Tampilkan postingan dengan label Nurani Soyomukti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurani Soyomukti. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Mei 2015

Jual Buku SOEKARNO & CINA / NURANI SOYOMUKTI

Jual Buku SOEKARNO & CINA, Penulis : NURANI SOYOMUKTIJudul buku : SOEKARNO & CINA
Penulis : NURANI SOYOMUKTI
Harga  Rp 50.000 dari Rp. 55.000
Terbit : 2012
Penerbit : Garasi
Tebal buku : 332 halaman
Berat buku : 400 gram
ISBN : 978-979-25-4910-2
Kondisi : Baru (segel)

 sinopsis
Sukarno pernah  menjadi bahan perdebatan sebagai politisi yang paling penting dalam menentukan lintasan sejarah postkolonial Indonesia sampai dengan tahun 1965. Pengaruhnya yang luas dan pencapaiannya terhadap politik Indonesia di dalam maupun di luar negeri telah terdokumentasikan untuk diteliti dan dianalisis secara ekstensif. Meskipun terdapat beberapa konsensus dasar mengenai kontribusi Sukarno untuk pembangunan politik Indonesia, para ahli banyak yang tidak setuju terhadap sumber-sumber pemikirannya. Sementara beberapa orang melihatnya sebagai seorang negarawan yang telah dibentuk oleh pendidikan Barat dan oleh pengalaman gerakan nasionalisnya, beberapa orang juga melihatnya sebagai versi modern dari penguasa Hindu-Jawa, yang tindakannya dipandu oleh paham Jawa tradisional.
Terlepas dari perdebatan tentang pembentukan pemikiran dan tindakan Soekarno, ternyata hal ini telah bermula lebih dari dua dekade yang lalu, wacana ilmiah ini telah menjadi dirkursus sepanjang kerangka pengaruh Barat melawan tradisi Jawa. Dalam esensinya yang berdasarkan paradigma Barat, belum ada tempat untuk mengeksplorasi relevansi dari persepsi Sukarno dengan pengalaman negara-negara Asia lain (seperti Cina) dalam hal evolusi pemikirannya. Memang, ini bukan berarti sebuah fenomena yang ekslusif. Standar perlakuan Barat terhadap Indonesia di jaman postkolonial, seperti yang dibayangkanoleh Herbert Feith dan Daniel Lev, juga menunjukkan peran Cina yang tidak boleh diabaikan (baik dibayangkan dan yang sebenarnya) dalam transformasi Indonesia. Dalam diskusi-nya dinyatakan secara jelas bahwa terdapat pengaruh eksternal pada pemikiran politik Indonesia, Feith hanya merujuk pada ide-ide Barat saja dan sama sekali mengabaikan ide-ide dari Cina dan Jepang terhadap model tradisi intelektual Indonesia.

Kamis, 12 Maret 2015

Jual Buku Teori Teori Pendidikan, oleh Nurani Soyomukti,

Jual Buku Teori Teori Pendidikan Nurani Soyomukti,Buku Teori Teori Pendidikan Nurani Soyomukti,
Harga Rp 85.000 dari Rp 95.000
Judul : Teori - Teori Pendidikan : Dari Tradisional, (Neo) Liberal,
Marxis-Sosialis, Hingga Postmodern
Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Tahun : 2015
ISBN : Halaman : 376 Hlm. 17 x 24 Cm
Kertas : Bookpaper

Rabu, 04 Februari 2015

Jual Buku Revolusi Tibet, Nurani Soyomukti

Jual Buku Revolusi Tibet, Nurani Soyomukti
Revolusi Tibet, Fakta Intrik dan Politik Kepentingan Tibet - Cina - Amerika
Penulis Nurani Soyomukti
Harga Rp37.000, 
limited, 
Kondisi Baru

Minggu, 10 Agustus 2014

Jual Buku KOMUNIKASI POLITIK /Nurani Soyomukti

Jual Buku KOMUNIKASI POLITIK   Penulis : Nurani Soyomukti ,IntransJudul Buku KOMUNIKASI POLITIK 
Penulis : Nurani Soyomukti 
Cetakan : Intrans Publishing 
Tebal : viii + 396 
Ukuran : 14 X 21 cm 
Kertas : Book Paper 
ISBN : 978 -602 -17091 -0 -8 
Kondisi Baru
Harga : Rp. 58.000,- 
Deskripsi : Buku ini dikatakan cukup informatif dan komperhensif karena memuat aspek-aspek dalam kajian komunikasi politik secara memadai. Topik-topik yang umum didiskusikan dalam kajian komunikasi politik juga terangkum di dalamnya. Buku ini mencerminkan upaya penulis dalam mengemukakan bagaimana komunikasi politik dan

Senin, 16 Juni 2014

Sell Books > Jual Buku Soekarno: Visi kebudayaan dan revolusi Indonesia

Jual Buku Soekarno: Visi kebudayaan dan revolusi Indonesia  Penulis :Nurani Soyomukti;
Judul Buku Soekarno: Visi kebudayaan dan revolusi Indonesia
Penulis :Nurani Soyomukti;Harga Rp 50.000
Penerbit :Ar-Ruzz Media
Bahasa     :Indonesia
Tahun     :2010
Tebal 257 hlm
Ukuran 14x21
Kondisi Baru

Kamis, 05 Juni 2014

Sell Books > Jual Buku Metode Pendidikan Marxis Sosialis


Judul Metode Pendidikan Marxis Sosialis (Antara Teori dan Praktek)
Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Tahun : 2008
Tebal : 316 halaman
Ukuran : 13.5x20cm
Berat : 500gram
Kondisi Baru, stok1 buah
Harga  : Rp 77.000
Sinopsis
--------
Meski telah disahkan Desember 2008, UU badan hukum pendidikan (BHP) tetap mengundang protes dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah gerakan mahasiswa. Mereka menyatakan bahwa, UU BHP hanya akan semakin menyuburkan praktik kapitalisme dalam dunia pendidikan. Anak-anak orang miskin akan tersingkirkan dari sistem pendidikan di negeri ini. Hanya anak-anak orang kaya saja yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Otonomi perguruan tinggi yang pada ujungnya menghalalkan segala cara guna menutupi kekurangan biaya pendidikan hanya akan semakin mengerdilkan peran pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Otonomi perguruan tinggi yang dilegalkan melalui UU BHP pada dasarnya hanya akan menghasilkan robot-robot intelektual yang siap dipekerjakan di berbagai sektor dunia usaha.
Pendidikan yang bercorak kapitalisme ini selain menggusur kemandirian seseorang (orang miskin), pada dasarnya merupakan cerminan ketidakmampuan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan untuk semua (education for everyone)meminjam istilah John Comenius (1592-1670). Karena pendidikan merupakan hak setiap manusia. Lebih dari itu, mendapat pendidikan yang layak merupakan salah satu hak asasi manusia (HAM), sebagaimana tertuang dalam Declaration of Human Right yang disahkan pada tanggal 10 Desember 1948.

Buku yang ditulis oleh Nurani Soyomukti ini, ingin menggugat pendidikan yang bercorak kapitalis. Menurut aktivis dari Trenggalek, Jawa Timur ini, pendidikan kapitalisme tak ubahnya sebuah lembaga untuk melancarkan hegemoni kelas penguasa terhadap kelas tertindas (hlm. 91). Pendiri komunitas Taman Katakata (TK) di Jember, melalui buku ini, mengancang sebuah metode pendidikan yang lebih memanusiakan manusia.

Senin, 31 Maret 2014

Sell Books > Jual Buku Revolusi Sandinista Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Neo-Liberalisme

Buku : Revolusi Sandinista; Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Neo-Liberalisme  Penulis : Nurani Soyomukti
Judul Buku : Revolusi Sandinista; Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Neo-Liberalisme
Harga Rp 40.000 
 Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Garasi, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2008
Tebal : 200 halaman
Kondisi Baru , 1buah

Wajah dunia kini terbelenggu oleh Neo-liberalisme dan kapitalisme. Kedua paham itu merubah tatanan kehidupan yang sistematik. Lebih-lebih bagi kaum bawah, kaum marginal. Ia menghedonisme dan menginjak-injak kaum pinggiran dengan pasar modal kapitalisnya. Tidak hanya itu, ia juga meluluh lantahkan kehidupan masa depan mereka. Cita-cita untuk hidup makmur, harmonis terpatahkan oleh pedang-pedang kapitalis. Neo-liberalisme dan kapitalisme memang benar-benar menghanguskan sendi-sendi kehidupan kaum bawah. Sudah barang tentu, neo-Liberalisme dan kapitalisme harus ditumbangkan dari kehidupan dunia ini..
Fakta membuktikan, kawasan Asia-Afrika telah menjadi ladang subur hidupnya kapitalisme dan neoliberalisme. Kemudian pada titik akhir, Asia-afrika tergopoh-gopoh menjalankan roda kehidupan bangsa. Tak salah, berbagai sistem, berbagai gerakan penentang kapitalisme dan neoliberalisme bermunculan. Tak jauh berbeda yang dilakukan Hugo Chavez yang turun ke jalan dengan gerakan anti-neoliberalnya, bersama sosialismenya. Akhirnya, Neo-liberalisme meratapi hembusan nafas terakhir. Namun, setelah itu lahirlah kapitalisme. Kapitalisme membelenggu metodologi rentetan sistem kehidupan negara di dunia yang tak seimbang. Ia menumbuhkan sebuah modal pasar sebagai defferensasi sekaligus sebagai penguasa segala-galanya.
Ya, Dengan di susulnya kemenangan Evo Morales di Bolivia dalam menyatukan kaum anti neo-liberalisme dalam ALBA (Alternativa Bolivariana para Las Americas) implikasi kapitalisme tidak terlalu tampak. Malahan menjadikan doa kematian Neo-liberalisme dan kapitalisme lebih nyata dan sempurna. Dari sinilah gerakan revolusi mendapatkan tempat yang signifikan dalam mengawali perubahan sistem dan merevolusi segala ketentuan yang menyimpang.
Dari gerakan Revolusi Bolivirian yang di dengungkan Chevez hingga Evo Moralisme dalam menentang imperialisme dan Neo-liberalisme, revolusi beranjak mendekati kemandiriannya. Dan kini, Daniel Ortega di Nirakagua juga melakukan hal yang sama dengan melakukan perlawanan Sandinista terhadap segala intervensi AS yang hegemonik dan imperialis. Dus, memang total perfec kematian menyambut Neo-liberalisme, imperialisme.
Dalam buku berjudul Revolusi Sandinista; Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Neo-liberalisme ini Nurani Soyomukti mencoba menemalisir gerakan Revolusi Sandinista yang di tapaki Daniel Ortega. Gerakan Revolusi Sandinata merupakan gerakan pembantai kapitalisme dan neo-lineralisme. Ia mengiringi sejarah yang panjang bersama dinamika rakyat berhadapan dengan imperialisme dan kapitalisme global.
Menurut Soyomukti, daya sokong perlawanan di kawasan dan di negara-negara tetangga Nikaragua terhadap neoliberalisme dan kapitalisme global sangat kuat. Bangkitnya politik kiri adalah ancaman bagi kelangsungan kekuasaan liberal rezim-rezim yang ada, dan menjadi sebuah sinyal kuat untuk merontokkannya.
Keberadaan gerakan Sandinista merupakan warning bagi negara Imperialis (Amerika Serikat). Sebab, revolusi Sandinista ogah-ogahan dan muak dengan penjajahan dan ketidakadialan (Imperialisme). Ia memprioritaskan kebersamaan dan membangun kerjasama.. Gerakan Sandinista lebih berkeinginan menapaki relasi aktif menuju kekuatan integratif dalam melawan pemaksaan pasar bebas (kapitalisme) oleh AS di kawasan negara-negara di dunia.

Kesengsaraan akibat neoliberalisme di Ameriaka Latin memang sungguh nyata. Amerika latin yang mulanya sama sekali tidak mengalami defisit, kini tercatat mempunyai hutang sebesar 1 triliun dolar. Ini menjadikan gambaran bagi bangsa lain untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi perkembangn zaman. Neo-liberalisme dan kapitalisme menjadi ukuran negara berkuasa dengan kebebesan yang tak saling menguntungkan. Tak sedikit bangsa yang tergerus oleh putaran kediktatoran. Wa Al-akhir, mati kutu dengan sendirinya.
Meskipun adanya kekurangan dan kesempurnaan sumber yang ada, namun hadirnya buku ini mencoba memasuki sebuah literatur yang sedikit banyak dalam kajian internasional atau kawasan dan kepolitikan global. Terutama bagi gerakan anti globalisasi. Sebenarnya karya ini adalah karya dari beberapa karya penulis. Dalam buku gerakan yang lain, penulis lebih menspesifikkan gerakan dalam satu-persatu gerakan itu di ulas. Misal, ”Revolusi Bolivarian: Hugo Chavez” dan ”Politik Radikal”(2007) yang masing-masing karya itu memiliki sebuah contents berkualitas sama yakni, revolusi. Namun, di kemas dalam literatur berbeda.
Gerakan Sandinista adalah sebuah organisasi politik yang dalam sejarahnya sangat berperan dalam memimpin perjuangan rakyat. Kebangkitan rakyat menandai babak baru dalam politik global. Amerika Latin, adalah kawasan yang paling berlawan dengan hasil memuaskan setelah jangka waktu yang lama. Kawasan ini digandangi dan tertidur pulas oleh pemerintahan militeristik yang diktator. Tak jauh berbeda masa Orba dengan kediktatoran militernya. Ia membawa kemiskinan pada masyarakat Indonesia (krisis moneter). (hal: 19)
Merebaknya neoliberalisme, kapitalisme menjadi pembangkit gerakan Sandinista untuk melakukan manuvernya. Ia membangun sosialisme, menebas imperialisme dan neo-liberalisme. Kemudian, berbagai komunitas akar rumput lainnya seperti kaum perempuan dan masyarakat adat yang memperjuangkan imajinasi politik baru dengan tawaran alternatif tatanan siosial yang lebih humanis. Gerakan kelas petani dan pekerja di Brazil dan Bolivia memperjuangkan reformasi agraris dan membentuk fair trade sebagai lawan free trade.
Sehubungan dengan keberhasilan kaum kiri dalam arena politik di Amerika Latin periode awal abad ke-21 dalam memperjuangkan kedaulatan politik rakyat, Ada beberapa yang dapat kita jadikan bahan renungan untuk membenahi lingkungan realitas politik di Indonesia.
Pertama, kemenangan demokrasi populer di Amerika Latin merupakan simbol kemenangan politik yang memperjuangkan kemandirian dan politik otensitas. Sebab, dari pardigma neo-liberalisme adalah langkah kongrit untuk menegaskan politik kemandirian. Kedua, arus gelombang demokrasi populer Amerika berhasil membesar dan dapat menyatukan elemen –elemen gerakan akar rumput dengan para revolusionernya. Ketiga, praktik-praktik demokrasi populer di Amerika Latin memberikan kesempatan masyarakat tidak hanya dalam untuk melibatkan diri dalam proses politik keseharian bagi kepentingan mereka. Namun, lebih dari itu. (hal:21)
Melalui buku ini praktik demokrasi populer di Amerika Latin semestinya mendorong kita dan para aktivis pejuang demokrasi, keadilan di Indonesia untuk merumuskan kerja–kerja politik lebih matang dan autentik. Juga bagi pemulihan kedaulatan rakyat atau publik. Ketika kita mengkaji dari suksesnya demokrasi populer Amerika latin maka proses trasformasi karakter elit politik perlu adanya perubahan kepercayaan yang kuat kepada masyarakat. Intensitas perjuangan masyarakat sipil sangatlah di butuhkan agar kemandirian politik dapat tercipta untuk merealisasikan justice dalam bangsa ini.***

*) Peresensi adalah Pengelola Cabeyan Scriptorium, Yogyakarta.