Menjahit Idealisme Yang Terkoyak, reaktualisasi Peran dan Posisi Mahasiswa Pasca Reformasi
oleh Misbah Ibrahim Harga Rp 35.000
baru, tanpa segel dari penerbit
Sedia dan Jual Buku Referensi Skripsi.:Thesis dan Research Bidang: Filsafat.Sosiologi.Antropologi.Pemerintahan.Hubungan Internasional. Politik.Komunikasi.Psikologi.Sejarah.Hukum.Pendidikan.Sastra Budaya dan Bahasa.
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 November 2015
Kamis, 18 Juni 2015
Jual Buku MANIFESTO WACANA KIRI, Penulis: Nur Sayyid Santosa Kristeva
Judul : MANIFESTO WACANA KIRIPenulis: Nur Sayyid Santosa Kristeva
Harga Rp 140.000 jadi Rp 115.000 off
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun 2015
Tebal :
Ukuran 16 x 23cm
Berat 1100gram
Kondisi Baru
Buku panduan pelatihan basis untuk gerakan sosial: Manifesto Wacana Kiri; Membentuk intelektual organik agitasi dan propaganda wacana kiri untuk kader inti ideologis ini merupakan sebuah akumulasi pergulatan intelektual penulis dengan buku, pemikiran, realitas sosial dan sebuah ambisi untuk mewujudkan amunisi pengetahuan. Eksponen intelektual yang genuine, tangguh tidak mudah patah, militan, ideologis dan mampu menjadikan dirinya sebagai mata rantai pengetahuan.
Jumat, 05 Juni 2015
Jual Buku Gerakan Mahasiswa sebagai Kelompok Penekan, Penulis: Luthfi Hamzah Husin
Buku Gerakan Mahasiswa sebagai Kelompok PenekanHarga Rp 45.000
Penulis: Luthfi Hamzah Husin
Kata Pengantar: Wisnu Prasetya Utomo
Editor: Dewi Kharisma Michellia
Pemeriksa Aksara: Umi Nurun
Perancang Sampul: Damar N. Sasodoro
Halaman: xx + 156 halaman
Cetakan I, September 2014
Gerakan mahasiswa di Indonesia selalu melibatkan diri dalam setiap peristiwa-peristiwa politik penting, di antaranya gerakan kesadaran kebangkitan nasional pra-kemerdekaan, gerakan ‘66, dan gerakan Reformasi 1998. Fenomena keterlibatan gerakan mahasiswa dalam politik tersebut dinilai konstan hingga sekarang, dan yang membedakannya hanyalah pergantian ideologi dan kebijakan dari elit pemerintah. Namun, ketika lebih dalam mencermati peranan tersebut, gerakan mahasiswa kerap dilihat tidak dari segi ideologi gerakannya. Padahal, ideologi bisa jadi adalah kunci dari gerakan tersebut.
Gerakan mahasiswa di Indonesia secara struktural dengan studi kasus KM UGM, selalu diperhitungkan dalam melakukan tekanan pada sistem politik. Hampir semua ideologi maupun kepentingan akan memanfaatkan betapa strategisnya peranan gerakan mahasiswa tersebut.
Dalam skema gerakan mahasiswa di tingkat nasional, di tahun 1950, aktivisme intelegensia Gadjah Mada mampu menghadirkan suatu format kelembagaan mahasiswa pertama yang menaungi seluruh kelompok dan merepresentasikan universitas dalam payung besar Keluarga Mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa sebagai lembaga perwakilannya. Format tersebut yang kemudian disebut oleh Arbi Sanit (1999) sebagai student government. Pembentukan Dewan Mahasiswa tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dan kepentingan ideologi dominan pada saat itu. Universitas Gadjah Mada sebagai kampus negeri pertama yang didirikan oleh Republik ini menunjukkan bakti tri dharmanya kepada bangsa ini dengan memegang kuat filosofi kampus Pancasila
Langganan:
Postingan (Atom)


