Tampilkan postingan dengan label Tentang Bung Hatta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Bung Hatta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

Jual Buku Karya Lengkap Bung Hatta 2: Kemerdekaan Dan Demokrasi, Penulis Mohammad Hatta, Dr. H

Jual Buku Karya Lengkap Bung Hatta 2: Kemerdekaan Dan Demokrasi, Penulis Mohammad Hatta, Dr. HBuku Karya Lengkap Bung Hatta 2: Kemerdekaan Dan Demokrasi
Harga Rp 250.000 TERJUAL
Penerbit : LP3ES Indonesia
Penulis : Mohammad Hatta, Dr. H
Tahun Terbit : Cet 1, 2007
Kertas & Halaman : xxiv+454 Halaman
Ukuran  : 19 x 25 Cm
Kondisi : stok lama, full box set, bagus

Jual Buku Karya Lengkap Bung Hatta Buku 3: Perdamaian Dunia dan Keadilan Sosial Penulis: Mohammad Hatta

Jual Buku Karya Lengkap Bung Hatta Buku 3: Perdamaian Dunia dan Keadilan Sosial Penulis: Mohammad HattaKarya Lengkap Bung Hatta Buku 3: Perdamaian Dunia dan Keadilan Sosial
Penulis: Mohammad Hatta
Harga Rp 250.000
Halaman: 688 halaman
Tahun: 2001
Penerbit: LP3ES
Kondisi : stok lama, full box set

Rabu, 25 Maret 2015

Jual Buku Muhammad Hatta 1966; DEMOKRASI KITA.

Jual Buku Muhammad Hatta 1966; DEMOKRASI KITA.
Judul DEMOKRASI KITA.
Muhammad Hatta
Harga Rp 75.000 TERJUAL SLEMAN
Pustaka Antara 1966;
Tebal 36hlmn
Kondisi : Seken, isi bagus, hanya punggung jilid sobek.

Buku kecil yang hanya terdiri dari 35 halaman ini berisikan kurang lebih 11 bab, namun efeknya sungguh luar biasa dimana majalah/harian yang memasang tulisan ini akhirnya dibredel atau dibekukan oleh pemerintahan Soekarno. Terdapat pula ancaman bagi setiap orang yang menyimpan atau bahkan mengedarkan tulisan Bung Hatta.  Tak lama kemudian di tahun 1965 terjadi geger G30S yang kemudian mengubah wajah Indonesia. Rezim Soekarno tumbang seperti perkiraan bung Hatta pada tulisannya ini.
Buku ini diawali dengan kisah demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia pada saat itu serta kaitannya dengan pemerintahan Bung Karno. Bung Hatta menuliskan secara runut jalannya sejarah demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat itu.  Pada awal berdirinya, republik indonesia merupakan suatu negara dengan sistem presidensiil dengan Soekarno sebagai presiden dan Hatta sebagai wakilnya, mereka berdua menjelma menjadi dwitunggal, simbol pemersatu rakyat indonesia dalam memerangi penjajah. Namun kemudian sistem tersebut diubah menjadi parlementer melalui maklumat wakil presiden nomor X (nomor eks) yang menyatakan bahwa badan KNIP dinaikkan statusnya menjadi badan legislatif karena belum terbentuk DPR dan MPR. Dengan meningkatnya status KNIP ini maka ia menjadi suatu badan yang berhak dalam menentukan garis besar haluan negara.
ituasi politik yang tak kunjung mereda ditambah dengan tidak selesainya tugas badan konstituante dalam membuat undang-undang baru pengganti UUD 45 menyebabkan negara menjadi dalam keadaan genting. Pihak militer yang saat itu dekat kepada presiden soekarno memberikan saran untuk mengembalikan sistem dari parlementer menjadi presidensiil sesuai dengan UUD 45. Akhirnya presiden pun mengeluarkan apa yang disebut dengan dekrit 5 juli 1959 yang tentunya disokong penuh oleh militer. Dapat pula dikatakan bahwa hal ini menandai apa yang kemudian disebut dengan dwifungsi ABRI itu

Demokrasi liberal yang dibabat habis digantikan dengan demokrasi terpimpin, dimana seluruh kebijakan diambil alih oleh presiden selaku pemimpin tertinggi. Bung karno kemudian bebas menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan konsepsinya sendiri.

Menurut bung Hatta, demokrasi yang berlaku di Indonesia tidaklah sama dengan demokrasi yang diutarakan oleh JJ Rosseau. Hal ini karena demokrasi yang disebutkan oleh rosseau merupakan demokrasi yang bersifat individualistis dimana setiap orang hanya memiliki hak yang sama di bidang politik namun tidak sama dibidang lainnya. Sehingga sistem ini tidaklah cocok jika diterapkan di Indonesia. Indonesia menurut Bung Hatta lebih pas jika menerapkan sistem demokrasi sosial. Dimana setiap orang memiliki hak yang sama baik dibidang politik maupun sosio-ekonomi.


Selasa, 24 Maret 2015

Mengikuti cara Baik BUNG HATTA, by Anhar Gonggong

Mengikuti cara Baik BUNG HATTA, by Anhar Gonggong Mengikuti cara Baik BUNG HATTA, by Anhar Gonggong 2002. Bagus, Rp 28.000

Jual Buku JADUL Sekitar Proklamasi / Mohammad Hatta

Jual Buku Sekitar Proklamasi, Penulis: Mohammad Hatta Judul: Buku Sekitar Proklamasi
Penulis: Mohammad Hatta
Harga Rp 80.000 TERJUAL JKT
Penerbit: Tintamas
Tahun : 1982
Tebal: 75 hlm (ix+66)
Kondisi: Bekas ,Bagus

Ingin tahu penulis sejarah seperti Adam Malik dihina oleh Hatta? Ingin tahu sindiran maut Hatta kepada Soekarno? Baca buku ini!

Jual Buku Alam Pikiran Yunani 1986 / Mohammad Hatta

Jual Buku Alam Pikiran Yunani, Mohammad Hatta, Tintamas,Buku Alam Pikiran Yunani
Penulis: Mohammad Hatta
Harga: Rp 80.500 TERJUAL BDG KULON 20/5
Penerbit TintaMas
Terbit: 1986
ISBN: 9798034589
Sampul: Soft Cover
Halaman: xvii+191
Berat Buku: 235.00 (gram)
Dimensi(LxP): 22X15
Bahasa: Indonesia
Kondisi: Bekas, 1 halaman belakang ada coretan 1 paragraf
Stok: 1

Selasa, 17 Februari 2015

Jual Buku Demi Bangsaku: Pertentangan Sukarno vs Hatta / Wawan Tunggul Alam, SH

Jual Buku Demi Bangsaku: Pertentangan Sukarno vs Hatta, Wawan Tunggul Alam, SH
Buku Demi Bangsaku: Pertentangan Sukarno vs Hatta
Harga Rp 120.000
Pengarang Wawan Tunggul Alam, SH
Penerbit Gramedia
Tanggal Publish 24 Nov 2008
Dimensi: 15 x 23 cm
Tebal: 482 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 979-22-0220-X
Kondisi : Segel, bagus baru

Ringkasan Buku Demi Bangsaku: Pertentangan Sukarno vs Hatta
Di tengah musim pancaroba, di mana kita sedang mencari format yang pas bagi kehidupan berbangasa, perlu sekali kiranya kita melongok kembali warisan para Bapak Bangsa kita, termasuk terbesar diantaranya adalah Bung Karno dan Bung Hatta. Dipersatukan oleh cita-cita yang sama, kedua tokoh ini memiliki konsep kehidupan bernegara yang sama sekali berbeda.

Buku ini memaparkan pertalian Bung Karno dan Bung Hatta yang merupakan sebuah siklus "dari dwitunggal", karena kedua tokoh besar ini masing-masing telah menjadi panji-panji, manjadi "dwitunggal", setelah keduanya bersatu dan menghilangkan segala perbedaan demi mencapai cita-cita bersama dan memimpin bangsanya memasuki pintu gerbang kemerdekaan. Tapi, akhirnya, perjalanan mereka harus berakhir dengan "dwitangal", setelah mereka saling tak sepahamm dalam banyak hal, seperti yang terjadi semula di masa pergerakan.

Yang menarik dan mungkin justru merupakan pelajaran amat berharga bagi para politisi kita sekarang, ialah bahwa pertentangan itu tak menyangkut soal pribadi tanpa caci maki tanpa pergerahan massa apalagi anarkis.

"Jasmerah"! kata Bung Karno. "Jangan sekali kali melupakan sejarah! Kita bahkan bisa benyak belajar dari sejarah yang penuh pertentangan antara dua tokoh besar itu.

***********
Tentang Pengarang: Wawan Tunggul Alam, SH
Lahir di Jakarta, 6 September 1964. Setamat dari SMA Negeri 6 Jakarta, ia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum, UKI Jakarta, dan meraih gelar kesarjanaan pada 1988. Setelah itu, sempat mendirikan LKHI (Lembaga Konsultasi Hukum Indonesia). Memasuki dunia jurnalistik pada tahun 1990 sebagai wartawan di tabloid Monitor (Gramedia), pada tahun 1991 ia bekerja di tabloid Bintang Indonesia. Dunia ekonomi mulai dikenal setelah menjadi Redaktur di majalah ekonomi Prospek, 1995-1996. Sedangkan dunia perkotaan (metropolitan) mulai diselami sejak menjadi Redaktur di surat kabar harian metro Berita Yudha (manajemen baru non-ABRI), awal Januari 1996, kemudian kembali ke dunia ekonomi dengan menjadi Redaktur di majalah ekonomi Prospek (Jawa Pos Group), 1997-1998. Puncak karier jurnalistik dia raih setelah menjadi Redaktur Pelaksana yang tak lama kemudian sebgai Pemimpin Redaksi Tabloid hukum dan HAM BK (Berita Keadilan), di bawah Jawa Pos Group, pada tanggal 1998-2000. Setelah itu, ia aktif mengelola perusahaan di bawah bendera Wartapena Communication.

Jumat, 11 Juli 2014

Jual Buku Cendekiawan dan Politik

Judul Cendekiawan dan Politik ,
by Mohammad Hatta, soedjatmoko, YB Mnagunwijaya, Harry J Benda, Alfian,dkk.
Kondisi Seken,lumayan, 
Tebal 341hlm,paperback,
Ukuran 11x18.
Harga  Rp 40.000