Tampilkan postingan dengan label CPOD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CPOD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juli 2015

Jual Buku COOLIE, Penulis : Madelon H. Lulofs

Judul: Coolie
Penulis : Madelon H. Lulofs
Harga Rp 78.000 TERJUAL
Harga Hardcopy Rp 46.000
Penterjemah : G.J. Renier dan Irene Clephane
Edisi asli  : Belanda
Edisi terjemahan : Inggris
Penerbit: Oxford University Press, Singapore,
Tahun : 1953,
Tebal : 216 + x hlm.

Kapitalisme perkebunan awal di Indonesia muncul sejak abad 17-18 di Jawa dan Sumatra Timur. Kapitalisme perkebunan ini merupakan kolonisasi resmi Belanda, yang sebelumnya dirintis oleh kapitalisme dagang Belanda, yakni VOC. Berkembang biaknya kapitalisme perkebunan di Jawa dan Sumatra Timur akibat berkurangnya peran negara kolonial dalam memaksa penduduk-penduduk pribumi menyediakan produk komoditi tertentu, yang dikerjakan secara paksa. Setelah mengalami pergeseran politik di negeri Belanda, akibat banyaknya kritikan dari tanah jajahan dan dari Belanda sendiri, di samping mulai bangkrutnya VOC, maka kaum kapitalis Belanda memaksa menghapuskan monopoli negara kolonial atas sistem kapitalis dagang. Kaum borjuis baru ini mengusulkan untuk mengembangkan sistem kapitalis perkebunan di tanah jajahan, seperti Jawa dan Sumatra Timur, yang cocok untuk sejumlah komoditi ekspor dan ditemukan sumber energi baru, seperti minyak bumi.

Akan tetapi, sejarah kapitalisme perkebunan di Sumatra Timur ternyata menarik perhatian seorang putri tuan kebun G. Lulofs. Madelon Lulofs berhasil mengangkat dan memotret kehidupan buruh perkebunan di Sumatra Timur, khususnya perkebunan karet di Asahan. Madelon Lulofs (1899-1958) lahir di Surabaya, dan menghabiskan 30 tahun pertama masa hidupnya di Indonesia. Ayahnya, G. Lulofs merupakan pegawai pertama pemerintahan Netherland Indies. Madelon selalu mengikuti ke tempat bapaknya bertugas, yang selalu berpindah-pindah wilayah. Bahkan, harus tinggal di tengah-tengah perkebunan karet di daerah pelosok Sumatra Timur, di Asahan. Usianya kala itu baru 19 tahun.

Tahun 1930 Madelon menciptakan skandal di kalangan masyarakat kolonial di Sumatra Timur, dengan meninggalkan suaminya, yang tuan kebun. Madelon menikah dengan seorang Hungaria yang tidak terkenal, Laszlo Szekely. Szekely pernah menulis novel terkenal berjudul  Tropic Fever, dalam bahasa Hungaria. Kemudian mereka berdua berangkat ke Eropah dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Dalam kurun waktu tiga tahun, Madelon berhasil menerbitkan empat buku, mengenai masyarakat yang pernah ia tempati. Keempat buku tersebut yakni: Rubber (1931), Koelie (Coolie/1932), Emigrants (1933) dan The other world (1933).

Kedua buku pertama, Rubber (1931) dan Coolie (1932), menjadi buku menggemparkan jagat Eropah karena begitu relevan dengan “masalah kolonial” pada umumnya dan persoalan “hukuman mati” bagi para kuli kontrak di Sumatra Timur, khususnya. Buku Rubber diterbitkan dalam berbagai bahasa dan film, di samping menjadi penyimpangan oleh kelompok “lobi Sumatra” di Belanda. Buku ini juga berbau semi otobiografis yang mengekspresikan kehidupan pedih di suatu dunia yang lain. Berbeda dengan buku tadi, buku Coolie  malah berisikan upaya susah payah memasuki dunia kejiwaan buruh terperangkap dari Jawa, yang secara pasif menerima segala keadaan kekerasan yang menyakitkan, yang begitu susah untuk dipahami kalangan tuan Eropah. Tentu saja ini kerap terjerembab, terkadang terjatuh kedalam pencitraan yang dimainkan Madelon, mengenai kehidupan kuli.

Buku Coolie yang diterbitkan Madelon mampu mengungkapkan dunia kehidupan buruh perkebunan di Sumatra Timur, khususnya buruh kebun karet di Asahan. Meskipun buku ini tidak dimaksudkan Madelon sebagai buku sejarah–tepatnya dia katakan sebagai buku sastra, namun kisah yang dibangun di dalamnya kelihatan bak sastra sejarah buruh. Oleh karena buku ini mendapat tentangan sangat keras di Belanda, maka Madelon mengantarkan karyanya ini dengan mengklarifikasi, bahwa karya tulisnya mengekspresikan kejiwaan manusia. Inilah yang menjadi titik kunci baginya dalam mengapresiasi konteks budaya kuli yang memang jauh berbeda dengan para tuan kebun.

Di dalam buku ini sidang pembaca dapat menyelami narasi-narasi mendalam Medalon dalam memotret perihal seluk beluk kehidupan buruh perkebunan di mana dia pernah tinggal. Pengungkapan yang amat realisme, dibumbui kecekaman hidup buruh perkebunan, buku Coolie ini patut menjadi sastra sejarah yang kaya pengalaman. Deskripsi yang apik mengenai situasi alam sekitar; pertukar-pertukaran kisah orang per orang yang beragam bangsa (China, Jawa, Melayu, dll.)  berhasil disampaikan Madelon tanpa kesulitan. Tak hanya dialog-dialog duka yang terungkap di dalam buku Coolie ini, juga tawa lucu pun digoreskan Madelon dengan bagus. Persis, inilah yang dia sebut sebagai ekspresi kejiwaan manusia.

Meskipun buku ini berbahasa Inggris, hasil terjemahan dari buku aslinya yang berbahasa Belanda, namun sidang pembaca takkan kesulitan dalam mencerap makna tulisan di dalamnya, hanya tentu dengan sedikit kesungguhan hati berimajinasi ke masa lampau Indonesia nun jauh di sana di Sumatra Timur, abad ke 18. Hasil penyimakan kita tentulah membijakkan kita bahwa pernah ada dalam penggalan sejarah bangsa Indonesia, kita menjadi kuli di negeri sendiri. Apakah kini, setelah memasuki abad milenium, bangsa kita masih menjadi kuli juga di negeri sendiri?*** (HG)

Jual Buku Petani dan Penguasa, oleh Noer Fauzi

Judul Petani dan Penguasa
Noer Fauzi
Harga Rp 79.000 TERJUAL
Harga Hardcopy Rp 59.000
ISBN/ISSN 9799289041
Bahasa Indonesia
Penerbit Pustaka Pelajar
Tahun Terbit1999
Tebal xiv, 316 hlm.; 21 cm.

Gagasan penulisan buku ini bermula dari minimnya bacaan/referensi tentang politik agraria, yang menentukan pasang-surut nasib kaum petani dari zaman ke zaman. Sementara itu, ada kebutuhan kuat untuk memperoleh penjelasan tentang dinamika yang menentukan nasib kaum petani. Sepanjang tahun 1993 - 1998, penulis melakukan studi terhadap sejumlah bacaan --sebagian besar yang tercantum dalam Daftar Pustaka. Di antara pelbagai bahan bacaan tersebut, satu buku yang banyak memberi inspirasi dan isi penulisn adalah buku Mochammad Tauchid, Masalah Agraria Segabai Masalah Penghidupan dan Kemakkmuran Rakyat Indonesia jilid I dan II (penerbit Tjakrawala, 1952a dan 1952b). Selain itu, penulis mendiskusikan tema-tema penulisan dengan sejumlah kerabat. Berkaitan dengan permintaan dari beberapa organisasi non pemerintah (ornop) untuk menjadi narasumber tentang hal-hal yang berhubungan dengan politik agraria, bagian-bagian tertentu dari buku ini telah dituliskan dalam makalah yang dipresentasikan dan didiskusikan dalam sejumlah forum seminar/lokakarya/diskusi.
Dalam sejarah Indoensia, studi politik agraria tidak bisa dilepaskan dari satu hari yang bersejarah. Dipercayai oleh kalangan ahli hukum, 24 September 1960 merupakan hari bersejarah bagi rakyat petani Indoensia. Pada tanggal itu, disahkan Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria, yang lebih dikenal sebagai Undnag-undang Pokok Agraria, disingkat UUPA. Kelahiran UUPA merupakan tonggak sejarah agraria (Wiradi, 1986, 20). Penulis menempatkan UUPA sebagai rujukan atau referansi dari uraian-uraian masa sebelum maupun sesudah diberlakukannya UUPA.

Jual Buku Prasejarah Gunung Sewu, Penyunting : Truman Simanjuntak


Judul: Prasejarah Gunung Sewu
Penyunting : Truman Simanjuntak, Retno Handini, Bagyo Prasetyo
Harga Rp 95.000 TERJUAL
Harga Hardcopy Rp 63.000
Penerbit: IAAI,Ikatan AHli Arkeologi Jakarta,
Tahun : 2004
Tebal: 324 Halaman
Kondisi: Bekas (cukup)


Buku ini menyajikan sintesa hasil-hasil penelitian multidisipliner di Gunung Lawu. Disusun dengan format mudah dicerna, terdiri dari kumpulan artikel pendek yang mendiskusikan berbagai topik dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.

Jumat, 17 Juli 2015

Buku Orang Bali.Gordon D. Jensen dan Luh Ketut Suryani,

Buku Orang Bali.Gordon D. Jensen dan Luh Ketut Suryani,
Harga Rp 75000
Harga CPOD Rp 55.000
Penerbit : Institut Teknologi Bandung - Universitas Udayana
Tahun  :1996.
Tebal : 225hlm
Ukuran 14 x21cm

Buku ini berasal dari penelitian yang dimulai sejak 1989, kemudian diterbitkan sebagai buku berjudul The Balinese People

Jual Buku Aneka budaya dan komunitas di Indonesia, Penulis Hildred Geertz;

Aneka budaya dan komunitas di Indonesia
Penulis Hildred Geertz;
Harga Rp 50.000
Harga hardcopy 37.000
Penterjemah A Rahman Zainuddin
Penerbit : Yayasan Ilmu-ilmu dan FIS-UI Sosial
Tahun : 1981
Stock : 1 eks.
Tebal : xii, 116 hlm.;
Ukuran : 14 x20 cm eks.

Jual Buku Ajaran Spiritual Sufi Besar Hazrat Inayat Khan: Dimensi Mistik Musik dan Bunyi, Penulis: Hazrat Inayat Khan

Judul: Ajaran Spiritual Sufi Besar Hazrat Inayat Khan: Dimensi Mistik Musik dan Bunyi
Penulis: Hazrat Inayat Khan
Harga Rp 95.000 TERJUAL
Harga Hardcopy Rp 75.000
Tebal: 410
Penerbit: Pustaka Sufi, Yogyakarta
Tahun: 2002
Harga: Rp51.250
Kondisi Buku: Bagus

Jual Buku Kiai, Musik, dan Kitab Kuning oleh Fathuri, Mubarak Idrus


Judul Kiai, Musik, dan Kitab Kuning
oleh Fathuri, Mubarak Idrus, Rosyidi
Harga Rp 45.000
Harga Hardcopy Rp39.000
Kulit Muka:Soft Cover
ISBN13 :9789791964609
Terbit :2009
Bahasa :Indonesia
Penerbit:Desantara
Ukuran :105 mm x 170 mm


Deskripsi:
Buku ini bertujuan mengupas persoalan teks-teks Kitab Kuning mengenai kesenian dan alat-alat seni yang dihubungkan dengan kompleksitas realitas Muslim di Nusantara yang merupakan masyarakat yang sangat lekat dengan kesenian dan alat-alat seni dalam kehidupan rutin sehari-hari. Dalam buku ini ditunjukkan refleksi dan pengalaman pribadi sepuluh kiai, ulama, ustad tentang seni dan alat-alatnya dengan Kitab Kuning. Islam sendiri dalam teks-teks kitab klasik pada dasarnya menghalalkan seni musik. Ada beberapa ulama yang mengharamkan, tapi hadits-hadits yang digunakan sebagai dasar semuanya lemah. (KH Wasil Sarbini, pengasuh pondok pesantren Raudhatul Ulum, Sumber Waringin, Sukowono, Jember)

Jual Buku Legenda Kasada dan Karo Orang Tengger Lumajang, Pengarang: Sutarto, Drs.

Judul Legenda Kasada dan  Karo Orang Tengger Lumajang
Harga Baru 93.000 TERJUAL
Harga Hardcopy Rp 70.000
Pengarang: Sutarto, Drs.
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, 1997.
Tebal: 406hlmn
Ukuran ; 15 x 24 cm.
ISBN: 9798184246

Rabu, 15 Juli 2015

American Foreign Policy Since World War II, by Steven W Hook



Judul : American Foreign Policy Since WWII 14th Edition
Harga Baru $28 TERJUAL
Hardcopy Rp 81.000
by Steven W. Hook  (Author), John Spainer (Author)
Series: American Foreign Policy Since World War II
Paperback: 385 pages
Publisher: Congressional Quarterly Books; 14th edition (September 1997)
Language: English
ISBN-10: 1568023170
ISBN-13: 978-1568023175
Product Dimensions: 9 x 6.1 x 0.8 inches
Shipping Weight: 1.2 pounds

Now in its 16th edition, American Foreign Policy Since World War II has become one of the most respected guides on the ins and outs US foreign engagement in the 20th century. Combining theory and insight to this historical perspective, Hook and Spanier have created a very thorough book that takes a balanced look at both the domestic and international issues that have shaped US foreign policy. This book is comprehensive and comprehensible, making it perfect as leisure reading for those interested in international politics or a text for an international relations course.
The fourteen chapters:

1. The American Approach to Foreign Policy
2. From World War to Cold War
3. Containment: From Theory to Practice
4. Developing Countries in the Crossfire
5. Vietnam and the Cost of Containment
6. The Era of Superpower Detente
7. Jimmy Carter and World-Order Politics
8. The Revival of Superpower Confrontation
9. The End of the Cold War
10. America's "Unipolar Moment"
11. Old Tensions in a New Order
12. The Shifting European Landscape
13. America under Fire
14. A World of Trouble

are useful individually to address a specific issue, region, or time period, and as a set to provide a broad overview.

About the Author
Steven W. Hook: is associate professor of political science at Kent State University. He is the author of U.S. Foreign Policy: The Paradox of World Power (2005), National Interest and Foreign Aid (1995), and editor of Comparative Foreign Policy: Adaptation Strategies of the Great and Emerging Powers (2002) and Foreign Aid Toward the Millennium (1996). He is a past president of the Foreign Policy Analysis sections of the American Political Science Association and the International Studies Association.
John Spanier: received his PhD from Yale University. Since joining the faculty of the University of Florida in 1957, Spanier has lectured at the U.S. State Department's Foreign Service Institute, the Naval War College, military service academies, and several universities. Among his many other books is Games Nations Play. --This text refers to an alternate Paperback edition.
**********
The classic text on American foreign policy, Hook and Spanier's book has long set the standard in guiding students through the complexities of the field. Giving students the historical context they need, the book allows them to truly grasp the functions and frequent dysfunctions of the nation's foreign policy agenda.

Written by two renowned political scientists, this is the only available booklength treatment of U.S. foreign policy from 1945 to the present. Spanier and Hook analyze the behavior of the United States as a world power both during the Cold War and in its turbulent aftermath in order to identify recurring patterns and consider their implications.

Filsafat Berperspektif Feminis

Filsafat Berperspektif Feminis, Harga Rp 68.000 BOOKED
Kondisi Bagus

Rabu, 21 Januari 2015

Jual Buku Gelora Api Revolusi: Sebuah Antologi Sejarah / Colin Wild & Peter Carey

Jual Buku Gelora Api Revolusi: Sebuah Antologi Sejarah,  Penulis: Colin Wild & Peter Carey,  Penerbit : Gramedia Buku Gelora Api Revolusi: Sebuah Antologi Sejarah
Harga:  Rp 70.000 TERJUAL MALANG 13/3/15
Penulis: Colin Wild & Peter Carey
Penerbit : Gramedia
Terbit: 1986
Bahasa: Indonesia
Sampul : Soft Cover
Tebal : xvii,236hlm
Berat Buku: 260gram
Ukuran: 21X14
Kondisi: Bekas, Bagus
Stok:    1

Jumat, 21 November 2014

Jual Buku "Radikalisasi Gerakan Mahasiswa" Kasus HMI MPO /Ubedilah Badrun Pengantar

Jual Buku "Radikalisasi Gerakan Mahasiswa" Kasus HMI MPO, Penulis : Ubedilah Badrun, Pengantar : Dr.Ken Miichi, Penerbit : Media RaushanfekrBuku : "Radikalisasi Gerakan Mahasiswa"
Kasus HMI MPO
Harga Rp 39.000
Penulis : Ubedilah Badrun
Pengantar : Dr.Ken Miichi
Penerbit : Media Raushanfekr
Tahun Terbit : Mei 2006
Kondisi: POD
Dibawah ini adalah beberapa Komentar terhadap buku tersebut:
"Sebetulnya agenda gerakan kanan Islamis dan kiri post-Marxist itu tidak jauh. Dua-duanya menyikapi anti-hegemoni Amerika, anti-globalisasi dan anti - pasar bebas. Mereka membuat demonstrasi terhadap hal yang sama dan sering bertemu di lapangan. Inilah nampaknya bagian dari arah radikalisasi itu. Kajian tentang HMI-MPO serta buku karya Ubedilah Badrun ini bisa memahami gerakan-gerakan religius-sosial-politik di Indonesia lebih mendalam"
( Dr.Ken Miichi, Pengamat Internasional, aktif di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) -Kyoto University).

"Buku ini harus dibaca ! meyakinkan saya bahwa dialektika gagasan, praktik serta konsistensilah yang menjadi motor penggulingan Soeharto-Orba dan masa depan demokrasi Indonesia"
(M.Fadjroel Rachman, Aktifis Mahasiswa ITB 1989 serta Presidium Wacana UI 1998. Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negera Kesejahteraan (Pedoman Indonesia).

"Perlawanan terhadap Orde Baru dan terjadinya Reformasi 1998 tak dapat dipisahkan dari perlawanan HMI-MPO. Sayangnya , pergolakan HMI-MPO tersebut belum banyak dituangkan dalam karya-karya ilmiah. Karya Ubedilah Badrun ini merupakan catatan yang sangat tepat dalam menambah banyak tinjauan tentang pergolakan anak-anak HMI-MPO dalam gerakan reformasi. Suatu tulisan yang obyektif dan teliti. Buku ini penting dibaca oleh akademisi, aktivis, dan pemerhati demokrasi"
(Syafinudin Al-Mandari, Ketua Umum PB HMI 2001-2003, Penulis buku "HMI dan Wacana Revolusi Sosial" dan " Demi Cita-cita HMI")

"Buku ini dapat menjadi bahan renungan bagi para aktivis, betapa sulitnya menjaga idealisme dan perlawanan. Kang Ubed cukup fasih memberikan pesan bahwa perubahan tidak akan berhasil baik jika apa yang dilakukan telah berseberangan dengan apa yang telah ditetapkan sebagai fondasi perjuangan. Konsistensi perjuangan dan pengorganisasian secara sistematis adalah syarat mutlak bagi Indonesia yang lebih baik. Dan itu hanya dimiliki oleh kalangan yang lebih dikenal sebagai orang pergerakan"
(Sarbini, aktivis 1998, mantan Presidium Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta -FKSMJ)

Kamis, 22 Mei 2014