Tampilkan postingan dengan label Marjin Kiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marjin Kiri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950an Jafar Suryomenggolo


Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950an Jafar Suryomenggolo

Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950an
Jafar Suryomenggolo
ISBN 978-979-1260-52-7
178 + x hlm.; 14 x 20,3 cm.
Rp 50.000,-


Diterbitkan dengan kerjasama Pusat Studi dan Dokumentasi Sejarah Indonesia (PSDSI) Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Dekade 1950an adalah masa penting dalam proses dekolonisasi Indonesia yang sayangnya masih kurang banyak dibahas dalam historiografi. Negara mulai giat menyusun wadah negara pasca kemerdekaan dengan membangun lembaga-lembaga penyokong dan mengatur perikehidupan masyarakat umum dalam koridor demokrasi liberal. Secara umum muncul harapan bahwa negara yang baru merdeka ini akan berbeda dan menjadi lebih baik daripada negara kolonial sebelumnya. Termasuk di bidang perburuhan.

Saat itulah, serikat-serikat buruh banyak menggelar pemogokan untuk menuntut pelaksanaan hak-hak yang sebagiannya terus kita nikmati sampai saat ini, misalnya: tuntutan untuk tidak membedakan gaji pekerja perempuan dan laki-laki, tuntutan hak cuti haid dan hamil untuk pekerja perempuan, serta kewajiban pengusaha memberikan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun masa-masa itu juga ditandai dengan dimulainya campur tangan militer dalam penyelesaian perselisihan perburuhan--sesuatu yang juga masih terwariskan hingga kini.

Buku menarik ini juga membahas bagaimana serikat buruh saat itu ikut terpolarisasi dalam arus Perang Dingin, sebagaimana tercontohkan dalam sosok Koesna Poeradiredja, pemimpin Persatuan Buruh Kereta Api (PBKA) yang menerima Hadiah Ramon Magsaysay 1962.

Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda Ernst H. Gombrich

Jual Buku Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda Ernst H. Gombrich
Judul Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda
Ernst H. Gombrich Harga Rp93.000
Penerjemah: Elisabeth Soeprapto-Hastrich
ISBN 978-979-1260-50-3
368 + xxii hlm.; 14 x 20,3 cm.


Sebuah karya yang tak lekang dimakan zaman, membawa pembaca menyusuri sejarah panjang dan berliku umat manusia. Dicekal oleh rezim Nazi Jerman pada zamannya, buku ini terus memukau pembaca muda dan dewasa dari generasi ke generasi dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa.

Tidak sulit untuk melihat mengapa buku ini begitu populer. Gombrich berhasil memadatkan lebih dari 5.000 tahun sejarah ke dalam 300an halaman. Banyak buku sejarah untuk anak-anak bercerita soal dinosaurus atau orang Romawi, tapi berapa banyak yang mencoba menjelaskan kemunculan abjad dan angka, lahirnya demokrasi di Athena, atau Renaisans? Ringkas kata, buku ini menunjukkan betapa memukau, inspiratif, dan komprehensif kisah sejarah yang ditulis dengan baik. Bukan hanya untuk anak-anak, buku ini patut
dibaca oleh sebanyak mungkin orang.
The Historical Association

Dengan hadirnya buku ini, bakal ada banyak generasi sejarawan di masa datang yang akan menyebutnya sebagai pemicu minat mereka akan sejarahdan akan kebenaran. The Times

Bukan sekadar kumpulan data yang kering. Menyajikan gambaran peristiwa-peristiwa sejarah dan menjadikannya persuasif dengan mengusik repons subjektif pembaca. Sebuah olah seni bercerita yang sungguh menghibur. Cassone

Senin, 02 November 2015

Rabu, 15 Juli 2015

Jual Antologi Cerpen Anak Anak Masa Lalu, Damhuri Muhammad

Jual Kumcer Anak Anak Masa Lalu, Damhuri Muhammad
Antologi Cerpen Anak-anak Masa Lalu, kumpulan cerita pendek, karya Damhuri Muhammad.Harga Rp 33.000
(Marjin Kiri, Juni 2015). softcover 12 x 19 cm. viii + 121 halaman.
Kondisi Baru

Buku ini menghimpun 14 cerpen yang ditulis dalam rentang waktdan sebelumnya telah tersiar di sejumlah media nasional, seperti Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Koran Tempo, tabloid NOVA, majalah Esquire, dll.


Di tengah maraknya trend penulisan fiksi yang kian berkutat pada cerita dan problematika kota besar, damhuri muhammad tetap setia menjelajahi inspirasi sastranya dari pergulatan hidup di udik. Dari legenda tentang manusia berkepala anjing, jimat sakti preman pasar, cinta terlarang, jurus silat, hingga korupsi yang berurat sampai ke pelosok2, damhuri menunjukkan bahwa di tengah gempuran modernitas yang memabukkan, orang-orang tetap menapaki jejak masa silam yang sukar terhapuskan...

Jumat, 12 Juni 2015

Jual Novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta, oleh Luis Sepúlveda

Jual Novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta, oleh Luis Sepúlveda Judul  Novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta
Penulis Luis Sepúlveda
Harga 30,000
Penerbit Marjin Kiri
Tanggal terbit 2014
Jumlah Halaman -
Berat Buku 50 gr
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 120x190mm
Kondisi Baru

SINOPSIS BUKU
Di desa kecil di tengah rimba raya Ekuador, seorang kakek tua menyepi mencari damai ditemani novel-novel cinta picisan yang didapatnya dari rumah bordil hilir sungai. Tapi kedamaian rupanya mustahil saat ‘peradaban’ terus merangsek menembus hutan. Ladang minyak. Demam emas. Perburuan. Alam pun membalas dendam lewat seekor macan kumbang. Seisi desa terancam dan si kakek tua tahu tak ada yang sanggup menghadapi hewan itu selain dirinya.

Kisah memukau tentang belantara Amazon dari seorang penulis muda Cile yang diasingkan oleh rezim militer Pinochet. Telah diterjemahkan ke dalam 15 bahasa dan diangkat ke film layar lebar oleh sutradara Australia Rolf de Heer.

***
Peraih Hadiah Sastra Spanyol
PREMIO DE TIGRE JUAN

“Novel pendek yang tajam.”
— Publisher’s Weekly

“Penuh perasaan.”
— Sunday Telegraph

“Sesahaja fabel... gaungnya mendalam.”
- Booklist

“Memukau dan bergelora... dikisahkan dengan teliti... penuh puisi.”
— The New York Times

Kamis, 11 Juni 2015

Jual Buku Ekonomi Revolusi Che Guevara Penulis Helen Yaffe

Jual Buku Ekonomi Revolusi Che Guevara Penulis Helen Yaffe
Judul Buku Ekonomi Revolusi Che Guevara
Penulis Helen Yaffe
Harga Rp 100.000
Penerbit Marjin Kiri
Tahun : Jun 2015
tebal xii + 523 hlm
Ukuran 14 x21
Berat 600grm
Kondisi Baru

Ernesto ‘Che’ Guevara lebih banyak di­kenang sebagai gerilya­wan revolusioner, padahal perannya dalam Revolusi Kuba tidak sebatas saat bergerilya, tapi juga di belakang meja saat ia ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian dan Presiden Bank Nasional Kuba.
Saat itulah –di tengah embargo Amerika Serikat dan pelarian kaum
profesional—eksperimen sosialis Kuba diuji pada tataran riil: Bisakah Revolusi terkonsolidasi agar tahan guncangan? Bisakah problem mendesak keterbelakangan dan pengangguran diatasi? Bisakah Revolusi dan ide-ide kiri memenuhi janji-janji pembebasannya melalui langkah-langkah ekonomi yang konkret?
Menjawab tantangan tersebut, Che bereksperimen mengembangkan sistem manajemen perekonomian sosialis yang menolak pola-pola produksi kapitalis sekaligus menghindari jebakan ortodoksi Soviet. Buku ini membahas sumbangan Che Guevara pada manajemen perekonomian sosialis tersebut, sebuah pergulatan nyata mengupayakan kemandirian ekonomi dan industri yang layak dijadikan pelajaran bagi kita sekarang!

Senin, 01 Juni 2015

Jual Buku EKONOMI REVOLUSI CHE GUEVARA, oleh Helen Yaffe


Judul EKONOMI REVOLUSI CHE GUEVARA
Helen Yaffe
xii + 523 hlm; Rp 100.000,-
wa.sms 0896 6116 2026

Ernesto ‘Che’ Guevara lebih banyak di­kenang sebagai gerilya­wan revolusioner, padahal perannya dalam Revolusi Kuba tidak sebatas saat bergerilya, tapi juga di belakang meja saat ia ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian dan Presiden Bank Nasional Kuba.

Saat itulah –di tengah embargo Amerika Serikat dan pelarian kaum
profesional—eksperimen sosialis Kuba diuji pada tataran riil: Bisakah Revolusi terkonsolidasi agar tahan guncangan? Bisakah problem mendesak keterbelakangan dan pengangguran diatasi? Bisakah Revolusi dan ide-ide kiri memenuhi janji-janji pembebasannya melalui langkah-langkah ekonomi yang konkret?

Menjawab tantangan tersebut, Che bereksperimen mengembangkan sistem manajemen perekonomian sosialis yang menolak pola-pola produksi kapitalis sekaligus menghindari jebakan ortodoksi Soviet. Buku ini membahas sumbangan Che Guevara pada manajemen perekonomian sosialis tersebut, sebuah pergulatan nyata mengupayakan kemandirian ekonomi dan industri yang layak dijadikan pelajaran bagi kita sekarang!

Senin, 04 Mei 2015

Jual Buku Pengantar Pemikiran Tokoh-tokoh Antropologi Marxis Dede Mulyanto & Stanley Khu

Judul Pengantar Pemikiran Tokoh-tokoh Antropologi Marxis
Harga Rp 50.000
Dede Mulyanto & Stanley Khu (eds.)
ISBN 978-979-1260-29-9
244 + vi hlm.; 14 x 20,3 cm.
 Kondisi Baru

“Marx, yang kepadanya kita berutang pembedaan antara infrastruktur dan suprastruktur, memusatkan perhatiannya terutama pada yang pertama dan paling-paling mengulas relasi antar keduanya hanya secara garis besar saja. Kepada teori suprastruktur inilah saya coba memberikan sumbangsih.” — Claude Lévi-Strauss

Secara umum, antropologi Marxis lahir sebagai reaksi atas kegagalan teoretis dan kebutaan politis antropologi yang dominan sebelumnya, terutama pada watak konservatif dan anti-teori yang menjangkitinya.

Tokoh-tokoh yang diulas di buku ini:

Maurice Godelier
Claude Meillassoux
Michael Taussig
Marshall Sahlins
Claude Lévi-Strauss

dipilih karena orientasi teoretis mereka, yang meskipun tidak bisa secara bulat dimasukkan ke dalam satu aliran yang sama, tetapi secara garis besar memiliki kesamaan utama yang terpenting: bahwa mereka semua terilhami oleh Marx dan menggunakan konsep serta analisis Marx secara baru dan bukan secara vulgar-tekstual.

Mereka semua menawarkan suatu cara pandang baru dalam upaya memahami apa yang tersembunyi di balik dinamika realitas empiris kemasyarakatan dan kebudayaan.

Selasa, 10 Maret 2015

Jual Buku Ekofenomenologi: Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia dengan Alam Saras Dewi

Jual Buku Ekofenomenologi: Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia dengan Alam Penulis Saras Dewi
Judul Buku Ekofenomenologi:
Mengurai Disekuilibrium Relasi Manusia dengan Alam
Penulis Saras Dewi
Harga Rp 46.000,-TERJUAL
ISBN 978-979-1260-42-8
172 + xiv hlm.; 14 x 20,3 cm.

Gerakan ekologi dan etika lingkungan telah dengan tepat menunjukkan berbagai kerusakan alam dan kemerosotan lingkungan hidup akibat aktivitas-aktivitas manusia yang mengutamakan kepentingannya sendiri. Pandangan dunia yang antroposentrik dituding sebagai pangkal ketimpangan relasi antara manusia dengan alam sekitarnya.Namun baik ekologi maupun etika lingkungan ditengarai masih terjebak dalam dikotomi antara ekosentrisme dengan antroposentrisme. Dikotomi ini membuat kedua gerakan tersebut kerap kesulitan dalam menjelaskan kepentingan manusia di dalam kerangka hidup bersama alam, misalnya dalam menjelaskan soal teknologi.

Dengan memakai pendekatan fenomenologi yang bersumber dari filsafat Husserl, Merleau-Ponty, dan Heidegger, buku ini hendak meneliti hubungan ontologis manusia dengan alam secara lebih mendalam dan radikal. Sebuah perangkat baru hendak dibangun guna memahami alam secara substansial, yang bukan sekadar gejala kerusakannya atau hal-hal lain yang bersifat deskriptif, statistik, maupun etis belaka.

Jual Buku Kurasi DAN Kuasa, kekuratoran dalam medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia, Agung Hujatnikajennong

Jual Buku KURASI DAN KUASA: Kekuratoran dalam Medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia, Agung Hujatnikajennong, Marjin Kiri,
Buku KURASI DAN KUASA: Kekuratoran dalam Medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia
Harga Rp 65.000,-
karya Agung Hujatnikajennong.
Pengantar: I. Bambang Sugiharto.
xx + 277 hlm.
151 x 216 mm.

Istilah, praktik, dan profesi “kurator” yang belakangan marak di
dunia seni rupa Indonesia sesungguhnya nyaris tak pernah ditemukan dalam wacana seni rupa Indonesia sebelum era 1990an. Mengapa demikian? Adakah kaitan antara “kurator” dengan wacana “seni rupa kontemporer” yang juga berkembang dari kurun waktu yang sama? Buku ini mengupas sejarah teori dan praktik kekuratoran baik di Barat maupun dalam konteks yang khas Indonesia, beserta relasinya dengan kuasa-kuasa lain yang bekerja dalam medan seni rupa, baik itu kuasa politik maupun kuasa ekonomi. Sebuah sumbangan penting bagi kepustakaan dan kajian seni di Indonesia.

Kamis, 26 Februari 2015

Jual Buku Gombalnya Globalisasi / El Fisgon


Judul :Gombalnya Globalisasi:
Komik Sejarah Kapitalisme
Harga  Rp 38.000
Komikus :El Fisgón
Terjemahan: Ronny Agustinus
ISBN 979-99980-2-6
200 hlm + xii ; 15,5 x 22 cm
Kondisi Baru

 “Karya El Fisgón telah mengguncang pucuk-pucuk kekuasaan.” — The New York Times

Charro Machorro, seorang pebisnis kecil yang gagal melulu, akhirnya nekat melintasi padang gurun Arizona untuk menemui dukun-finansial tersohor Cassandra Carrera. Bukan jimat yang didapatnya, Carrera malah memberinya pelajaran sejarah ekonomi dari masa pra-kapitalisme sampai zaman konglomerasi global.

Dengan kelihaian memainkan kata dan gambar, kartunis Meksiko Rafael Barajas Durán alias El Fisgón (atau “tukang recok”) menyusun kiat bisnis yang tak ada duanya: kiat yang tidak mengajari kita cara supaya lekas kaya, namun menjelaskan mengapa kita terus menerus miskin.














Jumat, 06 Februari 2015

Jual Buku Perbudakan Seksual: Perbandingan antara Masa FASISME JEPANG dan NEOFASISME ORDE BARU, Anna Mariana.

Jual Buku Perbudakan Seksual, perbandingan antara Masa Fasisme
Buku Perbudakan Seksual; Perbandingan antara Masa FASISME JEPANG dan NEOFASISME ORDE BARU,
by Anna Mariana.
Harga Rp 47.000
Kondisi Baru

Jual Buku Perubahan Sosial di Pedesaan BALI. Dualitas, Kebangkitan Adat


Jual Buku Perubahan Sosial di Pedesaan Bali: Dualitas, Kebangkitan Adat, dan Demokrasi Lokal Penulis Daddi H. Gunawan
 


















Judul Perubahan Sosial di Pedesaan Bali: Dualitas, Kebangkitan Adat, dan Demokrasi Lokal
Penulis Daddi H. Gunawan
Harga Rp 80.000,-Pengantar: Robert M.Z. Lawang
Marjin Kiri 2014
ISBN 978-979-1260-37-4
367 + xxii hlm.; 14 x 20,3 cm.
Kondisi Baru

Konstruksi kolonial tentang Bali sebagai Pulau Dewata yang serba damai dan harmonis begitu melekat dalam imajinasi kita sehingga sering membuat kita lupa bahwa masyarakat Bali, sebagaimana masyarakat lainnya, sepanjang sejarahnya diwarnai oleh kehidupan sosial yang dinamis dengan berbagai ketegangan, pertentangan, konflik, dan perubahan.

Buku hasil penelitian lapangan di desa adat di Bali ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat desa tidak pernah lepas dari berbagai pengaruh eksternal maupun internal. Gagasan demokrasi dan keterbukaan yang menguat di seluruh Indonesia pasca reformasi 1998 juga berpengaruh ke kehidupan desa adat di Bali. Namun uniknya, berkebalikan dengan pandangan umum yang melihat adat sebagai sesuatu yang kolot dan konservatif, gagasan-gagasan demokrasi itu justru berkembang bersamaan dengan menguatnya tekad untuk menghidupkan kembali desa adat di Bali sesuai gambaran aslinya.


Dengan pendekatan sosiologi kritis, dan membandingkannya dengan cara berpikir dualitas yang dianut oleh masyarakat Bali sendiri, buku ini juga menyodorkan kritik tajam terhadap konsep dan asumsi-asumsi yang melandasi proyek pembangunan di Indonesia selama ini. Harapannya, akan terbuka kemungkinan untuk merintis suatu bangunan konsep, teori, dan kebijakan pembangunan yang berakar dari realitas masyarakat Indonesia, dan dengan demikian akan benar-benar mampu menjawab persoalan masyarakat di Indonesia.

Kamis, 25 September 2014

Jual Buku Menguak hubungan dagang Indonesia Israel , Angga Aulia

Jual Buku Menguak hubungan dagang Indonesia Israel , Angga Aulia Akbar, Marjin KiriBuku Menguak Hubungan Dagang Indonesia-Israel
Angga Aulia Akbar.
Harga Rp 29.000,-
ISBN 978-979-1260-18-3
100 hlm + viii ; 14 x 20,3 cm


Komitmen Indonesia selama ini terhadap konflik Timur Tengah amat jelas, yakni mendorong tercapainya kemerdekaan Palestina dan tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Namun demikian, di luar pengetahuan banyak orang, hubungan dagang antara Indonesia dan Israel ternyata telah terjalin lama tanpa hubungan diplomatik antar kedua negara, yang dimulai dengan pembelian helikopter dan jet tempur dari Israel pada era Orde Baru.

Pasca reformasi 1998, hubungan dengan Israel dilegalkan oleh pemerintah Indonesia. Bahkan Kamar Dagang Israel-Indonesia telah dibuka di Tel Aviv.

Apakah kebijakan ini tidak kontraproduktif bagi dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina? Apakah kebijakan ini tidak mengingkari prinsip bebas aktif dalam politik luar negeri Indonesia serta amanat konstitusi untuk mengupayakan perdamaian dunia?

Buku ini mencoba menelusuri keabsahan hubungan dagang Indonesia-Israel dari kacamata teori politik luar negeri, dengan data-data empiris dan wawancara pihak-pihak yang berwenang, termasuk Ketua Kamar Dagang Israel-Indonesia.

Kamis, 04 September 2014

Jual Buku Ekonomi Insani,kritik Karl Polanyi terhadap ekonomi Pasar Bebas / Justinus

Jual Buku Ekonomi Insani,kritik Karl Polanyi terhadap ekonomi Pasar Bebas, Justinus, Marjin Kiri, 2014. Harga RP 45.000
Judul Ekonomi Insani: Kritik Karl Polanyi terhadap Sistem Pasar Bebas" karya Justinus Prastowo 
Pengantar B. Herry-Priyono
Harga RP 45.000 
Marjin Kiri 
Terbit 2014.
Kondisi Baru

Minggu, 31 Agustus 2014

Rabu, 23 Juli 2014

Jual Novel PIRAMID (Novel Terjemah.) / ISMAIL KADARE


Jual Buku PIRAMID (Novel Terjemah.) Penulis ISMAIL KADAREJudul PIRAMID (Novel Terjemah.)
Penulis ISMAIL KADARE.
Harga Rp 39.000
Penerjemah : Dwi Pranoto
Penerbit Marjin Kiri.Jakarta.
Tahun 2011
Tebal : 216 hlm
Kondisi Segel, baru, 1 buah

Piramid  adalah sebuah konstruksi bangunan tertua dalam sejarah umat manusia yang sudah digunakan sejak berabad-abad lampau oleh bangsa Mesir dan Maya kuno. Piramid biasanya digunakan sebagai makam raja-raja atau tempat pemujaan. Salah satu piramid yang paling terkenal dan masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia adalah kompleks Piramida Giza yang terletak di dekat kota Kairo (Mesir).
Piramid Giza hingga kini adalah piramida terbesar dibandingkan dengan piramida-piramida lain yang ada di muka bumi. Luas area kompleks Piramid Giza yang terdiri dari 3 piramid besar dan sebuah patung Spinx bisa disamakan antara jarak dari St Peter(Roma), sampai ke St. Paul (London).
Ketiga piramid itu adalah piramid Khufu (Cheops), Khafre (Rakhaef/Chephren) dan Menkaure (Mycerinus) dan yang paling besar adalah Piramid Cheops setinggi 145 meter yang dibangun 4000 thn yg lampau (2550 SM), karena faktor alam tinggi piramid Cheops kini telah menurun sekitar 9 meter. Para arkeolog memperkirakan piramid Cheops yang dibangun selama 20 tahun ini mempekerjakan 10 rb orang.
Selama ini mungkin kita hanya mengetahui kalau Piramid adalah sebuah monumen kuburan raja atau tempat pemujaan, ternyata tidak, ada maksud tertentu dibalik pembuatan piramid yang erat kaitannya dengan kelanggengan kekuasaan raja-raja Mesir. Hal itulah yang coba diungkapkan oleh Ismail Kadare, sastrawan Albania, peraih Man Booker Prize 2005 di salah satu novelnya yang berjudul Piramid
Di lembar-lembar pertama novel ini Kadare langsung memikat pembacanya dengan celetukan Firaun baru Cheops (2589-2566 SM) pada para pejabat istana bahwa ia tak ingin ada Piramid didirikan untuknya. Celotehan ini tentu saja membuat semua yang mendengarnya terkaget-kaget bagaikan mendengar sebuah ‘berita malapetaka’. Hal ini  juga membuat para pendeta istana buru-buru menyelisik lembar-lembar papyrus tua untuk meresponi keinginan Firaun muda yang nyeleneh ini.
Berdasarkan penelisikan para pendeta istana, akhirnya Pendeta Tingga Hemiunu memberanikan diri menghadap Firaun Cheops dan mencoba meyakinkan Firaun untuk membatalkan niatnya itu.  Di bagian ini, Kadere menarasikan argumen Hemiunu pada Firaun  dengan gamblang sehingga terungkaplah tujuan utama dari dibangunnya sebuah Piramid. Setelah mendengar penjelasan dari Heminiu akhirnya Cheops membatalkan niatnya dan memerintahkan rakyat Mesir untuk membuat piramid untuk dirinya seperti yang telah dilakukan oleh para pendahulunya.
Menurut Heminiu gagasan membangun Piramid lahir dari pada suatu masa krisis dimana kekuasaan Firaun melemah. Namun krisis ini tidak dipicu oleh kemiskinan, luapan sungai Nil, atau penyakit sampar seperti yang umumnya terjadi di Mesir, melainkan karena keberlimpahan. Kemakmuran ini tentunya membuat masyarakat lebih mandiri dan bebas dalam berpikir sehingga membuat rakyat lebih kritis bahkan membangkang terhadap kekuasaan Firaun.
Untuk mengatasinya Firaun mengutus dukun-peramal Sobekhotep ke gurun Sahara untuk merenungkan persoalan ini dalam kesunyian total. 40 hari kemudian Sobekhotep mendapat wangsit dan menyampaikannya pada Firaun bahwa yang harus dilakukan adalah meniadakan kemakmuran!
Wangsit yang diterima dukun peramal ini lalu diterjemahkan dengan menyelenggarakan kerja raksaksa yang melampaui imajinasi, yang akan memperlemah rakyat Mesir, menghisap energi rakyat yang menghancurkan jiwa raga. Sebuah proyek yang pada dasarnya bisa diselesaikan namun takkan pernah terselesaikan, proyek yang memperbaharui dirinya sendiri terus menerus, tak bermanfaat bagi rakyat namun berguna bagi negara.  Tujuannya adalah membuat rakyat Mesir terus menerus sibuk siang-malam sehingga mereka menjadi linglung dan tidak memilik semangat untuk melawan kekuasaan Firaun
Membangun Piramid adalah jawabannya! Sebuah makam yang diperuntukkan untuk peristirahat abadi sang Firaun yang kelak akan menjadi identitas Mesir hingga kini. Setiap Firaun nantinya akan memiliki piramidnya sendiri, sehingga meski sebuah generasi belum lagi pulih dari letih akibat pembangunan, seorang Firaun baru kembali akan menundukkan rakyatnya melalui pembangunan piramid untuknya
Demikianlah Ismail Kadare menuturkan maksud dan tujuan didirikannya Piramid dalam novelnya ini. Di novelnya ini kita akan disadarkan bagaimana pada akhirnya Piramid memiskinkan kehidupan rakyat Mesir. Novel yang minim dialog ini mengupas secara apik bagaimana sebuah Piramid dibangun mulai dari masa persiapan pembangunan yang dimulai dari pelipatganaan produksi cambuk, penambangan batu-batu besar untuk piramid hingga ketika piramidion (batu puncak piramid) dipasang lengkap dengan isu2 persekongkolan dibalik pembuatan piramid, kutukan, hingga tekanan yang dihadapi oleh para pembuat Piramid mulai dari pekerja, mandor hingga Firaun sendiri.
Tekanan akibat pembangunan Piramid ternyata tak hanya mempengaruhi rakyat Mesir, bahkan Firaun sendiri mengalaminya terlebih saat Piramid selesai dikerjakan. Setelah Piramid berdiri dengan kokohnya Firaun Cheops merasa ada sebuah kekuatan yang ingin menyeret dirinya untuk masuk ke dalam Piramidnya. Jiwanya terganggu karena seolah Piramid itu terus memanggil-manggil dirinya untuk menjemput kematiannya sehingga muncul ide darinya untuk membunuh seseorang dan meletakkan muminya untuk disemayamkan  dalam Piramid untuk menggantikan dirinya. Pada akhirnya mental Firaun semakin memburuk hingga akhirnya ia meninggal tiga tahun setelah kerja Piramid usai.
Novel ini tak berhenti sampai ketika Piramid rampung dan mumi Firaun Cheops akhirnya disemayamkan di dalamnya. Kadare melanjutkan ketika di suatu masa para penjarah mulai berani memasuki piramid. Mereka ternyata tak hanya menemukan harta karun yang dibawa mati sang Firaun,  ketika para penjarah mencongkel sakrofagus (peti mati)  Firaun dan kerabatnya, melalui mumi yang dilihatnya mereka menemukan fakta-fakta baru tentang isu-isu pribadi sang firaun dan keluarganya, intrik politik, persekongkolan, dan dendam di masa lalu yang selama ini ikut terkubur rapat setelah kematian Firaun.
Hal inilah yang nantinya akan mendorong para sejarahwan muda untuk mempertanyakan dan meninjau kembali konsepsi mereka mengenai sejarah resmi kerajaan. Dari bukti-bukti yang ditemukan oleh para penjarah kubur inilah sejarah kerajaan Mesir memungkinkan untuk ditulis ulang sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda dengan sejarah resmi yang selama ini ditulis dan diingat rakyat Mesir.
Di akhir novel Kadare juga membawa pembacanya pada Piramid di pedalaman Asia, di padang rumput luas Ishafan, dimana seorang raja bernama Timurlenk mendirikan sebuah piramid yang serupa dengan yang dibangun Firaun Cheops. Namun yang membedakannya, piramid itu bukan dibuat dari batu melainkan dari tengkorak kepala-kepala musuh kerajaan yang mereka penggal. Hal ini  membuat Raja Timurlenk terus melakukan pembantaian demi pembantaian untuk memenuhi ambisinya membuat sebuah piramid tengkorak!
Pada akhirnya membaca novel karya sastrawan Albania yang diterjemahkan dengan apik ini akan menyadarkan kita bahwa Piramid bukanlah sekedar monumen budaya adiluhung bangsa Mesir. Piramid adalah lambang kekuasaan, ia adalah penindasan, kekuatan, penakluk pemberontakan, penyempit pikiran, pelemah kehendak, kebosanan, dan kesia-siaan. Piramid adalah pilar penyangga kekuasaan. Jika ia terguncang, segalanya rubuh berantakan.

Melalui novel ini kita juga dapat merenungkan betapa dahsyatnya sebuah usaha untuk melanggengkan kekuasaan hingga ia bisa menentukan arah dan nasib manusia di dalamnya. Walau tak berwujud segitiga tinggi yang merobek langit, setiap negara memiliki piramidnya sendiri, jika di epilog novelnya ini Kadare juga menemukan ‘Piramid’ dalam bentuk bunker bawah tanah di tanah kelahirannya, Albania, lalu bagaimana dengan kita? Setelah kita membaca novel ini mampukah kita menemukan ‘piramid’ yang saat ini sedang dibangun oleh penguasa negeri kita sebagai pilar penyangga kekuasaannya?


Minggu, 29 Juni 2014

Jual Buku Memata matai Kaum Pergerakan / Allan Akbar

Buku Memata matai Kaum Pergerakan, dinas intelijen politik Hindia Belanda 1916-1934, Penulis Allan Akbar
Buku Memata matai Kaum Pergerakan, dinas intelijen politik Hindia Belanda 1916-1934
Harga Rp 40.000
Penulis Allan Akbar
Pengantar: Harry A. Poeze
ISBN 978-979-1260-20-6
117 hlm + xx ; 14 x 20,3 cm
Tersedia 1 buah


“Buku ini akan menjadi sumbangan penting bagi pemahaman kita tentang dunia Pergerakan Nasional Indonesia dari sisi yang berbeda.” — Bondan Kanumoyoso, pengajar sejarah Universitas Indonesia

Masa-masa Pergerakan Nasional ramai diwarnai oleh berdirinya organisasi-organisasi nasionalis, rapat-rapat umum, pemogokan buruh dan pemberontakan petani. Untuk membendungnya, pemerintah kolonial membentuk Dinas Intelijen Politik (PID dan ARD) yang bertugas memata-matai dan menangkal aksi-aksi kaum revolusioner.

Dengan menelusuri sumber-sumber yang sulit didapat, buku ini mengulas sepak terjang dinas ini serta respons kaum Pergerakan terhadapnya, lengkap dengan momen-momen seru bak kisah spionase. Anda mungkin tertawa membaca cara-cara Soekarno mengelabui mata-mata yang membuntutinya, atau mungkin terkejut saat tahu bahwa Haji Agoes Salim ternyata pernah menjadi agen Dinas Intelijen yang bertugas memasok informasi rahasia mengenai internal organisasi Sarekat Islam!

“Menerangi salah satu lorong gelap sejarah Indonesia, yakni dunia intelijen politik. Kita akan sadar betapa banyak warisan negara kolonial dalam kehidupan politik sampai hari ini .” — Hilmar Farid

Kamis, 26 Juni 2014

Sell Books > Jual Buku Reformasi Sektor Keamanan Pasca Orde Baru

Jual Buku Reformasi Sektor Keamanan Pasca Orde Baru Muhammad Haripin Marjin Kiri
Judul Reformasi Sektor Keamanan Pasca Orde Baru: Melacak Pandangan dan Komunikasi Advokasi Masyarakat Sipil
Penulis Muhamad Haripin
ISBN 978-979-1260-25-1
171 + xiv hlm.; 14 x 20,3 cm.
Kondisi Baru
Harga Rp 39.000,-
Pasca reformasi 1998, salah satu isu utama yang paling lantang disuarakan oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah "reformasi sektor keamanan" (RSK). RSK dianggap sebagai masalah krusial yang bakal berpengaruh besar terhadap jalannya demokratisasi di Indonesia secara menyeluruh.

Buku ini mengulas perjalanan organisasi masyarakat sipil serta komunikasi advokasinya dalam isu RSK sejak masa Habibie (1999) hingga periode pertama Susilo Bambang Yudhoyono (2009).
Disoroti pula kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat sipil dalam mengampanyekan RSK, baik masalah dari internalnya sendiri maupun kecenderungan status quo untuk resisten terhadap aspirasi wacana RSK. Dilandasi teori Habermas tentang komunikasi dan teori Foucault tentang wacana, komunikasi advokasi masyarakat sipil dikupas dalam relasinya dengan pemerintah dan proses transisi demokrasi.
“Buku pertama yang secara lengkap mengupas peran advokasi ornop dalam proses reformasi sektor keamanan di Indonesia. Secara menarik, Haripin memaparkan lima tahun pertama reformasi sektor keamanan sebagai masa keemasan dan bulan madu kerjasama antara sipil dan militer, dan bagaimana peran itu agak menurun di era sesudahnya.”
— Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, Pusat Penelitian Politik LIPI