Tampilkan postingan dengan label Ahmad Tohari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmad Tohari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Mei 2015

Jual Buku Hadis Hadis Kebudayaan, KH. Adib Masruhan

Jual Buku Hadis Hadis Kebudayaan
Judul Buku Hadis-hadis Kebudayaan
Editor: KH. Adib Masruhan
Harga:Rp 18.000
Pengantar : Ahmad Tohari
Penerbit:Desantara
Tahun Terbit:2004
ISBN:79-96461-5-7
Jumlah Halaman: 188
Kondisi : stok lama, bagus, bukanbekas

Deskripsi
'''''''''
Kala para wanita mendendangkan lagu, nabi Muhammad menikmati dengan penuh perhatian bahkan nabi mengoreksi liriknya yang dianggap kurang layak. Kumpulan hadits yang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya ini, menunjukan bahwa Nabi Muhammad mengapresiasi berbagai bentuk kesenian, seperti tarian, nyanyian dan musik. Kesenian memiliki makna penting dalam kehidupan Nabi Muhammad. Bahkan nabi pernah menyelenggarakan festival musik dan tari di ruangan masjid. Festival itu menyuguhkan kesenian orang-orang Afrika, yang saat itu dianggap ganjil oleh kebanyakan orang Arab. Islam agama yang realistis, Islam memperhatikan tabiat dan kebutuhan manusia. Salah satu yang dibutuhkan manusia adalah keindahan seni.

Minggu, 15 Februari 2015

Buku Bekisar Merah, sebuah Novel / Ahmad Tohari

Jual Novel Bekisar Merah, sebuah Novel, Oleh Ahmad TohariBekisar Merah, sebuah Novel
Harga Rp 60.000 TERJUAL 16/2
Oleh Ahmad Tohari
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 15 x 21 cm
Tebal : 360 halaman
Terbit : Februari 2011
Cover :
ISBN : 978-979-22-6632-0
Kondisi Baru
Tersedia 1 buah
Sinopsis
(Cetak ulang dengan cover baru)

==Terdiri atas Bekisar Merah dan Belantik==

Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang-orang kaya. Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas---kulit putih, mata eksotis---membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta, melalui bisnis berahi kalangan atas yang tak disadarinya.

Lasi mencoba menikmati kemewahan itu, dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, suami tua yang sudah lemah. Namun Lasi gagap ketika nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main-main.

Hanya main-main, longgar, dan bagi Lasi sangat ganjil. Karena tanpa persetujuannya, Pak Han menceraikannya dan menyerahkannya kepada Bambung, seorang belantik kekuasaan di negeri ini, yang memang sudah menyukai Lasi sejak pertama melihat wanita itu bersama Handarbeni. Lasi kembali hidup di tengah kemewahan yang datang serba mudah, namun sama sekali tak dipahaminya. Apalagi kemudian ia terseret kehidupan sang belantik kekuasaan dalam berurusan dengan penguasa-penguasa negeri.

Di tengah kebingungannya itulah Lasi bertemu lagi dengan cinta lamanya di desa, Kanjat, yang kini sudah berprofesi dosen. Mereka kabur bersama, bahkan Lasi lalu menikah siri dengannya. Namun kaki-tangan Bambung berhasil menemukan mereka dan menyeret Lasi kembali ke Jakarta. Berhasilkah Kanjat membela cintanya, dan kembali merebut Lasi yang sedang mengandung buah kasih mereka?