Tampilkan postingan dengan label Erlangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Erlangga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

THE RUTHLESS LEADER disiplin dalam keteguhan dan kepemimpinan, tiga karya klasik tentang strategi dan kekuasaan

Jual Buku THE RUTHLESS LEADER disiplin dalam keteguhan dan kepemimpinan, tiga karya klasik tentang strategi dan kekuasaanTHE RUTHLESS LEADER disiplin dalam keteguhan dan kepemimpinan, tiga karya klasik tentang strategi dan kekuasaan
Karga Rp 55.000
Alistair Mc Alpine
Penerbit Erlangga 2003
Tebal 267hlm
Ukuran 16x23
Kondisi sampul dan isi bersih, ada bekas stempel,



Rabu, 02 September 2015

Jual Buku ISME ISME DEWASA INI edisi Kesembilan Oleh William Ebenstein

Jual Buku ISME ISME DEAWASA INI edisi Kesembilan Oleh William EbensteinISME ISME DEWASA INI edisi Kesembilan
Oleh William Ebenstein
Harga Rp 50.000
Alih Bahasa : Alex Jemadu
Penerbit Erlangga
Kondisi Sampul Ada mengelupas 1 cm, ISI Bersih, LANGKA

Minggu, 18 Januari 2015

Sabtu, 17 Januari 2015

Buku Ideologi Politik Kontemporer Oleh Layman Tower Sargent

Buku Ideologi Politik Kontemporer
Harga Rp 45.000
Oleh Layman Tower Sargent   
Berat :    0.30 kg
Tahun :    1986
Penerbit : Erlangga
Tebal : x + 174 hlm;
Ukuran :15,5 x 24 Cm
Kondisi :seken, bagus, ada stempel

Sabtu, 13 September 2014

Jual Buku Pemikiran Pemikiran Yang Membentuk Dunia Modern / F. BUDI HARDIMAN

Jual Buku Pemikiran Pemikiran Yang Membentuk Dunia Modern  Pengarang: F. BUDI HARDIMAN
Jual Buku Pemikiran Pemikiran Yang Membentuk Dunia Modern, Pengarang: F. BUDI HARDIMAN
Buku Pemikiran Pemikiran Yang Membentuk Dunia Modern Harga Rp 88.000
Pengarang: F. BUDI HARDIMAN
Penerbit Erlangga
Tahun: 2011
Lebar Buku: 18.0 cm
Tinggi Buku: 25.0 cm
Tebal Buku: 288 hlm
Kondisi Baru
Buku ini ingin mengulas modernitas kita bukan dari segi material-empirisnya, seperti institusi sosial, teknik, industri atau gaya hidup, melainkan dari segi mentalitasnya, yaitu dari fundamen pemikiran yang melandasi peradaban Barat modern. Para pemikir yang diulas di dalam buku ini dapat membantu kita untuk memahami dasar-dasar mentalitas yang terdalam dari peradaban modern bukan hanya di Eropa, melainkan di dalam kebudayaan-kebudayaan lain yang melangsungkan modernisasi. Sains, teknik, ekonomi kapitalistis, negara hukum dan demokrasi modern berpangkal dari sebuah pemahaman filosofis yang lalu menjadi elemen modernitas kita, yakni: subjektivitas (rasionalitas), ide kemajuan (the idea of progress), dan kritik. Sekitar 50 filsuf yang dibahas di sini – 18 di antaranya dibahas secara rinci – mengembangkan ketiga elemen itu dalam berbagai ajaran, mulai dari humanisme renaisans, rasionalisme, empirisme, kritisme, idealisme, materialisme sampai dengan vitalisme. Gagasan-gagasan mereka kerap dicurigai sebagai ‘subversif’ oleh penguasa, dianggap ‘bidaah’ oleh ortodoksi agama, atau dipandang sinting’ oleh para mediocre yang tidak pernah menyangsikan kesehatan akal sehat. Namun tanpa gagasan-gagasan mereka mungkin umat manusia tidak akan sampai pada kematangan berpikir tentang dirinya, alamnya, masyarakatnya sebagaimana terungkap dalam ilmu-ilmu modern. Sudah saatnya masyarakat kita tidak hanya menguasai sains dan teknologi, melainkan juga memahami secara kritis alam pikiran yang mendasari produk-produk peradaban modern itu agar dapat menerapkan pemikiran mereka secara bijaksana.
Narasi modernitas bergerak bersama pemikir-pemikir ampuh. Narasi zaman modern itu diawali dengan dua peristiwa besar yang membidaninya, Renaisans dan Reformasi Protestan. Sejak saat itu filsafat mendapatkan tenaga intelektualnya untuk memberontak kemapanan cara berpikir abad pertengahan dengan filsuf termasyhurnya Thomas Aquinas.

F. Budi Hardiman (FBH) dalam buku Pemikiran-pemikiran yang Membentuk Dunia Modern menceritakan secara gamblang bagaimana pemikiran-pemikiran ampuh itu memberontak, mengoyak kemapanan filsafat metafisika tradisional. Munculnya pemberontakan intelektual itu dapat dilihat dari dua sudut yang berbeda. Pada sisi yang pertama, lahirnya anggapan modernitas sebagai disintegrasi intelektual. Anggapan ini muncul di kalangan yang ingin mempertahankan metafisika tradisional. Mereka berpendapat bahwa filsafat modern adalah sebuah kemerosotan moral. Hal itu dikarenakan filsafat modern lebih menonjolkan dirinya sebagai anarki dan kekacauan daripada keutuhan dan ketertiban.

Pada sisi yang lain, menganggap bahwa filsafat modern merupakan sebuah emansipasi, sebuah kemajuan berpikir, dari kemandegan dan pendewaan pemikir metafisis yang mendukung sistem kekuasaan gerejawi tradisional dengan sumber otoritatif yang selalu menjadi acuannya yaitu filsafat Aristoteles dan Kitab Suci.

Perjalanan narasi empat abad Pemikiran-pemikiran yang Membentuk Dunia Modern dimulai dari kemuculan tokoh-tokoh pendobrak di ambang modernitas. Orang-orang itu adalah Niccolo Machiavelli, Giordano Bruno, dan Sir Francis Bacon. Pemikiran-pemikiran mereka jelas mengarah pada dunia-sisi dengan segala proses materialnya. Sehingga mereka cenderung dianggap sebagai pemikir ‘subversif’.

Seperti yang dilakukan Machiavelli yang menentang keras pemikiran abad pertengahan yang meletakkan negara di bawah dominasi kekuasaan gereja Katolik yang dipegang oleh Paus. Gagasan ini mengalami krisis pada zaman Renaisans. Machiavelli menandaskan bahwa negara jangan sampai dikuasai agama. Justru sebaliknya, negara harus menguasai agama sebagaimana terjadi dalam kekaisaran Romawi kuno, saat agama Kristen diatur negara.

    Gagasan sekular Machiavelli beranggapan bahwa agama memiliki peran pragmatis dalam kehidupan politis yaitu untuk mengintegrasikan negara.

Namun demikian, bukan lantas Machiavelli memproklamirkan dirinya sebagai atheis. Sebab, yang dipersoalkan bukanlah ada atau tidaknya Tuhan melainkan fungsi agama dalam kehidupan politis. Gagasan sekular Machiavelli beranggapan bahwa agama memiliki peran pragmatis dalam kehidupan politis yaitu untuk mengintegrasikan negara. Agama juga dapat mendukung patriotisme dan memperkuat pranata-pranata kebudayaan.

Pandangan moncer Machiavelli ada dalam karyanya Il Principe. Dalam buku itu Machiavelli seolah menjelma menjadi makhluk terkejam, jika orang enggan menyebutnya sebagai makhluk yang jujur. Machiavelli mengungkapkan bahwa penguasa tidak harus menepati janjinya jika itu akan merugikan dirinya. Oleh karena itu, penguasa harus siap tampil sebagai rubah maupun singa. Penguasa harus menjadi rubah untuk mengetahui perangkap dan menjadi singa untuk menakut-nakuti serigala. Juga seorang penguasa jangan sampai kehabisan alasan baik untuk memanis-maniskan pengingkaran janjinya. Keabadian pemikiran Machiavelli masih bisa kita rasakan dalam praksis kehidupan politik saat ini. Luar biasa!

Perjalan filsafat empat abad masih terus berlanjut. Dalam bab berikutnya, pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara ini mengisahkan kelahiran Rasionalisme modern dengan tokoh-tokoh termasyhurnya seperti Rene Descartes, Spinoza, Leibniz, dan Blaise Pascal. Descartes menjadi peletak dasar rasionalisme dengan ungkapan fenomalnya Je pense donc je suis atau cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada).

Pemberontakan-pemberontakan terhadap pemikiran abad pertengahan tidak berakhir sampai di sini. Sebagai sosok yang mahir dalam filsafat, FBH menceritakan perlawanan-perlawanan itu dengan sangat anggun sehingga mudah untuk diikuti dan dipahami.

Ia juga membahas pemikiran Immanuel Kant dan Nietzsche dalam bab tersendiri karena keluasan pemikiran mereka. Filsafat Nietzsche mengakhiri perjalanan ‘wisata’ filsafat 4 abad. Pada bagian penutup buku ini hadir kamus kecil untuk memberikan pemahaman lebih mudah dan rinci terkait beberapa istilah filsafat yang dijumpai sebelumnya.

Perjalanan ziarah filsafat empat abad tidak akan pernah menjumpai kejemuan. Sebab di dalamnya dihadirkan pula kata-kata mutiara yang merupakan kutipan-kutipan para pemikir ampuh yang dapat membangkitkan selera membaca. Selain itu, ditambahkan catatan pinggir untuk mempermudah memngingat serta cuplikan teks asli para pemikir ampuh dan tentu saja anekdot yang diilhami kejadian-kejadian para pemikir semasa hidup.[bilikide.com]

Jumat, 12 September 2014

Jual Buku Ali Syari'Ati, Biografi Politik Intelektual Revolusioner / ALI RAHNEMA

Jual Buku Ali Syari'Ati, Biografi Politik Intelektual Revolusioner Pengarang: ALI RAHNEMA
Buku Ali Syari'Ati, Biografi Politik Intelektual Revolusioner
Harga Buku: Rp.189.000  
Pengarang: ALI RAHNEMA
Tahun: 2006
ISBN: 979781193X
Sampul : HC
Lebar Buku: 15.0 cm
Tinggi Buku: 23.0 cm
Tebal Buku: 664 hlm
Berat Buku: 1068.4 gram
Kondisi : Baru
Tersedia : sisa 1 buah

Ali Syari’ati adalah Bapak Ideologi revolusi Iran. Buku ini membahas kehidupan dan pemikiran Ali Syari’ati dalam konteks kebudayaan yang kompleks dan bertolak belakang, kondisi sosial dan politik dari masyarakat Iran yang telah membesarkannya. Buku ini memotret kehidupan Syari’ati mulai dari masa kecilnya di sebuah kota kecil bernama Masyhad, kehidupannya sebagai seorang mahasiswa di Paris pada awal tahun 60-an, perkembangannya sebagai pemikir religius dan revolusioner, perseteruannya dengan rezim Pahlavi serta ulama Syi’ah status-quo, hingga wafatnya dalam pengasingan pada umur empat puluh empat tahun.
Ali Syari’ati : Biografi Politik Intelektual Revolusioner menawarkan sebuah pemahaman baru mengenai sosok yang memainkan peran signifikan dalam revolusi Iran, dan analisis mengenai politik Islam yang telah mempengaruhi gerakan-gerakan di Timur Tengah.
Para praktisi dan pengamat politik, intelektual sosial politik, mahasiswa, dan mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang tokoh ini sangat dianjurkan membaca buku ini.

Selasa, 10 Juni 2014

Jual Buku Ekonomi Makro, perhitungan,analisis ,dan kebijaksanaan perekonomian /Thomas F Dernburg

Jual Buku Ekonomi Makro, perhitungan,analisis ,dan kebijaksanaan perekonomian /Thomas F DernburgJudul Ekonomi Makro, perhitungan,analisis ,dan kebijaksanaan perekonomian
Harga Rp 39.000
PenulisThomas F Dernburg
Penerbit Erlangga
Kondisi seken ,lumayan