Harga Rp 55.000
PENULIS: Dr.Alisjahbana, MA
PENERBIT:LaksBang PRESSindo
CETAKAN: Ke-1 Oktober 2005
ISBN: 979-99912-4-2
Ukuran 14 x21
Tersedia 1 buah
Kata 'urban' sangat populer di perkotaan, karena kepopulerannya bahkan mengundang sejuta dataran permasalahan jika di-urai yang tidak selesai. Buku ini menolaknya, dan mempersepsikan lain. Berbicara kata urban, lekat sekali dengan masalah manusia yang termarginalkan, karena kata urban ini selalu ditandai dengan 'orang kecil' atau 'simiskin' yang membawa segerombol masalah dan acapkali membuat masalah bagi lainnya. Rupanya stigma baruk ini melekat kuat pada pelaku sentral urban, bahwa sang pelaku selalu sama dan sebangun dengan malapetaka. Dari stigma ini membuat manusia terkungkung, dan acapkali setiap membuat keputusan salah. Buku ini hadir sebagai pengalaman seorang-orang yang mencermati sebuah perlaku aktivitas birokartis. Banyak pelaku birokratis yang kurang piawai dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat miskin, sehingga keputusan yang diambil menjadi pemberat dan terkesan gegabah. Pengalaman lain yang diperoleh juga menggambarkan birokrasi yang cenderung menghindari masyarakat miskin, dan menganggapnya bahwa kelompok miskin kurang menguntungkan, dan justru sebagai penghambat pencapaian tujuan. Kahadiran buku ini mengaharapkan terbentuknya birokrat yang mengarah pada pencapaian tujuan dengan melibatkan keterlibatan secara holistic, termasuk golongan yang terkategorikan miskin. Bukan pula perilaku sebaliknya yang cenderungan dalam pengambilan keputusan menafikan, bahkan memarginalkan. Perilaku birokrasi yang kondusif dan adaptif terhadap tumbuh kembangnya aspirasi masyarakat miskin, serta mampu memberikan ruang gerak bagi masyarakat miskin untuk mengartikulasikannya, adalah perilaku yang diharapkan buku ini. Bidang garapan lain yang harus dipastikan adalah cara-cara arif bagaimana memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Inilah sebuah sisi gelap, jika kota memaqndang masyarakat miskin adalah penyakit, dan tidak memiliki kontribusi apapun. Buku ini sangat tepat dibaca oleh para birokrat pengambil keputusan, bahkan intelektual kampus, para pengusaha, perumus kebijakan pembangunan wajib baca.
oleh: Djoko Adi Walujo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar