Kamis, 01 Mei 2014

Menyambut Panggilan Jihad

Title / Judul : Menyambut Panggilan Jihad
Penulis Muhammad Halabi Hamdy
Penerbit Madani Pustaka 2002
isi HVS; vii+199hlm
Harga Rp 29.000
Stok Langka 1 buah

Jual Buku Politik Hati Nurani, oleh YB Mangunwijaya

Jual Buku Politik Hati Nurani YB Mangunwijaya Title / Judul :Politik Hati Nurani
Penulis: YB.Mangunwijaya
Harga:  Rp 35.000 
buku HILANG 11/7
Penerbit : Grafiasri Mukti
Thn Terbit: 1997
Bahasa: Indonesia
Cover: Soft Cover
Kondisi: Bekas(Cukup)
Halaman: 119
Berat Buku: 185.00 (gram)
Dimensi(LxP): 21X14
Stok: 1

Tarian Bumi

Judul     Tarian Bumi
ISBN/EAN     9789792297058 / 9789792297058
Pengarang     Oka Rusmini
Penerbit     Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit     2007
Pages     182
Berat     234 gram
Dimensi(mm)     135 x 200
Harga Rp 50.000, seken ,lumayan
TERJUAL MALANG 15/5/14
"Perempuan Bali itu, Luh, perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkan keluhan. Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa mereka masih hidup, dan harus tetap hidup. Keringat mereka adalah api. Dari keringat itulah asap dapur bisa tetap terjaga. Mereka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka. Mereka pun menyusui laki-laki. Menyusui hidup itu sendiri."

Jika novelis Inggris, Graham Greene, merasa telah menemukan India yang sebenarnya justru dalam novel-novel dan cerita-cerita pendek yang ditulis R.K. Narayan, maka tak berlebihan jika kita pun merasa telah menemukan Bali yang sebenarnya melalui novel ini.

(Horison, Juli 2001)

Bagi pembaca luar Bali, novel Oka Rusmini bukan saja indah dinikmati sebagai sastra melainkan pula mencerahkan banyak segi pemahaman lebih esensial dan kesalehan spiritual manusia budaya Bali. Kehadiran Oka Rusmini benar-benar fenomenal bagi karakter local genius Sastra Modern Indonesia mutakhir.

(Dami N. Toda, Matabaca, vol. 2/No.1/September 2003)

Lelaki dalam Pasungan

Judul Buku : Lelaki dalam Pasungan
Judul Asli : Khan el-Khalili (Dar Misr Li at-Taba’ah, Mesir, 1979)
Penulis : Najib Mahfuz
Penerbit : Jendela
Terbit : 2003
13x19; Isi Hvs; Tebal: 494 halaman
Harga : Rp 75.000,
Kondisi Bagus sekali,Segel penerbit.
BOOKED MAKASAR MH 1/5/14
Hujan mesiu yang dilancarkan tentara Jerman pada Perang Dunia II di Sakanini, sebuah kawasan di Cairo, memaksa Ahmad Akif dan keluarganya membenam sejarah yang telah begitu lama mereka pahat di tempat itu. Khan el-Khalili, di sanalah hidup baru dibangun kembali. Harapan berkembang bersama penderitaan.

Namun, pergumulan budaya dan agama menguap menjadi gugatan sehingga perintah Tuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang cukup substansif untuk dipertahan kan di Khan el-Khalili.

Najib Mahfuz sengaja ingin menghadirkan sebuah cerita jujur tentang kehidupan masyarakatnya, sebuah upaya kritis yang sangat berarti bagi kehidupan di zaman ini, sebuah potret kehidupan yang banyak mengandung kontradiksi, ketakutan, kekalutan, kepanikan, kebencian, dan kasih sayang.

Jual Buku Tangklukan, Abangan, dan Tarekat agama di Jawa, Penulis : Ahmad Syafi’i Mufid

Jual Buku Tangklukan, Abangan, dan Tarekat agama di Jawa Penulis : Ahmad Syafi’i Mufid,Judul  : Tangklukan, Abangan, dan Tarekat agama di Jawa
Penulis : Ahmad Syafi’i Mufid,
Harga : Rp 65.000,- jadi 59.000
Pengantar : Tangklukan, Abangan, dan Tarekat agama di Jawa
Penerbit : Yayasan Obor Jakarta,
Terbit  : 2006
Tebal : xi + 322 halaman
Kondisi Baru Bagus

Sinopsis: Perubahan kebudayaan karena strategi modernisasi juga memiliki dampak, yakni kecemasan dan keterasingan. Gejala psikologis semacam ini mendorong sebagian warga kembali mengamalkan ajaran dan praktik tarekat. Sebagai elemen Islam yang pertama kali diterima oleh orang Jawa, tarekat pada dekade 1980-an tumbuh dan berkembang dengan pesat. Salah satu aliran tarekat yang paling berpengaruh  di Indonesia adalah tarekat Qadariyah wan Naqsabandiyah. Tarekat ini menjadi menarik  karena ajaran dan pengelamannya relatif mudah dan tidak memberatkan termasuk bagi orang abangan dan tangklukan.
Resensi: Membaca trend keberagamaan di Indonesia dewasa ini, terlihat sekali bahwa spirit agama belum menjadi common denominator (kalimatun sawa’) dalam merancang etika kebangsaan dan kenagaraan. Yang terjadi agaam justru dijadikan komoditas kepentingan (politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya), sehingga pesan agama dalam membangun persaudaraan dan perdamaian seringkali tersendat, terlantar, bahkan tergadaikan. Sejarah mencatat bahwa sidang konstutuante tahun 1950-an gagal mencapai kesepakatan dikarenakan elite politik menjadikan agama sebagai komoditas kepentingan, sehingga rumusan agenda kebangsaan gagal terwujud. Berbeda dengan yang dilakukan para Wali Songo. Agama ditangan para wali justru tampil sebagai spirit dalam melakukan kerja-kerja kebangsaan. Spirit agama tampil digarda depan untuk membuka kran-kran penindasan dan penjajahan.

Spirit keberagamaan Wali Songo inilah yang coba ditelaah lebih mendalam dalam buku “Tangklukan, Abangan, dan Tarekat; Kebangkitan Agama di Jawa”. Penulis melihat bahwa para wali mampu menampilkan agama sebagai spirit persaudaraan dan perdamaian. Agama tidak melihat perbedaan status sosial masyarakat tertentu. Pesan keberagamaan para wali itu kemudian dilanjutkan para kiai di Jawa. Buku secara kritis membaca gerakan perdamaian dakwah agama KH Ahmad Durri Nawawi, mursyid tarekat Qodiriyah wan Naqsyabandiyah Kajen Pati Jawa Tengah. Para kiai pemimpin tarekat di Indonesia telah membawa agama Islam dengan strategi yang sangat halus, damai, dan moderat. Jalan moderat para kiai tarekat tersebut terlihat ketika mereka mengajak umat memeluk agama. Mereka tidak pernah memaksakan agama Islam kepada masyarakat. Mereka lebih concern mengajak masyarakat untuk menebarkan persaudaraan. Terbukti, para kiai bisa tampil berdakwah dengan lapisan masyarakat yang beragam. Gus Mik Kediri, misalnya, justru tampil dengan para preman, germo, dan para gelandangan di Surabaya dan sekitarnya. Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari justru memilih desa Tebuireng sebagai tempat pesantren, padahal Tebuireng waktu itu merupakan markas besar para bromocoroh (penjahat). Demikian juga KH As’ad Samsul Arifin yang mampu mengakrabi pimpinan bromocoroh daerah Tapal kuda, sehingga banyak pengikutnya yang masuk Islam kepada Kiai As’ad. Dalam konteks perjuangan membela kemerdekaan, merekalah yang mampu memobilisasi massa dalam mengusir berbagai tindak penjajahan. Bahkan ketika melakukan pertempuran di Ambarawa Jawa tengah, banyak para kiai yang gugur, termasuk KH Mahfudh Salam, ayah KH MA. Sahal Mahfudh (hal. 230).

Potret keberagamaan yang ditorehkan para wali dan kiai tersebut sungguh telah banyak terdistorsi dewasa ini. Agama sering kali dijadikan sebagai modal menggapai kursi kekuasaan. Simbol-simbol agama bukannya dijadikan modal untuk menggelorakan perlawanan atas ketidakdilan dan kesewenangan, melainkan dijadikan media menduduki posisi strategis tertentu. Ironisnya lagi, mereka sering mendemontrasikan agama sebagai ideologi negara, padahal itu hanya akan mendistorsi pesan damai kehadiran agama. Karena agama telah terkooptasi gerakan dan tafsir kelompok tertentu, sehingga wajah agama seolah tunggal, menafikan tafsir spirit lain yang lebih transformativ dan emansipatoris (hal 89). Berbagai distorsi spirit agama tersebut di Indonesia pasca reformasi telah terjadi. Banyak partai politik yang mengatasnamakan agama tertentu, dan mengklaim merekalah wakil umat agama tersebut. Dari kasus era reformasi terlihat bahwa agama justru menjadi media menggapai kekuasaan, bahkan menjadi sumber konflik, karena sering menafikan kelompok lain yang tidak sefaham dan sealiran.

Pesan damai bangkitnya agama di Jawa yang telah dicontohkan para wali dan kiai yang telah terekam dalam buku ini mampu membantu pembaca dalam menganalisis berbagai trend keberagamaan kontemporer. Bukan sekedar memotret relasi agama dan kekuasaan, buku ini juga menawarkan konsep agama dalam merumuskan agenda kebudayaan dan peradaban di masa depan. Beradasarkan pemaparan buku ini, agama yang harus kita hadirkan di Nusantara adalah agama yang mampu tampil sebagai kritik sosial untuk menggapai kemaslahatan sosial. Kritik sosial berarti agama harus memihak berbagai tindakan yang menggerus ketidakadilan dan menyuburkan kesewenangan.

Agama selalu memihak kaum mustad’afin yang selama ini selalu dimarginalkan. Setelah tampil sebagai kritik sosial, maka hasilnya harus dimaksimalkan untuk kemaslahatan sosial. Hal inilah yang dilakukan Umar bin Khattab ketika menjadi pemimpin Islam. Dia dengan gagah berani mengkritik berbagai diskriminasi dan ketidakadilan, tetapi hasil kritik semata untuk kemaslahatan umat, bukan dirinya dan keluarganya (hal 132). Berbeda dengan manusia pascamodern sekarang. Pada awalnya mereka begitu gigih mengkritik rezim tertentu, tetapi ketika diberi kursi kekuasaan, mereka diam seribu bahasa.

Spirit kritik sosial untuk kemaslahatan umat inilah yang oleh penulis harus terus dilestarikan umat beragama di Nusantara. Mereka yang menyandang pemimpin, oleh penulis, sebaiknya mengkaji ulang peran politisnya dalam lingkaran kekuasaan. Karena ternyata para pemimpin agama, kiai misalnya, gagal mentransformasikan spirit agama ditengah lingkaran kekuasaan. Para pemimpin agama sebaiknya berada dalam garis oposan yang leluasa mengkritik kebijakan yang tidak merakyat dan bebas melakukan pemberdayaan dakwah masyarakat tanpa terikat kepentingan politik kekuasaan partai.

Demikian itu yang telah dilakukan para kiai dulu, sehingga Indonesia mampu menggapai kemerdekaan. Para kiai sukses menyajikan agama untuk membebaskan Indonesia dari penjajah. Para kiai berjuang tanpa kepentingan politik. Mereka ikhlas, sehingga ketika Indonesia merdeka mereka tidak berebut kursi kekuasaan. Mereka mengamanahkan kuasa negara kepada kaum cendekiawan dan negarawan yang lebih kompeten dalam administrasi kenegaraan. Pesan-pesan perjuangan dan kebangkitan keberagamaan di Jawa yang penuh kedamaian dan ketulusan dalam buku ini sangat tepat untuk menghadirkan agama sebagai etika kebangsaan dan kenegaraan.

Jual Buku Dunia di Tahun 2020 /Hamish Mc Rae

Jual Buku Dunia di Tahun 2020 Hamish Mc RaeTitle / Judul :Dunia di Tahun 2020
Kekuasaan, Budaya dan Kemakmuran :Wawasan Tentang Masa Depan.
Penulis Hamish Mc Rae
Penerbit : Jakarta: Binarupa Aksara, 1995
Dimensi  : 16x23 cm
Tebal :xiii, 322hlm
Kondisi :Seken lumayan,utuh
Harga Rp 45.000
TERJUAL PASURUAN 23/6/14

Jual Buku Lifestyles, Sebuah Pengantar Komprehensif, oleh David Chaney

Jual Buku Lifestyles, Sebuah Pengantar Komprehensif, Penulis: David Chaney, Jalasutra,Judul: Buku Lifestyles, Sebuah Pengantar KomprehensifHarga Rp 65.000
Penulis: David Chaney
Alih Bahasa : Nuraeni
Penerbit: Jalasutra
Terbit Cetakan : 2011
( Cetakan I, 2006)
Isi HVS; Tebal: 275 Halaman
Kondisi Seken, Bagus
"Dalam sebuah masyarakat di mana, di satu sisi, persoalan gaya adalah segalanya dan, di sisi lain, perhatian ilmuan, akademisi, atau teorisi budaya masih tergolong langka, kehadiran buku Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif ini... membantu kita memahami seluk-beluk dan pernak-pernik pertumbuhan gaya hidup dalam masyarakat Indonesia mutakhir."
-- Idi Subandy Ibrahim


Jual Buku Bahasa, Citra, Media /Howard Davis

Jual Buku Bahasa, Citra, Media, Penulis : Howard Davis dan Paul Walton
Title / Judul : Bahasa, Citra, Media
Harga Rp 80.000.
Penulis : Howard Davis  
dan Paul Walton (ed.)
Cetakan : I, Juni 2010
Tebal : xvi + 350 halaman
Ukuran : 15 x 23 cm
ISBN : 978-602-8252-30-0

Deskripsi:
Esai-esai dalam buku ini mengeksplorasi dan mengurai pelbagai cara halus bagaimana media bekerja melegitimasi status quo dan memanipulasi citraan agar sesuai dengan pandangan dominan. Kesemua esai dalam buku ini menarik wawasan dari sejumlah disiplin yang telah mapan maupun yang baru muncul, termasuk sosiolinguistik, analisis wacana, pragmatika, semiotika, dan sosiologi komunikasi. Setelah disatukan, kesemua esai ini merepresentasikan contoh karya kontemporer terbaik dan paling menarik mengenai topik bahasa, pencitraan, dan kajian media. Analisisnya terikat kuat dengan ilustrasi yang antara lain mencakup bahasa radio, gambar diam dari televisi, kartun, iklan, dan tata letak suratkabar.

Jual Buku TELEVISI /Raymond William

Jual Buku : Televisi  Raymond Williams  Resist Book
Judul Buku : Televisi
Raymodn Williams
Resist Book
Tahun 2009
Tebal 219hlm, Hvs
Ukuran 14 x21
Kondisi Baru
Harga Rp 55.000

Buku ini mengubah cara orang memahami televisi. Untuk pertama kalinya seorang kritikus, sejarawan, dan pakar cultural stduies yang terkemuka membahas seluruh aspek televisi__ baik sebagai sebuah teknologi domestik, objek kebijakan, pemujaan kapital, sebagai serangkaian teks, maupun sebagai pembentuk audiens--- sebuah karya klasik yang paling memikat dalam ranah kajian budaya dan media
Toby Miller, New York University

Sejak kehadirannya di abad 20, televisi telah berubah menjadi sebuah teknologi yang menawarkan rangkaian citra, teknologi, dan bentuk-bentuk baru yang dipengaruhi dan mempengaruhi kehidupan manusia. Saat ini, kita tidak lagi menonton secara tunggal program-program televisi melainkan berpindah dari satu channel ke channel yang lainnya, menyerap berbagai rankaian berita, game show, komedi, drama, film, dan iklan. Dalam buku ini seornag pakar kajian budaya populer dan media yang terkemuka dan salah seorang pendiri Center of Cultural Studies di Inggrs, Raymond Williams, menganalisis sejarah sosial televisi, lembaga-lembaga penyiaran televisi, praktik sosialnya, serta prospeknya di masa depan.

Dalam buku ini, Raymond Williams menekankan pada pentingnya teknologi dalam mempengaruhi bentuk-bentuk kultural televisi, sembari tetap menolak diktum determenisme teknilogis Marshall McLuhan bahwa "medium adalah pesan". Jika "medium adalah pesan," gugat Williams, apa ang tersisa untuk kita lakukan dan katakan? Sebaliknya, Williams berpendapat bahwa sebagai pemirsa kita memiliki kemampuan untuk mengganggu, mengacaukan, dan menyimpangkan logika McLuhan yang telah membeku tersebut--- bukan karena televisi merupakan bagian dari artefak kehidupan sehari-hari kita, melainkan karena akan muncul berbagai tekniologi baru yang menawarkan berbagai kemungkinan yang dapat menghindarkan kita dari kontrol korporasi transnasional dan terkaman media besar serta mendorong munculnya bentuk-bentuk ekspresi politik baru. Sebuah karya klasik ang benar-benar orisinil dan kritis.
**************
 Buku ini membuka pemikiran kita tentang Televisi yang telah mengubah dunia kita tentunya. Kalian semua pasti tidak asing lagi dengan media penyiaran yang satu ini. Orang-orang terkadang menganggap televisi sebagai kotak yang penuh dengan hiburan semata. Mereka terjebak dengan program-program penyiaran tersebut. Program-program yang disajikan sebenarnya tak lepas dari kepentingan-kepentingan beberapa pihak. Politik dan pemilik modal menggunakan televisi sebagai kontrol sosial. Kemampuan televisi untuk menyebarkan informasi kedua tercepat setelah internet dan itulah alasan mereka menyisipkan kepentingannya.

Buku ini memiliki beberapa Bab yang tentunya menarik untuk di baca, yaitu:

    Teknologi televisi dan masyarakat
    Lembaga-lembaga penyiaran televisi
    Bentuk-bentuk tayangan televisi
    Pemrograman acara televisi: distribusi dan alur rangkaian acara
    Dampak-dampak dari kehadiran televisi
    Teknologi alternatif, pemanfaatan alternatif

Buku ini menurut saya sangat bagus karena mampu membuka tujuan-tujuan yang disisipkan dari sebuah teknologi. Media sosial yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber informasi pun mampu mengalami pembiasan atau dibiaskan oleh beberapa kelompok. Acara debat kandidat menjelang pemilihan kepala pemerintahan yang ditayangkan di televisi mampu di design sedemikian untuk membentuk mindset kita tentang calon pemimpin yang ideal. Proses komunikasi 1 arah menjadi kelebihan dari program televisi tersebut. Kurangnya interaksi dari masyarakat untuk menilai, memberi komentar atau pertanyaan kepada pemimpinnya dimanfaatkan untuk menciptakan debat yang tersistematis oleh si pemilik media.

Program berita yang disajikan di televisi pun tak jauh beda. Berita-berita yang tak biasa, bertemakan kekerasan menjadi bahan yang tak pernah lepas dari pemberitaan saat ini. Keresahan pun tertanam di kepala sang penikmat televisi. Peran edukasi yang seharusnya hadir ditelevisi pada setiap program-programnya tak terlihat disini. Terlebih pada berita-berita investigasi yang kini semakin banyak hadir di televisi swasta kita saat ini.

Dibuku lain yang ditebitkan oleh resist book yang berjudul Demokrasi Tidak Untuk Rakyat sempat disinggung tentang peran media dalam menciptakan iklim demokrasi. Sebagaimana yang dikatakan Williams, teknologi itu adalah "alat-alat kontemporer untuk melakukan revolusi panjang menuju terciptanya demokrasi yang terdiidik dan partisipatoris", namu teknologi juga bisa menjadi alat bagi apa yang dia sebut sebagai aksi kontra-revolusi dimana didalamnyya kekuatan-kekuatan kapital merasuki setiap butir berharga dari kehidupan kita sehari-hari, kini itulah yang terjadi media kontra-revolusi.

Dihalam terakhir bukunya Williams meninggalkan prasayarat bagi suatu aksi di masanya, maupun di masa kini, "Informasi, analisis, pendidikan, dan diskusi". Semoga menjadi bekal untuk sebuah perbaikan.

Yang nulis Dimas Prakoso

Jual Buku Etika Terapan II, Sebuah Pendekatan Multikutural / Larry May

Jual Buku Etika Terapan II, Sebuah Pendekatan Multikutural. Penulis :Larry MayTitle / Judul Buku Etika Terapan II, Sebuah Pendekatan Multikutural.
Penulis :Larry May, Shari Chollins-Chobanian, Kai Wong (editor)
Harga Rp 50.000

Tebal : xii + 413 hlm; 15,5 x 23 cm
ISBN: 979-9340-21-7
Kondisi baru,stok lama gudang.


Review.
BUKU-buku yang membahas terapan selama ini dianggap terlalu Amerika-centris karena hanya didekati dengan satu sudut pandang, yang selama ini banyak mempengaruhi pemikiran kita--sudut pandang Amerika. Padahal banyak sekali sudut pandang diluar sudut pandang Amerika yang dapat digunakan untuk mendekati etika terapan, dan belum tentu semua permasalhan etika di berbagai belahan dunia cocok dengan sudut pandang Amerika. Nilai-nilai etis yang dianut di Timur misalnya , tentu saja berbeda dengan
Karena itulah buku ini mencoba menggunakan sebuah pendekatan baru, pendekatan multicultural yang berusaha mengakomodir bukan saja perspektif dari Barat--yang sebagian besar mewakili oleh Amerika--namun perspaktif dari Timur (termasuk perspektif Dunia Ketiga) untuk membahas isu-isu standar dalam etika terapan kontemporer seperti aborsi, euthanasia, kelaparan, diskriminasi, perang, serta lingkungan. Selain itu buku ini juga menyajikan pembicaran-pembicaraan seputar peran gender, kekerasan, hak asasi manusia serta AIDS--yang merupakan isu-isu yang actual di dunia kita akhir-akhir ini.
Daftar Isi

I. Peranan dan Moralitas Gender
II. Diskriminasi Rasial dan Etnis
III. Epidemi AIDS
IV. Aborsi
V. Euthanasia dan Kelangsungan Hidup
nilai-nilai etis yang dianut di Barat.

 VI.Indeks