Penulis Irving Kristol
Penerbit Kreasi Wacana
Tebal  : xiv + 130 halaman
Ukuran : 12 x 19,5 cm
Kondisi Stok lama, Bagus,
Tersedia 1 buah

Harga Rp 26.000

 Ancaman fasisme dan komunisme tidak mampu menggoyahkan liberalisme sebagai akhir dari sejarah. Fasisme hancur bukan karena revolusi moral universal yang menentangnya, namun karena kekalahan idenya dalam menggambarkan gelombang masa depan. Demikian pula yang terjadi pada komunisme. Gagasan Fukuyama tentang akhir dari sejarah, bukanlah ide orisinilnya. Penganjurnya yang paling tersohor adalah Karl Marx. Tapi sebenarnya konsep sejarah sebagai proses dialektika yang mengandung awal, tengah dan akhir ini dipinjam Karl Marx dari pendahulunya, yaitu Hegel. Tulisan dalam buku ini mencoba menguak dialektika Hegel dalam wacana Fukuyama melalui tanggapan ilmuwan dari tiga negara. Suatu yang menarik adalah, kenapa Fukuyama menjadikan Hegel sebagai landasan filsafatnya jika ia menyimpulkan abad ke-20 sebagai kemenangan demokrasi liberal dan masyarakat konsumtif. Yang karena kesimpulannya itu, “musuh-musuhnya” menempatkan gagasannya itu sejajar dengan keyakinan para penganut Kanan Baru. Ditambah karya awal Fukuyama yang dilampirkan, buku ini menjadi tidak sekadar bahasan biasa. Pembaca diajak merasakan polemik awal ketika gagasan The End of History Fukuyama diluncurkan.

Sejarah berakhir ketika kaset video disetel?
(Stephen Sestanovich)

Saya tidak percaya pada omongan mengenai “gelombang masa depan”. Itu saya anggap hanya sebuah fatamorgana yang dipicu oleh demam imajinasi politik para penganut neo-Hegel.
(Irving Kristol)

Ia memilih bukti-bukti politik dari kenyataan abad ke-20 namun mengambil perspektif filsafat abad ke-19. Padahal, pengalaman Auschwitz dan Totaliterisme serta gambaran masa depan tentang teknologi yang bisa menghancurkan umat manusia telah mendorong banyak orang mempertanyakan keabsahan filsafat sejarah abad ke-19.
(Pierre Hassner)

Sayang hanya sedikit dari kita yang akrab dengan karya-karya Hegel melalui studi langsung. Kebanyakan karya itu telah melewati saringan dengan kacamata Marxisme yang sudah diputarbalikkan.
(Francis Fukuyama)

Senin, 09 Juni 2014

Jual Buku The Great Disruption (Guncangan Besar) /Francis Fukuyama

Jual Buku The Great Disruption - Guncangan Besar: Hakikat Manusia dan Rekonstruksi Tatanan Sosial,Francis Fukuyama ,Qalam
Judul The Great Disruption - Guncangan Besar: Hakikat Manusia dan Rekonstruksi Tatanan Sosial Harga  : Rp 95.000
Penulis : Francis Fukuyama
Penerbit : Qalam
Cetakan : 2014 (Cet I, Nop 2002)
Tebal : 528 halaman
Sampul Soft Cover, Isi HVS
Kondisi Baru

Sinopsis

Sebuah buku penting bagi mereka yang tertarik pada bagaimana lanscape kebudayaan manusia, terutama di Amerika, telah mengalami pergeseran besar selama tiga dekade terakhir dalam struktur sosialnya; kriminalitas berkecamuk, kepercayaan menipis, keluarga berantakan dan individualisme mengalahkan komunitas. Pergeseran besar tersebut disebut Francis Fukuyama The Great Disruption. Telahkah ini mengoyak-ngoyak bangunan masyarakat Amerika sehancur-hancurnya? Fukuyama menjawabnya melalui cermatan dan penggambaran dengan artikulasi yang lugas dan menawarkan pandangan-pandangannya yang unik dan provokatif. Dalam karya brilian nan mendalam tentang analisis moral, sosial dan ekonomi ini, Francis Fukuyama menunjukkan bahwa meskipun tatanan lama telah hancur, saat ini sebuah upaya untuk merumuskan kembali sifat dasar manusia dan tatanan sosial baru tengah berlangsung. The Great Disruption menempa sebuah model baru menuju keniscayaan The Great Reconstruction. Karya ini menjadi bukti lebih lanjut keluasan wawasan dan kecakapan penulisnya.

Sebuah cermatan mengesankan atas perubahan sosial dramatis kurun 1900-an. Tidak mengherankan , Francis Fukuyama-lah penulisnya. Dengan begitu elegan, ia memaparkannya untuk kita. Ia mengemukakan banyak pertanyaan yang sangat mungkin merubah agenda debat publik. Sementara kita masih memperbincangkan The End of History, Fukuyama telah kembali mengundang kita menelaah The Great Disruption. Alan Ehrenhalt, The Wall Street Journal

Buku ditulis dengan kejernihan yang menggiurkan, dengan referensi literatur yang begitu luas dan variatif. Jelas ini pasti membuat seseorang berpikir dengan cara baru tentang prospek masyarakat pos industri.. -Charles Murray, Commentary

Sabtu, 19 April 2014

Jual Buku TRUST ,Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran

Jual Buku  TRUST ,Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran, Fukuyama,
Judul Title: TRUST: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran
Harga : Rp 85.000,- Penulis : Francis Fukuyama
Penerbit : Qalam
Tebal : 564 Halaman
Ukuran : 15,5 x 23,5 cm
Soft Cover ISBN : 979-944-032-7
sms.wa.line 089661162026 bbm 3300a029
Dalam buku bestseller-nya yang pertama, The End of History and The Last Man, Francis Fukuyama berargumen bahwa akhir perang dingin juga berarti awal perjuangan memperebutkan posisi dalam derasnya arus tatanan kapitalisme abad XXI. Dalam Trust, ia menjelaskan prinsip-prinsip sosial kehidupan ekonomi dan memberitahukan pada kita apa yang perlu kita ketaui untuk memenangkan pertempuran dalam meraih dominasi atas dunia. Selain menjadi sebuah studi brilian mengenai keterkaitan antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan budaya, Trust juga merupakan sebuah penangkal esensial terhadap laju peningkatan penyimpangan budaya, yang jika tidak diawasi, akan memunculkan konsekuensi-konsekuensi yang mengerikan bagi kesehatan ekonomi negara. Buku ini menantang ortodoksi kiri dan kanan. Fukuyama membahas serangkaian kebudayaan negara untuk mengungkap prinsip-prinsip yang melandasi kemakmuran sosial dan kemajuan ekonomi yang dicapai oleh negara-negara tersebut. Fukuyama dengan tegas mengatakan bahwa kita tidak lagi bisa memisahkan antara kehidupan ekonomi dengan kehidupan budaya. Ia berpendapa di dalam sebuah era di mana faktor modal sosial (social capital) sudah sepenting modal fisikal, hanya masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan sosial tinggi yang akan mampu menciptakan organisasi-organisasi bisnis fleksibel bersekala besar yang diperlukan untuk bersain di kancah baru perekonomian global.

Kamis, 27 Maret 2014

Jual Buku The End Of History Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal

Jual Buku The End Of History Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal
Judul : Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal.


(Judul Asli:The End of History and
The Last Man ,PenguinBooks 1992)
Penulis : Francis FUKUYAMA
Penerjemah : MH Amrullah
Penerbit Qalam,
Tahun 2004
Kertas isi  HVS,
Tebal xviii+544hlm,
Berat 0,85kg
Kondisi Baru ,segel.
Harga 85.000.
Minat sms.wa. 08157926208 BBM 3300A029

Resensi:
The End of History and the Last Man adalah sebuah buku yang ditulis oleh Francis Fukuyama (1992). Buku ini merupakan perluasan esai yang ditulisnya pada tahun 1989. “The End of History”, diterbitkan oleh The National Interest. Dalam buku ini Fukuyama berpendapat bahwa munculnya demokrasi liberal Barat dapat merupakan pertanda titik akhir dari evolusi sosial budaya dan bentuk akhir pemerintahan.

Ringkasan tesisnya adalah: “Apa yang kita dapat saksikan tidak hanya akhir Perang Dingin, atau lulus dari suatu periode tertentu dari sejarah pasca-perang, tetapi akhir sejarah itu sendiri, yaitu titik akhir dari evolusi ideologis manusia dan universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk final pemerintahan manusia”.Banyak orang melihat tesis Fukuyama bertentangan dengan versi Karl Marx tentang “akhir prasejarah”. Beberapa ahli juga mengidentifikasi filsuf Jerman G.W. Friedrich Hegel sebagai sumber bahasa Fukuyama, namun disajikannya dengan gaya Alexandre Kojève, yang berpendapat bahwa kemajuan sejarah harus menuju ke arah pembentukan negara yang universal dan homogen.

Menurut Kojeve sendiri, kemungkinan terbesar akhir sejarah adalah menggabungkan elemen demokrasi liberal atau sosial, tetapi Kojeve memberi penekanan pada karakter pasca-politik sebagai penyebab keadaan tersebut. Tetapi tentu saja ada resiko, kalau dibuat perbandingan seperti itu tidak akan memadai, dan hanya akan mereduksi setiap kemenangan dari pihak kapitalisme saja.

Tesis Fukuyama berisi beberapa elemen: Pertama, Argumen politik: yakni bahwa semua perang melalui sejarah adalah bentrokan antara dua sistem politik yang bersaing. Maka sebagai bangsa yang lebih mengadopsi bentuk pemerintahan demokrasi liberal, perang antara mereka seharusnya tidak akan terjadi lagi. Kedua, Argumen empiris: Sejak awal abad 19, telah ada langkah dari Amerika untuk mengadopsi beberapa bentuk demokrasi liberal sebagai pemerintahannya, yang didefinisikan sebagai sebuah pemerintahan di mana hak-hak individu, seperti hak untuk kebebasan berbicara, lebih unggul daripada hak-hak negara. Ketiga, Argumen filosofis: Fukuyama meneliti pengaruh thymos (atau semangat manusia). Argumennya adalah: Bahwa demokrasi menghalangi perilaku berisiko. Pencerahan berpikir rasional menunjukkan bahwa peran tuan dan budak ternyata tidak memuaskan dan merusak diri. Oleh karenanya karenanya tidak diadopsi oleh roh-roh leluhur. Jenis argumen yang terakhir ini
awalnya diambil oleh Hegel dan John Locke.

Salah interpretasi
Menurut Fukuyama, sejak Revolusi Perancis, demokrasi telah berulang kali terbukti menjadi sistem fundamental yang lebih baik secara etis, politik, maupun ekonomi, daripada menjadi sistem alternatif. Maka yang paling umum dan mendasar, kesalahan dalam mendiskusikan tesis Fukuyama adalah kerancuan pembedaan antara ‘sejarah’ (history) dengan ‘kejadian’ (event). Fukuyama tidak mengajukan klaim pada titik apapun bahwa peristiwa yang terjadi akan berhenti di masa depan. Apa yang diklaimnya adalah bahwa semua hal yang akan terjadi di masa depan berupa demokrasi yang akan menjadi lebih umum dalam jangka panjang, meskipun bisa saja terjadi kembalinya totalitarianisme atau kemungkinan lain yakni kemunduran yang bersifat ‘sementara’.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa Fukuyama menyajikan demokrasi yang Americanized, sebagai suatu sistem politik yang benar, dan bahwa semua negara mau tidak mau harus mengikuti sistem pemerintahan tertentu, namun banyak pihak mengklaim hanya bahwa ini adalah salah interpretasi. Kritik bagi Fukuyama di titik ini adalah bahwa di masa depan akan ada semakin banyak pemerintah yang menggunakan kerangka demokrasi parlementer dan yang berisi berbagai bentuk pasar.

The End of History tidak pernah dikaitkan dengan model khusus Amerika baik dalam hubungan organisasi sosial maupun politik, betatapun Fukuyama mengutip Alexandre Kojève, filsuf Rusia-Prancis yang mengilhami argumentasinya. Ia percaya bahwa Uni Eropa lebih akurat mencerminkan seperti apa dunia akan terlihat pada akhir sejarah dibanding Amerika Serikat kontemporer. Maka upaya Uni Eropa untuk mengatasi kedaulatan dan politik kekuasaan tradisional dengan menetapkan aturan hukum transnasional adalah jauh lebih sejalan dengan dunia “pasca-sejarah” daripada keyakinan Amerika yang tetap memakaiBelief in God, national sovereignty, and their military

Argumen yang mendukung
Asumsi dari teori Fukuyama adalah bahwa perang antara dua negara dengan kematangan demokrasi, dan karena sifat demokrasi liberal (yaitu, bahwa hak-hak individu dinilai lebih tinggi daripada hak-hak negara), tidak akan pernah ada. Hal ini terbukti kasus sampai sekarang.